Kekalahan Moses Itauma dari Filip Hrgovic ternyata tidak hanya tentang stamina, Timothy Bradley melihat masalah yang lebih besar di balik tumbang nya, dari persiapan dan keputusan corner yang dinilai nya gagal mengantisipasi jalan nya pertarungan.
Itauma tampil sangat dominan, dari kecepatan, kombinasi pukulan serta tekanan yang di berikan membuat Hrgovic tak bisa leluasa menyerang balik, namun situasi berubah 180 derajat ketika mulai kehilangan tenaga setelah berusaha mempertahankan tempo tinggi untuk mencari kemenangan KO.
Hrgovic yang mampu bertahan dari rentetan serangan itu kemudian mendapatkan momentum, Itauma akhirnya terhenti di ronde ke 9 setelah tidak lagi mampu menopang tubuh nya, bagi Bradley masalah nya bukan semata-mata karena masih minim pengalaman, dia melontarkan kritik paling keras kepada tim yang berada di sudut ring nya.
Bradley melihat Itauma terlalu bergantung pada kekuatan memaksakan penyelesaian ketika Hrgovic ternyata tak bisa di tumbangkan, seorang petinju kelas berat harus di persiapkan untuk menghadapi pertarungan panjang jangan hanya skenario kemenangan cepat, dia menolak keras anggapan bahwa Itauma tidak siap karena sebelum nya belum pernah menjalani pertarungan profesional sampai 12 ronde.
Pengalaman tersebut seharus nya sudah di bangun dalam sesi latihan, petinju harus merasakan bagaimana bertarung dalam kondisi lelah sebelum situasi muncul di pertandingan resmi.
“Kamu bukan sedang bersiap untuk 6 atau 9 ronde, kamu harus bersiap untuk 12 ronde keras, dan orang-orang bilang, ‘Oh, dia masih kurang pengalaman, dia baru menjalani enam ronde, kalian tahu petinju kelas berat mempersiapkan diri di gym, ketika saya pertama kali mulai berlatih tinju secara profesional, saya berlari 5 sampai 8 mil dan menjalani 4 ronde, saya membangun diri untuk 12 ronde, begitulah cara berlatih, kamu harus mempersiapkan diri untuk jangka panjang, coba lakukan ronde 4 menit. Itu akan menunjukkan bagaimana caranya mengatur tempo, ucap Bradley di kanal pribadinya.”
Yang jadi PR Itauma bahkan bukan hanya mengenai kondisi fisik, dia melihat ada masalah dalam cara sang petinju membaca situasi ketika KO yang di incarnya tidak kunjung datang.
Itauma tetap memaksakan serangan besar demi mengakhiri pertarungan sedangkan Hrgovic tenang bertahan, energi yang seharus nya bisa di gunakan untuk mempertahankan dominasi akhir nya terkuras.
Kritik Bradley berubah lebih tajam, dia menyalahkan corner Itauma karena tidak memberikan solusi ketika pertarungan mulai tak terkendali, seharus nya mereka mengatakan kepada petinju nya untuk menurunkan tempo, berhenti memaksakan KO dan kembali bertinju ketika Hrgovic mampu bertahan dari serangan.
Bradley juga merasa Itauma tidak di persiapkan secara mental untuk menghadapi situasi seperti ini, seorang petinju muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dan power tapi juga harus tahu apa yang harus di lakukan ketika KO yang di inginkan tak bisa di raih, mantan juara dunia itu sampai memberikan kesimpulan ekstrem Itauma membutuhkan perubahan besar di dalam tim nya.
“Moses, pecat timmu! mereka tidak mempersiapkanmu untuk ini, tidak membuatmu siap secara mental, tidak membuatmu siap secara taktis sama sekali, tidak, ada hal-hal teknis yang seharus nya harus kamu lakukan, kamu sebenar nya bisa menangani semua itu sendiri, tapi mereka tidak mempersiapkanmu, dari sisi conditioning, fisik, mereka sama sekali tidak membuatmu siap, persiapanmu untuk pertarungan ini benar-benar buruk, buang saja semua nya ke tempat sampah, kawan. Serius, kamu butuh tim baru, mereka mengecewakanmu, terlalu banyak orang yang hanya mengiyakan semua yang kamu lakukan, sekarang kita tahu kenapa tubuhmu terlihat begitu lembek dan fluffy, Sial! Kamu punya darah Nigeria di tubuh mu, Nak, tubuhmu tidak seharusnya terlihat lembek seperti itu, kamu seharus nya terlihat kokoh,”.
Serangan tersebut bukan kritik biasa, Bradley tidak hanya mempertanyakan satu keputusan dalam pertarungan tetapi menilai keseluruhan persiapan Itauma telah gagal ketika menghadapi ujian terberat nya.
Selanjut nya apa tindakan yang akan dilakukan tim nya setelah kritik keras ini, sebab jika benar masalah nya berada pada persiapan dan strategi, kekalahan dari Hrgovic bisa menjadi tugas serius, kalau kesalahan yang sama kembali terjadi maka ini mungkin tidak hanya malam buruk bagi Itauma namun pertanda bahwa ada sesuatu yang lebih fundamental yang harus dibenahi di dalam tim nya.









