Duel Lamont Roach Jr vs Isaac cruz ini adalah salah satu contoh betapa aneh nya dunia penilaian tinju, entah kenapa Roach itu sudah melakukan cukup banyak untuk menang tapi lagi lagi dia pulang tanpa satu pun kartu skor yang berpihak.
Bagi saya pribadi ini dejavu yang super menyebalkan apalagi kalau lihat ekspresi Roach setelah pengumuman kelihatan dia capek sama keputusan model begini, padahal ini debut Roach di 140 lbs dia tampil lumayan cakep walaupun dia kena knockdown ronde 3memang murni hook solid dari Cruz tapi setelah itu Roach bangkit dan main boxing yang jauh lebih berkelass.
Namun juri punya kacamata mereka sendiri, pertarungan ini berakhir majority draw satu juri malah kasih skor 115-111 buat Cruz dua juri kasih 113-113.
Kalau flashback sedikit Roach ini baru saja naik dua kelas beruntun, maret dia melawan Tank Davis itu pun draw, waktu itu Roach lumayan dapat kredit besar dari fans karena bisa bikin Tank terlihat biasa saja, setelah naik kelas lagi dia malah makin sering kena keputusan yang rasa nya kurang adil.
Yang lucu roach tanpak lebih besar dari Cruz tapi Cruz ini kan typical Pitbull pendek tapi maju terus tanpa rem, dari awal bel di bunyikan dia langsung lari seperti biasa, roach ini sebenar nya terlalu mau membuktikan sesuatu dengan mencoba berdiri dan adu sama Cruz, ronde ke 2 Roach melayangkan Counter kanan nya mulai ketemu.
Tapi ronde 3 hook kiri Cruz masuk clean dan bikin Roach terombang ambing, referee benar dalam memberi knockdown karena sarung tangan Roach sempat nyentuh lantai.
Mulai ronde empat sampai pertengahan laga Roach mulai kembali ke versi terbaik nya, bermain jab, kasih kombinasi kecil2 bikin Cruz bingung mau nyerang sebelah mana, tapi dia juga cerdik main body shot kadang terlalu rendah alias low blow.
Ronde 7 itu mulai chaos, banyak clinch, pegangan, penonton mulai bosen Cruz malah kena potong poin karena holding & hitting, kemudian di ronde 8, 9, 10 Roach main boxing murni, Cruz sampai harus coba coba bergerak ke samping bahkan sempat squat sambil menjulurkan lidah lebih kayak tanda malas dari pada confidence.
Ronde 11 Roach nyaris kena masalah Cruz sempat dapat momen tapi waktu nya habis kalau saja ronde itu lanjut 20 detik lagi bisa beda cerita.
Masuk ronde 12 kedua nya main aman tapi tetap coba mencuri poin, Cruz mulai nge gas lagi Roach tetap main jab-right-left hook dia menutup ronde terakhir itu lebih unggul, tapi akhir nya mereka sama sama angkat tangan.
Ketika skor di umumkan lagi lagi Roach harus dengar hasil yang tidak satupun memihak, dia geram dan bilang I’m tired of this shit, di situ Cruz juga terlihat kesal, dia bilang wasit dan juri berpihak pada Roach, ini lucu karena mayoritas fans di luar venue justru merasa Roach yang di rugikan.
Roach bilang Back to the drawing board, itu kata paling pahit dari seorang juara yang sebenar nya pantas dapat kemenangan moral dan publik tapi kehilangan leverage karena keputusan juri.
Pandangan saya pribadi pertarungan ini lebih jelas hasil nya di banding duel Roach vs Tank Davis tapi entah kenapa Roach tetap pulang dengan tangan hampa.
Di partai tambahan sebelum Cruz vs Roach Jr naik ring duel O’Shaquie Foster vs Stephen Fulton sebenar nya sudah lebih dulu bikin mangkel bukan karena pertarungan nya jelek tapi semua drama sebelum bell pertama bahkan berbunyi.
kemenangan O’Shaquie Foster kali ini seolah jadi penegasan bahwa kadang karma bekerja cepat, Stephen Fulton masuk fight ini dengan segala drama terutama soal dia blowing weight, dua pon itu bukan angka kecil di level elite.
setelah fight berjalan Foster nunjukkin bahwa disiplin itu bukan cuma soal timbangan tapi keseluruhan persiapan, yang bikin kocak sekaligus ngeselin dinamika pertandingan ini berubah cuma 40 jam sebelum bell Foster tadi nya mau mempertahankan gelar nya di 130 lbs tiba tiba Fulton datang overweight alhasil di pindahin jadi perebutan gelar sekunder lightweight.
Ini sudah bentuk disrespect yang lumayan fatal apalagi Foster sampai dapet perlakuan anak tiri di perkenalkan lebih dulu pas weigh-in dan ring walk.
Biasa nya, itu treatment buat B-side padahal dia lah juara sebener nya tapi Foster cuek namun berubah jadi performa paling oke.
Sejak ronde pertama reach advantage Foster tuh kerasa, Jabbing seperti mesin sementara fulton mendaratkan satu dua pukulan tapi kurang konsisten, Foster bahkan sempat main southpaw beberapa ronde dan tetap sukses tanda bahwa dia bukan cuma siap tapi lebih baik secara teknis di banding Fulton.
Ronde demi ronde Fulton sempat mendaratkan dua pukulan di satu ronde di level dunia itu angka yang memalukan.
Derek Ennis sudah memberi instruksi jelas, masuk buat Foster bingung jangan main di luar, tapi mau gimana kalau kemampuan nya tidak cukup, Fulton mengejar tapi empty swings everywhere, Foster tinggal comot kesempatan lewat counter kemudian jalan pelan pelan.
Di ronde 10, 11, sampai 12, Fulton makin habis ide Foster tetep santai mendaratkan pukulan jauh lebih banyak Fulton malah tampak bermain se enak nya di ronde terakhir, mungkin tahu harus KO tapi tidak tahu cara nya.
skor akhir nya 117-111, 118-110, 119-109, Fulton sekarang 2-2 dalam empat laga terakhir nya, saat ini dia sedang berada di masa paling membingungkan 126 lbs Kelihatan nya berat balik ke sana 130 lbs Jelas tidak berhasil sedangkan di 135 lbs Debut nya buruk, Foster 24-2 record itu bisa lebih bagus kalau dia tidak di rampok tahun 2024 yang penting dia menang lagi performa nya top dan sekarang punya dua opsi tetap di lightweight atau balik ke 130 lbs.
Menurut saya pribadi Foster punya game buat bersaing di dua divisi sekaligus asal dia tidak kena lagi drama promosi dan penundaan absurd kayak sebelum nya, kalau Cruz vs Roach bikin emosi naik turun kayak ayunan yang ini bikin saya angkat jempol.
#LamontRoachJr #PitbullCruz









