Sebelum pertarungan di mulai, duel Lester Martinez vs Luka Plantic sudah memiliki satu tujuan pasti dengan kedua nya tidak ingin menyerahkan nasib kepada juri.
Kubu Martinez mengatakan bahwa kemenangan KO mempermudah menuju perebutan gelar utama sementara di sudut Plantic pelatih Joel Diaz juga sudah berbicara blak blakan bahwa bertarung sampai bel terakhir bukan pilihan yang menguntungkan petinju nya.
Martinez bertarung di hadapan publik Guatemala yang datang memberikan dukungan besar sehingga Diaz meyakini Plantic akan sangat sulit mendapatkan keputusan jika pertarungan berlangsung 12 ronde, karena itu Plantic harus mencari penghentian.
Cita cita kedua kubu mendapatkan pertarungan yang mereka inginkan tapi hanya satu petinju yang mampu mewujudkan ancaman KO itu, Lester Martinez menghentikan Luka Plantic di ronde ke-10 dan mempertahankan sabuk interim WBC nya.
Plantic memahami sejak awal bahwa dia tidak boleh membiarkan Martinez mengatur pertandingan sesuka hati, bel pertama langsung di ikuti pertukaran pukulan keras.
Petinju Kroasia ini membuat Martinez terus mundur dengan serangan beruntun, sang juara interim menunggu untuk membalas dengan pukulan yang lebih berat.
Pertarungan yang seharus nya menjadi malam pembuktian bagi penantang perlahan berubah menjadi pertarungan ketahanan, Martinez ternyata memiliki persediaan tenaga yang lebih panjang.
Perubahan nya terjadi ketika Martinez sering mengincar badan, serangan itu mulai terlihat setelah beberapa ronde, Plantic masih maju tetap berusaha bertukar pukulan.
Di ronde ke 5 Martinez mulai menemukan kombinasi yang mengguncang Plantic dengan pukulan ke kepala sebelum kembali mengarahkan serangan ke arah rusuk, sang lawan sempat merespons dengan menekan sampai ke sudut namun Martinez tidak berhenti membalas dan pertukaran pukulan berlangsung semakin keras.
Masuk ke ronde kedelapan, tanda-tanda masalah sudah di mulai, dokter ring melakukan pemeriksaan terhadap Plantic sebelum ronde dimulai, begitu pertarungan di lanjutkan Martinez tidak memberikan kesempatan untuk bersiap menyerang balik.
Pukulan kanan, uppercut dan kombinasi lain nya terus mengalir juga serangan ke tubuh kembali menjadi bagian dari tekanan Martinez.
Daya tahan bukan berarti tubuh tidak menerima dampak, di ronde ke 9 Martinez kembali membuat Plantic kelimpungan, penonton tuan rumah semakin berisik, mereka mulai merasakan bahwa pertarungan yang sejak awal di bangun sebagai perang KO mulai mendekati ujung nya.
Kesempatan terakhir Martinez datang pada ronde ke-10, bukan pukulan ke kepala yang menjatuhkan Plantic justru menemukan sasaran melalui body shot kiri membuat nya terjatuh, dia segera bangkit menunjukkan keberanian untuk melanjutkan.
Tetapi kondisi nya sudah berubah, Martinez tidak membiarkan Plantic mendapatkan waktu untuk memulihkan diri, dia kembali menyerang dengan kombinasi membuat sang penantang berada dalam posisi semakin terjepit, wasit Ray Corona akhirnya masuk tangan dan menghentikan pertarungan.
Martinez menang melalui penghentian, Plantic tidak mendapatkan kesempatan untuk membawa pertarungan menuju keputusan juri yang sejak awal sangat di khawatirkan oleh kubu nya, duel yang ingin dihindari lewat kemenangan KO berakhir dengan diri nya menjadi korban.
Kemenangan ini membawa Martinez ke rekor 21-0-1 dengan 17 KO, setelah pertarungan, targetnya langsung di arahkan kepada pertarungan pemenang duel antara Canelo Alvarez dan Christian Mbilli yang di jadwalkan memperebutkan gelar WBC super middleweight pada 31 Oktober.
Sebelum nya di sudah pernah berbagi ring dengan Mbilli dan pertarungan mereka berakhir imbang, saat ini Martinez menambah kemenangan penghentian ke dalam rekor nya setelah melewati Plantic yang belum terkalahkan.
