David Nyika kembali membuka jalan menuju gelar dunia IBF setelah mengalahkan Floyd Masson dalam pertarungan eliminator di Selandia Baru, dia tampil selama 12 ronde dan berhasil mengamankan kemenangan melalui unanimous decision dengan skor 115-112, 115-112 dan 116-111.
Hasil ini menempatkan nya di posisi teratas dalam perebutan sabuk IBF kelas cruiserweight yang saat ini berstatus kosong.
Kemenangan ini juga punya sejarah karena Nyika sebelum nya pernah berada di posisi yang sama tetapi harus melewati pengalaman pahit ketika berhadapan dengan Jai Opetaia.
Pada Januari 2025, Nyika datang dengan rekor 0 kekalahan untuk menantang Opetaia yang ketika itu memegang sabuk IBF dan The Ring, di dalam ring dia menunjukkan keberanian dengan menekan sang juara sejak awal tetapi kualitas dan daya rusak Opetaia akhir nya terlalu sulit untuk diatasi.
Opetaia menjatuhkan Nyika dua kali pada ronde ke 4 dan pertarungan berakhir melalui KO, walaupun kecewa dia menghilang setelah mengalami kekalahan telak dari salah satu petinju terbaik di kelas cruiserweight, kini telah melewati satu lagi ujian penting dengan mengalahkan Masson dalam 12 ronde.
Ada cerita besar di balik perebutan gelar IBF ini, Opetaia memang berhasil mempertahankan status nya sebagai salah satu petinju terbaik tetapi hubungan nya dengan organisasi berakhir setelah dia memilih bertarung di bawah naungan Zuffa Boxing.
Pada 8 Maret 2026, Opetaia menghadapi Brandon Glanton dalam main event Zuffa Boxing 04, pertarungan itu mempertemukan tiga kepentingan gelar, sabuk The Ring, sabuk baru dan rencana mempertahankan gelar IBF.
Masalah nya IBF tidak mengakui gelar Zuffa sebagai bagian dari sistem kejuaraan yang mereka sahkan, setelah konferensi pers menunjukkan bahwa sabuk Zuffa akan di perebutkan sebagai sebuah kejuaraan lalu menarik kembali sanction untuk pertandingan, akibat nya laga Opetaia vs Glanton berubah menjadi unsanctioned contest menurut aturan mereka.
Opetaia tetap naik ring dan mengalahkan Glanton dengan keputusan mutlak 119-106 di ketiga kartu juri, sekaligus menjadi juara cruiserweight pertama Zuffa Boxing, tetapi kemenangan itu tidak menyelamatkan sabuk milik nya, pada 23 Maret IBF secara resmi mencopot Opetaia dari posisi juara.
Dengan demikian, Opetaia masih mempertahankan gelar The Ring dan juga sabuk Zuffa Boxing tetapi tidak lagi menjadi juara IBF, yang terbaru dia akan akan mempertaruhkan gelar The Ring milik nya menghadapi juara WBC Noel Mikaelian pada 12 September 2026.
Laporan sebelum pertarungan Nyika vs Masson memang sudah menyebut pemenang eliminator ini akan di arahkan menuju Riley, bila tidak ada perubahan maka pertarungan ini akan menjadi kesempatan besar untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Opetaia bukan akhir dari perjalanan nya menuju puncak kelas cruiserweight.
Di partai tambahan dari petinju wanita, Sheilla Yama mempertahankan rekor tak terkalahkan nya menjadi 8-0-(3 KO) melawan petinju Australia Jessica Messina lewat kemenangan mutlak.
Dari kelas berat Hemi Ahio terus melaju kencang setelah mengalami kekalahan pertama nya pada 2022 melawan Faiga Opelu, kali ini dia menghajar TKO Joe Ageli pada putaran ke 3, masih di kelas yang sama John Parker harus menerima kekalahan angka tipis atas Kyle Merewether selama 6 ronde.
Petinju prospek kelas berat dari Australia berusia 20 tahun Alex Leapai Jr menang lewat RTD atas Arsene Fosso di ronde ke 3, lewat hasil ini dia mengoleksi 10-0-(9 KO), di kelas Welter Cassidy Thonrberry berhasil melewati 4 ronde melawan Ross Malthus dan perpanjang rekor nya menjadi 5-0-(1 KO).
Kemudian debutan di kelas menengah super Charles Victor Baice mengalahkan sesama dari Selandia Baru Ijah Allen lewat TKO ronde pertama, lalu petinju 42 tahun Liam Messam menang atas Luke Siaki di putaran 1, yang terakhir Manu Vatuvei menghancurkan Rene Ranger hanya dalam 1 ronde.
Baca juga:
#DavidNyika #IBF









