Hubungan Errol Spence Jr dan Tim Tszyu kembali membara hanya 3 hari sebelum keduanya bentrok di Sydney Australia, mantan juara dunia asal Amerika Serikat itu akhir nya mengungkap alasan sebenar nya di balik sikap dingin nya yang tidak mau berjabat tangan.
Sebetul nya Spence tidak keberatan berjabat tangan dengan siapa pun tapi kali sekarang ini Tim Tszyu pernah melontarkan ucapan yang kata nya sudah melewati batas ingin MENGAMBIL MATA atau merusak penglihatan nya saat pertarungan nanti.
Perkataan itu merongrong dalam diri nya, seperti di ketahui, Spence pernah mengalami cidera retina yang memaksa nya mundur dari pertarungan melawan Manny Pacquiao dan memunculkan kekhawatiran karir nya akan berakhir lebih cepat.
Karena itulah, ketika kembali dipertemukan dalam sesi face-off terbaru yang di unggah oleh Main Event, Spence menjelaskan kenapa dia menolak berjabat tangan dengan Tszyu.
“Ya, saya akan berjabat tangan. Tidak ada rasa tidak hormat. Saya hanya tidak merasa perlu berjabat tangan menjelang pertarungan, untuk apa?, dia sudah mengatakan banyak hal yang tidak menghormati saya, saya tidak pernah mengatakan hal yang tidak sopan kepadanya, dia bilang akan mengambil mata saya atau semacamnya, jadi kenapa saya harus menjabat tangan nya?”
Spence bahkan memberikan perumpamaan untuk menggambarkan bagaimana diri nya memandang ucapan tersebut.
“Kalau saya mengatakan akan menghajarnya habis-habisan atau mengakhiri hidupnya, apa dia mau berjabat tangan dengan saya? Saya yakin dia juga tidak mau, itu sama saja.”
Ini sudah menjawab tanda tanya banyak penggemar yang sejak awal penasaran mengapa Spence terlihat begitu dingin setiap kali bertemu Tim Tszyu.
Sebenar nya hubungan mereka memang sudah memanas sejak face off pertama di Las Vegas, kala itu Spence melontarkan sindiran bahwa Tim Tszyu belum mampu keluar dari bayang bayang sang ayah Kostya Tszyu, ucapan itu langsung mengubah suasana konferensi pers yang sebelum nya berlangsung santai.
Awal nya Tim juga mengaku menunjukkan sikap hormat dengan menghampiri Spence untuk berjabat tangan sebelum acara di mulai namun uluran tangan itu di abaikan begitu saja.
Atas insiden itu sebagian fans menilai Spence sengaja memainkan perang psikologis dan Tszyu berusaha menjaga citra sebagai petinju yang sportif, setelah Spence memberikan penjelasan langsung, alasan di balik penolakan jabat tangan itu akhir nya menjadi lebih jelas.
Sekarang Tim Tszyu sama sekali tidak meredakan situasi malah menegaskan diri nya memang sudah memasuki fight mode.
“Delapan minggu lalu suasananya mungkin masih lebih bersahabat, sekarang kami berdua sudah berada dalam mode bertarung, saya ingin memberikan rasa sakit, ingin melakukan kerusakan, itu bukan karena persoalan pribadi, memang itulah yang harus kami lakukan sebagai petinju.”
Penjelasan itu rupa nya belum cukup mengubah pandangan Spence yang menyangkut cidera mata, perbedaan cara pandang itulah yang membuat suasana face-off kali ini kembali kaku tak ada senyum meski mereka akhir nya berdiri berdampingan di depan kamera.
Di luar drama jabat tangan, kedua petinju juga di tanya mengenai berbagai isu lain menjelang duel nanti, Spence sama sekali tidak mempersoalkan status siapa yang menjadi pihak A atau pihak B dalam promosi pertarungan, semua itu tidak akan berarti apa apa setelah bel pertama berbunyi.
“Tidak ada beda nya pihak A atau pihak B, bel akan berbunyi dan kami harus saling bertarung. Pada akhirnya hanya ada saya dan dia di dalam ring.”
Tszyu pun memiliki pandangan yang hampir sama, meski bertarung di hadapan publik Australia dia merasa dukungan puluhan ribu penonton tidak akan banyak memengaruhi jalan nya laga.
“Hanya ada saya dan dia di dalam ring selama 36 menit. Tidak peduli di mana kami bertarung atau siapa yang ada di tribun.”
Ucapan itu menunjukkan bahwa meski perang kata kata terus berlangsung, fokus utama nya tetap tertuju pada pertarungan yang akan menentukan siapa petinju terbaik saat ini.
Ketika sesi wawancara hampir berakhir, suasana kembali dibuat tegang saat kedua petinju diminta memberikan pesan terakhir, Spence memilih mengakhiri semua perdebatan.
“Kata-kata sudah selesai, ini pekan pertarungan, saya siap memakai sarung tangan dan mulai bertarung, dia boleh mengatakan apa pun yang dia mau, nanti kita akan melihat siapa yang terbaik.”
Kata terakhir itu menjadi penutup dari face-off yang berlangsung dingin sejak awal, tidak ada basa basi, hampir tidak ada tanda tanda hubungan kedua nya akan mencair sebelum naik ke atas ring dan di prediksi akan berlangsung brutal.
Baca juga:
#ErrolSpenceJr #TimTszyu