Selain laga utama ini, penulis akan melengkapi semua hasil di partai yang juga menghadirkan kejutan dengan KO juga keputusan juri.
2. Najee Lopez vs Juan Carrilo.
Salah satu kemenangan yang awal nya membuat orang bingung terjadi saat Najee Lopez menghentikan Juan Carrillo lewat pukulan ke body pada ronde ke 9.
Lopez terus meningkatkan tekanan sejak pertengahan pertarungan, Carrillo memberikan perlawanan dengan pukulan kiri tetapi aktivitas Lopez membuat petinju Kolombia itu semakin banyak bertahan.
Puncak nya terjadi pada menit 1:33, Lopez melepaskan uppercut ke arah tubuh yang membuat Carrillo langsung jatuh ke kanvas sambil menahan rasa sakit.
Pertarungan sempat berada dalam situasi tak jelas karena Carrillo masih di perbolehkan melanjutkan laga, pihak Komisi Atletik California kemudian memutuskan memeriksa tayangan ulang untuk memastikan apakah pukulan tersebut sah.
Hasil replay membenarkanz pukulan di nyatakan legal dan pertarungan pun di hentikan, Lopez resmi menang sekaligus mempertahankan rekor menjadi 17-0 dengan 14 KO.
3. Ramon Cardenas vs Leonardo Carillo.
Ramon Cardenas tetap menjaga posisi nya di papan atas kelas bantam super, kemenangan nya atas Leonardo Carrillo belum bisa membuktikan kehebatan nya.
Petinju asal San Antonio itu harus menunggu keputusan juri setelah 10 ronde dan akhir nya menang split decision dengan skor 98-92, 96-94, dan 93-97.
Cardenas memilih bertarung pelan sejak awal, dia menggunakan jab untuk membaca pergerakan Carrillo, strategi nya ini memang mampu mengontrol sebagian besar laga terutama saat dia mulai meningkatkan serangan dan mengarahkan kombinasi ke wajah.
Carrillo sudah terkenal sulit dijatuhkan dan mampu mencuri sejumlah momen ketika Cardenas terlalu banyak diam dari pada menyerang.
Akhir nya Cardenas berhasil mengamankan kemenangan dengan peringkat No. 2 WBC dan WBA di kelas 122 pound, posisi tersebut semakin aman karena kabar nya dia mengincar pertarungan besar melawan Junto Nakatani di masa mendatang.
4. Carlos Ocampo vs Weljon Mindoro.
Carlos Ocampo harus melewati pertarungan yang cukup berat sebelum akhir nya menutup dengan kemenangan TKO atas Weljon Mindoro.
Petinju Meksiko itu sempat berada dalam tekanan setelah Mindoro meningkatkan serangan pada ronde ketiga, pukulan kanan ke kepala membuka luka di sekitar mata kanan Ocampo dan uppercut ke tubuh juga membuat mantan penantang gelar itu hampir tak berdaya.
Mindoro mampu tampil lebih efektif dalam beberapa ronde berikut nya namun Ocampo yang sudah memiliki pengalaman menghadapi nama besar di kelas ini tidak kehilangan akal nya untuk membalikkan keadaan.
Memasuki ronde ke 8 Ocampo mulai aktif dengan serangkaian pukulan keras ke kepala, tekanan itu kemudian menghasilkan momen penentu pada ronde ke berikut nya, pukulan kanan telak ke rahang membuat Mindoro jatuh ke depan, dia berusaha bertahan dengan bertumpu pada tali ring tapi kondisi nya membuat pelatih mengambil keputusan untuk menghentikan pertarungan setelah handuk di lemparkan.
Hasil ini memberikan kekalahan pertama bagi Mindoro yang sebelum nya memiliki rekor 17-0-1-(16 KO), kemenangan ini cukup menggembirakan karena sebelum nya terkena denda sebesar 2.000 dolar AS karena gagal memenuhi batas berat badan untuk pertarungan kelas menengah.
5. Jordan White vs Luis Torres.
Jordan White menutup pertarungan keras melawan Luis Torres dengan kemenangan TKO pada ronde ke 9.
Torres membuat White berfikir keras sejak awal untuk melakukan serangan, namun mulai menemukan jalan nya di ronde kedl 2, kombinasi membuat cepat membuat Torres jatuh ke depan hingga wasit memberikan hitungan knockdown.
