Terence Crawford tidak yakin Christian Mbilli mampu mengalahkan Canelo Alvarez bila kedua nya terlibat dalam pertarungan yang mengandalkan kemampuan tinju, dia memprediksi mantan penguasa menengah super itu bisa menghentikan nya meskipun mengakui tekanan liar petinju Prancis-Kamerun bisa merepotkan lawan.
Pendapat Crawford bukan asal ceplos, dia sudah merasakan sendiri kemampuan Canelo di atas ring, dalam pertemuan mereka di Las Vegas pada September 2025 sukses merebut semua gelar nya melalui keputusan angka mutlak, pengalaman itu menjadi patokan tentang kekuatan dan kelemahan nya.
Saat membahas peluang Mbilli, Crawford menilai gaya bertarung nya justru cocok untuk di hadapi Canelo yang terkenal agresif dan gemar terus maju menekan lawan tetapi juga beresiko jika tidak mampu mengatur pergerakan dan pertahanan nya.
“Saya tidak melihat dia bisa mengalahkan Canelo dalam kemampuan bertinju, peluang terbaik nya adalah terus melepaskan pukulan, membuat Canelo kerepotan dalam pertarungan fisik dan mengubah duel itu menjadi pertarungan keras, aktivitas nya bisa menjadi masalah, saya tidak akan menyangkal nya, namun kalau Canelo bisa memukul tanpa membuat nya gentar, Mbilli punya peluang, saya tetap merasa Canelo akan menempatkan kekuatan penuh di balik pukulan nya, melemahkan Mbilli sedikit demi sedikit, lalu menghentikan nya pada ronde akhir,” kata Crawford.
Crawford juga menyinggung kebiasaan Mbilli bergerak maju dalam garis lurus, jika terus berulang, Canelo bisa mendapat banyak kesempatan untuk melancarkan pukulan kanan lurus, dia perlu bergerak menyamping dan tidak hanya mengandalkan tekanan agar tidak terus berada di jalur serangan lawan.
Mbilli juga harus memanfaatkan kesempatan ketika berhasil mendorong Canelo mundur, serangan ke body bisa mengurangi tenaga Canelo, sementara footwork akan membantu nya menghindari pukulan balasan, tanpa variasi tersebut gerak nya bisa mudah di baca.
Walaupun menjagokan Canelo, Crawford mempertanyakan kembali nya setelah lama tidak bertanding dan menjalani operasi, karena usia dan masa absen bisa saja berpengaruh.
Ketika di tanya jenis pukulan yang akan mengakhiri pertarungan, dia tidak terpaku pada satu senjata. Ia menyebut uppercut, pukulan kanan, hingga hook kiri sebagai serangan yang bisa menjadi penentu, jawaban itu searah dengan penilaian nya bahwa juara WBC itu beresiko membuka banyak kelemahan apabila terus maju tanpa mengubah sudut serangan.
Prediksi Crawford jelas berpihak kepada Canelo, tetapi ia juga menyampaikan syarat yang bisa membuat Mbilli bertahan dalam persaingan, dia harus mampu menekan tanpa menjadi sasaran empuk, jika bisa membuat Canelo tersudut dan mampu menghindari pukulan keras nya peluang nya akan tetap terbuka.
Ini hanya pendapat bukan kepastian, karena di dalam ring tidak ada yang tahu bagaimana jalan nya pertarungan, Crawford juga bisa salah, dulu dia yakin Richard Torrez Jr yang lebih muda akan mengalahkan Frank Sanchez di Arab Saudi, kenyataan nya di hancurkan sampai guling guling tak bisa berdiri.
Penulis pun sama tak luput dari kesalahan, kemarin memprediksi Wardley akan menghajar balik Dubois di rematch, yang ada malah sebaliknya di hentikan lebih cepat, hanya duel Hrgovic vs Itauma yang betul selisih 1 ronde, intinya menang TKO.









