Petinju Jepang berusia 21 tahun, Kazusa Kawabuchi membuat kejutan besar dengan menghentikan veteran Kazuto Takesako dalam pertarungan kelas menengah di Korakuen Hall Tokyo.
Hasil tersebut menjadi kemenangan terbesar sejauh ini dalam karir Kawabuchi yang masih sangat muda yang baru menjalani pertarungan profesional kelima nya dan tetap sempurna dengan rekor 5-0, 4 KO.
Pertarungan ini menjadi bagian dari Treasure Boxing 14, sebelum pertarungan para pengamat menempatkan nya sebagai underdog meskipun melihat banyak keunggulan teknis pada petinju muda itu.
Kawabuchi memiliki perbedaan usia 14 tahun dari Takesako, gaya kidal dengan tinggi sekitar 180 cm dan dikenal memiliki kecepatan kaki dan tangan yang lebih baik, memulai debut pada November 2024.
Awal pertarungan tidak berjalan semudah yang di perkirakan, Kawabuchi beberapa kali menerima pukulan kanan Takesako, veteran berusia 35 tahun itu terus maju dan memaksa pertarungan berlangsung dalam tekanan tinggi.
Takesako memang bukan petinju yang banyak bergerak, dia lebih nyaman berdiri tegak dan maju untuk melepaskan pukulan, tapi itu menjadi sasaran yang relatif mudah di baca ketika dah Kawabuchi akhirnya menemukan apa yang di cari.
Setelah beberapa ronde awal, Kawabuchi mulai mengubah cara bergerak nya, berdiri di depan Takesako dan memblok serangan, dia mulai berputar menjauh dari sisi pukulan.
Tangan kanan yang sebelum nya menjadi senjata Takesako mulai kehilangan kesempatan untuk mengenai sasaran, di saat yang sama Kawabuchi melempar jab saat lawan bergerak maju, dia tidak harus mundur jauh cukup mengubah sudut, lalu melepaskan pukulan dari posisi yang membuat nya kesulitan membalas.
Kawabuchi mulai memanfaatkan keunggulan kecepatan dan sudut nya secara maksimal, tangan kiri berkali kali menemukan sasaran ketika Takesako bergerak masuk, serangan tersebut tidak hanya menghasilkan poin dampak nya juga mulai terlihat pada wajah Takesako.
Mata kanan sang veteran perlahan membengkak akibat pukulan yang masuk secara berulang, situasi itu membuat pengalaman Takesako tak mampu untuk membalikkan keadaan.
Kerusakan pada wajah Takesako menjadi terlalu besar, memasuki ronde ke 7 mata kanan nya sudah hampir tertutup akibat pembengkakan, Kawabuchi masih mampu mendaratkan pukulan dari sisi kiri dengan konsisten, wasit kemudian memutuskan cukup karena sang petarung sudah menerima cukup banyak kerusakan dan menghentikan pertarungan.
Hasil ini mengubah Kawabuchi dari prospek biasa menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan di kancah tinju domestik Jepang, kemenangan ini juga memiliki bobot lebih besar karena Takesako bukan petinju debutan, dia sudah lama menjadi bagian dari persaingan, dia merebut gelar kelas menengah Jepang pada 2018 dan kemudian menjadi pemegang gelar regional OPBF.
Dalam beberapa tahun terakhir, dia juga sudah menghadapi sejumlah lawan berpengalaman di level internasional dan regional.
2. Alex Santisima vs Yukinori Oguni.
Setelah petinju muda Jepang itu menghentikan Kazuto Takesako, Alex Santisima memberikan hasil mengejutkan dengan mengakhiri pertarungan melawan mantan juara dunia Yukinori Oguni di ronde ke 8.
Santisima memasuki ring sebagai petinju yang di unggulkan dan Oguni membawa pengalaman yang membuat nya menjadi pihak yang lebih di perhitungkan sebelum pertandingan di mulai.
Jalan nya laga perlahan mengubah gambaran tersebut, Santisima tidak menunggu Oguni mengambil kendali, sejak ronde awal, petinju asal Filipina itu langsung menaikkan tempo dan memaksa Oguni merespons membuat pertahanan mantan juara dunia IBF terdesak.
Oguni tak hanya berdiri, beberapa kali membalas dengan serangan bertenaga ingin menghentikan tekanan Santisima sebelum berkembang terlalu jauh, pertukaran serangan menjadikan duel ini tetap terbuka karena kedua petinju mendapatkan kesempatan untuk mencetak momen penting.
Pertarungan yang masih berlangsung sengit akhir nya berubah di putaran kedelapan, Santisima menemukan momen yang tepat untuk melepaskan tangan kanan keras, pukulan mengguncang Oguni, wasit menilai kondisi itu sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Santisima karena dia berhasil mengalahkan petinju dengan pengalaman di level dunia sekaligus melakukan nya ketika datang tanpa banyak pihak yang menjagokan nya.
Malam di Tokyo berakhir dengan kekecewaan untuk tuan rumah, Oguni gagal menggunakan pengalaman dan status nya untuk melewati Santisima.
Usai kemenangan, Santisima langsung berbicara mengenai pekerjaan yang masih harus di lakukan, dia berjanji untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan nya, kemenangan atas Oguni ingin di jadikan nya sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih berat, rekor nya kini meningkat 14-2-(8 KO).
Baca juga:
#KazusaKawabuchi #AlexSantisima









