Hasil yang sulit di percaya! Fabio Wardley yang lima bulan lalu mampu menjatuhkan Daniel Dubois dua kali, kali ini justru dibuat tak berdaya sejak bel pertama berbunyi. Sang juara WBO tidak membutuhkan pertarungan panjang untuk mempertahankan sabuk nya, dia hanya perlu dua ronde untuk memaksa sudut Wardley menyerah di O2 Arena London.
Pertarungan ulang yang semula menjanjikan drama kembali ternyata berubah menjadi malam dominasi seperti yang dia katakan PENGHANCURAN TOTAL! Dubois menang setelah wasit Steve Gray menghentikan laga, menyusul keputusan tim Wardley melempar handuk.
Yang membuat hasil ini sangat mengejutkan tidak hanya durasi pertarungan nya tapi cara Dubois mengambil alih keadaan, dulu dia harus melewati perjalanan berat sampai terseok seok sebelum akhir nya menghentikan Wardley, kali ini situasi nya berbalik 280 derajat.
Belum genap 15 detik sejak ronde pertama di mulai, Dubois sudah mendaratkan jab yang di susul pukulan kanan keras hingga menjatuhkan Wardley, sang penantang mampu berdiri kembali, tetapi kondisi kakinya tampak belum pulih.
Dubois tidak membiarkan kesempatan itu berlalu, dia menjaga ketenangan lalu kembali melancarkan pukulan kanan dan kombinasi yang sulit di hindari Wardley, berbeda dari pertemuan pertama ketika dia mampu memberikan tekanan dan menciptakan momen berbahaya, hari ini dia kesulitan membuat Dubois kehilangan kendali.
Sepanjang ronde pembukaan, Wardley beberapa kali terdesak ke tali ring, dia masih berusaha membalas serangan, tetapi pukulan nya tidak cukup untuk menghentikan amarah Dubois, sudut Wardley yang di pimpin Ben Davison bahkan sudah menyiapkan handuk meski akhir nya membiarkan petinjunya menyelesaikan ronde pertama.
Jeda antar ronde seharus nya menjadi kesempatan untuk memulihkan diri dan mengubah strategi, namun kerusakan yang terjadi sejak awal membuat tugas itu ternyata lebih sulit, benar apa yang di katakan Carl Froch saat dia membandingkan dirinya sendiri waktu kalah dengan Mikkel Kessler, tidak bisa pulih walaupun berani naik ring lagi bertemu dengan petinju yang sama.
Wardley keluar untuk ronde kedua dengan membalas melalui serangan agresif, tapi dia melakukan itu ketika Dubois sudah semakin tenang menemukan sasaran, setelah sempat terjadi pelukan dan tempo pertarungan sedikit menurun, Dubois kembali menemukan peluang melalui kombinasi, pukulan kanan nya mendarat telak di dagu, saat ingin mencoba membalas dengan serangan kuat tetapi gagal mengenai sasaran dan sang juara langsung menyambut nya dengan rentetan bertubi tubi.
Ending nya tim Wardley mengambil keputusan untuk menghentikan pertarungan, handuk masuk ke ring mengakhiri malam yang jauh berbeda dari pertemuan pertama mereka, janji nya untuk menebus kesalahan tak terbukti, yang ada hinaan pukulan seperti bayi seolah menjadi kenyataan.
Keputusan itu memperlihatkan betapa berat nya situasi yang di hadapi Wardley, tim nya memilih menghentikan laga dari pada membiarkan nya terus menerima pukulan dalam kondisi yang sudah berat di kendalikan.
Apakah Wardley Memang Serapuh Itu?
Sangat berat untuk tidak terkejut melihat bagaimana pertarungan ini berakhir, kekalahan dalam dua ronde ini membuat penulis bertanya tanya tentang seberapa efektif dia mampu menghadapi tekanan ketika sang juara langsung menemukan sasaran, tapi menyebut nya rapuh hanya berdasarkan hasil ini juga terlalu dangkal.
Pukulan kanan Dubois yang mendarat sejak awal mengubah jalan nya pertarungan sebelum Wardley sempat melakukan start dengan baik, setelah jatuh begitu cepat dan terlihat belum stabil ketika berdiri, dia berada dalam situasi yang sangat berbeda di bandingkan ronde ronde awal pertemuan pertama.
Hal yang paling menonjol adalah peningkatan ketegasan Dubois, dia tidak memberi Wardley waktu untuk mengulang keberhasilan yang pernah di dapat nya pada Mei lalu, serangan nya terarah, jaraknya terjaga dan prediksi penulis kali ini mengakui salah besar.
Kemenangan ini juga menjadi jawaban telak atas kekhawatiran bahwa duel ulang akan kembali berlangsung panjang dan menguras tenaga, Dubois mempertahankan gelar WBO dengan cara lebih cepat dan Wardley harus menerima kenyataan bahwa kesempatan merebut kembali sabuk nya berakhir sebelum dia masuk ke dalam pertarungan sampai berkeringat deras.









