Headline

Ben Whittaker Cuma Jago Gaya Kata Timothy Bradley

Bradley kritik keras Ben Whittaker

Timothy Bradley tidak menyangkal Ben Whittaker punya bakat lewat kecepatan tangan, gaya bertarung atraktif membuat penampilan nya mudah menarik perhatian penonton, tapi semua kelebihan itu belum cukup untuk menutupi nya di dalam ring.

Whittaker terlalu sibuk memamerkan gerakan dan menikmati aksi nya sendiri, ketika lawan tidak mudah di jatuhkan dan mulai memberikan tekanan, gaya flamboyan justru bisa menjadi senjata makan tuan.

Kritik itu di sampaikan Bradley setelah menyaksikan Whittaker menghadapi Wallace, dia seharus nya mampu menuntaskan pertarungan tanpa ada yang bisa menyanggah.

“Dia punya bakat, tangannya cepat, bisa memukul dan memang menghibur untuk di tonton, tetapi menurut saya dia terlalu banyak bermain-main, ketika tidak bisa menjatuhkan lawan, dia mulai panik dan melakukan gerakan-gerakan itu untuk mengulur waktu, dia terlihat seperti petinju yang tidak nyaman ketika pertarungan tidak berjalan sesuai keinginan nya, saya melihat nya kelelahan dan beberapa kali berada di lantai, wasit bahkan cukup bermurah hati kepada nya, kalian bisa menyebutnya terpeleset atau apa pun tetapi situasi seperti itu seharus nya menjadi peringatan bahwa ada sesuatu yang perlu di perbaiki, kata Bradley di channel YouTube nya.”

Masalah Whittaker bukan semata-mata soal kurang nya kekuatan pukulan atau ketidakmampuan menghibur penonton, Bradley mempertanyakan bagaimana dia bereaksi saat lawan mampu melewati awal pertarungan dan tidak terpancing oleh permainan gaya nya.

Petinju yang terbiasa menang dengan penampilan mencolok bisa menghadapi masalah ketika lawan tidak memberi nya jalan aksi konyol sesuka hati, Whittaker belum menunjukkan bahwa mampu mempertahankan efektivitas ketika harus meninggalkan kebiasaan bermain-main dan bertarung dengan disiplin.

Mantan juara yang juga masuk 3 kali Hall of Fame ini membandingkan gaya Whittaker dengan Roy Jones Jr petinju paling atraktif dalam sejarah, tapi bukan pujian tanpa catatan, menurut Bradley gerakan nya harus di dukung dasar teknik dan pertahanan yang benar agar tidak memberi lawan masuk.

Kebiasaan Whittaker menjatuhkan tangan dan mengembalikan nya dengan posisi kurang tepat, gerakan seperti itu mungkin terlihat aman ketika lawan tidak mampu membalas, tetapi bisa berbahaya jika berhadapan dengan petinju yang mampu membaca serangan nya.

“Dia ingin bertarung seperti Roy Jones Jr dan saya mengerti daya tarik gaya itu, tapi kamu tidak bisa hanya menurunkan tangan, mengembalikan nya dengan cara yang sama, lalu terus mengulangi tanpa tujuan yang jelasz itu bukan hanya soal terlihat bagus, kamu harus tahu apa yang sedang di lakukan dan apa resiko nya, jika gerakan itu terus berulang dan lawan mulai membaca suatu saat seseorang akan membuat kamu membayar mahal, kamu boleh punya gaya sendiri tetapi dasar-dasar tinju tetap harus di kuasai,” 

Bradley tidak berhenti kritikan nya pada gaya bertarung tapi membahas keputusan teknis Whittaker ketika menghadapi petinju kidal, dia sering bergerak ke satu arah sehingga lawan nya lebih mudah tahu pergerakan nya, melawan southpaw membutuhkan variasi posisi bukan terus mengulang jalur yang sama, pendapat ini hampir sama dengan Tony Bellew ketika wawancara usai pertarungan selesai.

Penting nya mencari sudut serangan termasuk melalui langkah diagonal 45 derajat dan pengaturan posisi kaki depan dan itu tidak cukup bervariasi dalam pergerakan nya sehingga kecepatan dan kreativitas yang menjadi keunggulan nya tidak selalu menghasilkan keuntungan nyata.

Kalau Whittaker ingin membuktikan bahwa tidak hanya petinju yang menjual pertunjukan, dia perlu menunjukkan gerakan di bangun di atas teknik yang kuat, karena di level profesional penampilan nyentrik hanya menjadi nilai tambah, tanpa kemampuan mengendalikan pertarungan seperti pebasket jalanan yang tak akan bisa masuk ke NBA kata Bradley.

“Saya pernah mengibaratkan Whittaker seperti pemain basket jalanan, dia punya banyak gerakan keren dan bakat luar biasa tetapi dia tidak akan pernah sampai ke NBA, begitulah dia, sistemnya, cara bertinju nya semua nya bermasalah, dia punya banyak gaya dan gerakan yang mencolok, tetapi mentalnya lembek,”

Dengan kemenangan yang kurang selaras dari gaya nya, Whittaker masih penasaran dan seperti nya ada tanda untuk rematch, pelatih nya Andy Lee sangat yakin bila itu terjadi dia akan menghancurkan nya tanpa perdebatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top