Jesse Rodriguez tak ingin terus menunggu kepastian duel melawan Naoya Inoue, bila sang Monster itu benar menginginkan pertarungan pada Maret mendatang, kubu Bam meminta agar pembicaraan segera di wujudkan menjadi kontrak resmi.
Robert Garcia, pelatih sekaligus manajer Rodriguez dengan garang mengatakan bahwa anak asuh nya siap langsung menghadapi Inoue tanpa harus menjalani pertarungan lain, tidak ada alasan untuk terus berputar-putar bila kedua pihak memang serius ingin mempertemukan dua petinju elite ini.
Sekarang terletak pada kesepakatan antara kedua kubu, Eddie Hearn promotor Rodriguez masih menunggu tawaran dari Hideyuki Ohashi promotor Inoue, Garcia menyatakan bahwa siap menyelesaikan negosiasi begitu tawaran resmi diajukan.
Duel ini sebelumnya sempat mengalami kebuntuan setelah yang mulia Turki Alalshikh ingin menggelar nya di Jepang, rencana tersebut menguat setelah Inoue mengalahkan Junto Nakatani pada Mei, tetapi pembicaraan kemudian melambat di tengah laporan mengenai persoalan keuangan dalam industri tinju Arab Saudi serta kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan Alalshikh.
Saat ini kembali bergerak, tetapi Inoue memiliki syarat yang jelas, dia menginginkan Rodriguez menjadi lawan nya pada Maret tanpa lebih dulu menjalani pertarungan pemanasan, jika esepakatan tidak tercapai sesuai rencanai dia akan mempertimbangkan untuk naik ke kelas bulu yang sudah di sambut oleh Brandon Figueroa juara WBA sebelum di cabut karena kelebihan berat badan.
Sikap itu membuat rencana Garcia untuk Rodriguez harus berubah, sebelum nya dia ingin petinjunya menghadapi juara WBO kelas bantam Christian Medina pada 11 Desember, pertarungan ini seperti pemanasan untuk menambah pengalaman dan menguji kemampuan nya sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar.
Rodriguez sendiri baru naik ke kelas bantam pada Juni lalu, dia langsung merebut gelar WBA setelah menghentikan Antonio Vargas, sehingga kini hanya terpaut satu divisi dari Inoue yang berstatus juara tak terbantahkan kelas bantam junior atau 122 pon.
Menurut Garcia, pertarungan tambahan di kelas 118 pon akan memberi keuntungan bagi Rodriguez, tapi dengan desakan Inoue untuk bertarung langsung pada Maret, maka tidak alasan untuk menunda duel tersebut.
Bila kontrak segera dikirim dan kesepakatan tercapai, Rodriguez siap melewatkan rencana menghadapi Medina demi langsung berhadapan dengan Inoue, Garcia juga memastikan bahwa Hearn bisa di hubungi untuk menuntaskan pembicaraan.
Sebagai penggemar tinju yang tidak memahami ruwet nya urusan di balik nya, penulis melihat masalah Bam Rodriguez dan Naoya Inoue ini sebenar nya sederhana, Robert Garcia terus mendesak kubu Inoue agar segera mengirimkan kontrak.
Kalau Garcia memang sama-sama ngebet mewujudkan duel ini, kenapa tidak langsung menghubungi pihak Inoue dan membicarakan keseriusan mereka? Apakah dalam tinju profesional, pelatih atau manajer memang tidak bisa bernegosiasi langsung dengan kubu lawan? Apakah semua pembicaraan wajib melewati promotor masing-masing, sampai urusan yang tampak nya bisa di selesaikan lewat satu panggilan telepon harus menunggu tawaran resmi dari pihak lain?
Jika memang harus melalui promotor, seberapa besar batasan itu berlaku? Apakah Garcia bisa menyampaikan kesediaan bertarung, tetapi tidak punya wewenang membicarakan nilai kontrak dan menyepakati persyaratan tanpa Eddie Hearn? Lalu, apakah pihak Inoue juga terikat prosedur yang sama melalui Hideyuki Ohashi?
Penulis paham bahwa duel sebesar ini melibatkan uang, hak siar, lokasi, dan banyak kepentingan bisnis, tapi dari penggemar, situasi nya jadi membingungkan, kedua kubu terlihat ingin bertarung, tetapi masih saling menunggu kontrak.
Sebenar nya yang menghambat duel ini kemauan para petinju atau mekanisme bisnis antar promotor yang membuat kesepakatan tak bisa hanya saling menelepon?












