Tidak banyak petinju yang masuk ring dengan dua hal sekaligus di pundak nya antara rekor tak terkalahkan dan peluang menuju perebutan gelar dunia, Kenneth Llover memiliki itu semua saat terbang ke Jepang untuk menghadapi Michael Angeletti dalam duel eliminator IBF kelas bantam.
Bagi petinju Filipina itu kemenangan akan membawa nya ke jalur terdekat dengan kesempatan menjadi juara dunia untuk pertama kali nya, selama beberapa menit pertama semua terlihat berjalan sesuai rencana.
Angeletti terjatuh di ronde ke 2 banyak yang mengira Llover sedang menuju kemenangan terbesar namun di sini tidak selalu di tentukan oleh satu pukulan saja apa yang terjadi setelah knockdown itulah yang akhir nya menentukan nasib kedua petinju.
Saat bel ronde terakhir berbunyi Angeletti keluar sebagai pemenang dan Llover harus menerima kekalahan pertama sebagai petinju profesional padahal awalnya tidak terlihat akan berakhir seperti itu.
Llover hadir dengan gaya perang yang membuat nya di kenal sebagai salah satu prospek terbaik Filipina dengan bergerak maju tanpa ada rasa gugup sedikit pun, Angeletti tidak banyak memberikan perlawanan terbuka di awal laga, dia lebih melihat serangan yang di bawa lawan nya hanya melepaskan jab untuk menjaga agar tidak kebobolan tetapi secara umum dia lebih berhati-hati di banding Llover.
Lalu datang ronde ke 2 pukulan keras dari Llover mengenai sasaran dan membuat Angeletti jatuh ke kanvas, wasit memberikan hitungan dan petinju Amerika itu benar berada dalam tekanan.
Knockdown tersebut menjadi momen paling besar yang di ciptakan Llover tapi jalan nya pertarungan masih panjang, dia tetap fokus juga semakin disiplin, Angeletti tidak membalas secara emosional atau mengejar pertukaran pukulan sebalik nya mulai bertarung dengan cara yang lebih cerdas.
Setelah bangkit dia tidak mencari KO tapi memenangkan poin di setiap ronde, trik itu perlahan mengubah arah pertandingan.
Llover tetap agresif terus maju menyeret lawan nya mundur ke tali namun agresivitas saja kadang tidak cukup jika lawan mampu mengendalikan dengan baik, tak lama Angeletti mulai menemukan jalan nya, jab yang di lepaskan mulai sering mengenai sasaran dan fotwork nya membuat Llover harus mengubah arah sudut serangan.
Penonton mungkin lebih mudah mengingat knockdown itu tetapi para juri harus menilai seluruh pertarungan.
Dalam banyak ronde Angeletti terlihat melakukan pekerjaan nya lebih unggul, Llover masih beberapa kali mencuri perhatian dengan tekanan yang terus dia berikan namun semakin lama dia terlihat kesulitan menemukan arah tembak seperti yang menjatuhkan lawan nya di awal pertarungan.
Angeletti seolah belajar dari kesalahan yang membuat nya terjatuh, dia tidak lagi memberikan target yang sama atau berdiri terlalu lama di depan lawan.
Petinju Amerika itu mulai membuat Llover mengikuti permainan nya, ini yang sering tidak terlihat jika hanya membaca hasil, banyak penggemar melihat knockdown lalu menganggap petinju yang mencetak nya otomatis unggul jauh tapi kenyataan nya tidak selalu seperti itu.
Dalam duel ini Angeletti menunjukkan bahwa kehilangan satu ronde secara telak tidak berarti kehilangan seluruh pertarungan, dia menerima kerugian itu lalu bangkit mulai mengumpulkan poin melalui pukulan yang lebih akurat.
Ketika laga memasuki ronde akhir Angeletti tahu apa yang harus di lakukan tidak perlu mencetak knockdown hanya menjaga apa yang sudah berhasil di bangunnya sejak pertengahan.
Sementara Llover terus berusaha membalikkan keadaan tetapi pertarungan sudah tidak berjalan seperti yang di harapkan nya setelah ronde kedua.
Saat keputusan juri di umumkan hasil nya mengonfirmasi apa yang mulai terlihat, Michael Angeletti di nyatakan sebagai pemenang lewat split decision.
Kemenangan ini lebih dari mempertahankan rekor tak terkalahk tapi juga berhasil memenangkan duel terbesar dan mengamankan posisi yang sangat dekat dengan perebutan gelar dunia.
Angeletti saat memiliki rekor 15-0-(8 KO) berhasil membuktikan bahwa diri nya mampu bangkit dari knockdown, sementara Llover harus pulang dengan pelajaran yang tidak menyenangkan rekor nya ternoda dan jalur impian nya terhambat.
Ini penampilan Llover ke 4 kali nya di jepang, sebelum nya pada Desember 2025 di arena inilah dia menghancurkan petinju cina Ayati Sailike dengan KO hanya di ronde ke 2 dan Angeletti baru pertama kali ke jepang setelah seluruh karir nya berlangsung di Amerika Serikat.
Baca juga:
#MichaelAngeletti #KennethLlover