Torres tidak membiarkan momentum itu bertahan lama, dia kembali menekan dan beberapa kali mendaratkan pukulan keras membuat pertarungan berlangsung dalam tempo tinggi.
White perlahan mengambil alih melalui pukulan kirinya, di ronde keenam, serangan nya mulai menghasilkan termasuk luka di atas mata kiri Torres.
Memasuki ronde akhir, kondisi Torres semakin memburuk, kedua mata nya mulai membengkak dan White hampir kembali menjatuhkannya pada ronde ke 8, akhir nya di ronde ke 9 pukulan kanan White ke kepala kembali menjatuhkan Torres.
Ketika Torres masih berada di kanvas, pelatih Bob Santos melemparkan handuk, pertarungan di hentikan pada menit 1:40 dan White meraih kemenangan TKO dengan rekor menjadi 21-2 dengan 13 KO.
6. Malachi Ross vs Semajay Thomas.
Pada pertarungan di kelas menengah ringan antara Malachi Ross terus melemahkan Semajay Thomas dengan serangan ke tubuh pada ronde ke 2.
Ross kemudian menambahkan pukulan keras ke arah kepala yang membuat Thomas semakin tak bisa mengelak, rentetan serangan tersebut akhir nya membawa nya menuju kemenangan penghentian pada ronde ke 3.
Pertarungan berakhir pada detik ke-28 untuk Ross yang baru berusia 20 tahun yang kini memiliki rekor 6-0 dengan lima kemenangan KO.
7. Ramon Ordonez vs Rafael Ibarra.
Petinju kidal asal New Jersey, Ramon Ordonez dengan rekor 2-0 kemudian tampil dengan kombinasi pukulan yang tajam dan bertenaga, dia menghentikan Rafael Alejandro Ibarra dari Meksiko pada menit 1:33 ronde ke 2 setelah sebuah pukulan kiri keras ke kepala dilanjutkan dengan pukulan kanan ke body.
Pukulan kiri terakhir Ordonez bahkan membuat pelindung gigi Ibarra terlepas saling tak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya.
8. Jose Mejia vs Aram Pedraza.
Jose Mejia yang masih tak terkalahkan sukses mempertahankan rekor dengan kemenangan angka mutlak atas Aram Alberto Menindez Pedraza.
Ketiga juri memberikan skor 40-36 untuk Mejia, dia menerima pertarungan tersebut meskipun Pedraza memiliki berat lebih dari tiga pound di atas diri nya ketika timbang badan, keputusan tersebut di ambil Mejia untuk membuktikan prediksi banyak orang yang menganggap nya sebagai prospek istimewa.
Mejia tampil mengesankan dengan lebih dulu menyerang tubuh untuk membuka jalan bagi pukulan kanan telak ke wajah, dia juga menunjukkan ketangguhan dan kecerdikan ketika mampu menghindari dua pukulan kiri keras berturut turut pada ronde ke 3 kemudian membalas dengan rentetan pukulan kanan ke wajah Pedraza.
Di ronde ke 4 Mejia kembali menunjukkan kemampuan teknik nya secara lebih lengkap dan memastikan kemenangan berada di pangkuan nya.
9. Emilio Garcia vs Luis Guerrero.
Prospek Emilio Garcia 23 tahun asal Laredo Texas melepaskan rentetan pukulan kanan keras ke arah Luis Guerrero Garcia, serangan tersebut akhir nya menghasilkan kemenangan TKO pada ronde kedua setelah Garcia menghujani lawan nya dengan pukulan kanan terutama yang mengarah ke kepala.
Hasil ini membuat Emilio Garcia memperbaiki rekor nya menjadi 5-0 semua nya dengan KO sementara Luis Garcia kini memiliki rekor 6-1.
10. Amador Mendez vs Jonathan Martin.
Amador Mendez kemudian membuat penonton semakin bersemangat ketika dia menghantam kepala Jonathan Martin Morales Mendez dengan pukulan kanan.
Tidak lama kemudian, Mendez menutup pertarungan dengan pukulan kiri brutal ke arah perut yang membuat laga kelas ringan ini berakhir hanya dalam 46 detik, dia yang berasal dari Austin Texas kini memiliki rekor 9-0 dengan 5 kemenangan KO, usia nya baru berusia 21 tahun tapi sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi calon penantang tangguh bila terus di asah oleh tangan pelatih berpengalaman.









