Pertemuan dengan Tenshin Nasukawa terasa seperti duel yang sudah di gariskan sejak lama seolah semua orang menunggu kapan dua nama besar ini akhir nya saling menguji di panggung yang sesungguh nya.
Tenshin bukan petinju yang lahir dari jalur konvensional, dia datang dari dunia kickboxing sebuah dunia yang membuat nya menjadi legenda sebelum berusia 25 tahun.
Dari remaja sampai dewasa muda dia menghabiskan waktu nya di ring dengan menendang, memutar dan memecah lawan dengan teknik teknik yang hanya di miliki segelintir atlet dunia.
Ketika pindah ke tinju banyak yang mengatakan dia hanya BULE SINGGAH.
Baca juga: David benavidez resmi bentrok melawan Gilberto ramirez mei 2026
Bintang lain yang mencoba hal baru sebelum kembali ke tempat asal tapi kenyataan nya dalam waktu singkat dia membuat banyak petinju profesional berhenti bercanda karena membawa sesuatu yang tidak biasa refleks brilian juga sudut pukulan yang sulit di prediksi.
Karena itu pertarungan melawan Takuma terasa seperti ujian penting.
Takuma sendiri datang dari situasi mental yang tidak mudah, ada kekalahan, ceder dan periode yang memaksa nya jauh dari sorotan.
Namun malam ini takuma hadir dengan energi lain, dia terlihat seperti petarung yang sudah melewati jurang personal dan kembali dengan sikap baru.
Baca juga:
Begitu pertandingan di mulai kedua nya tidak saling terjang atau sekadar adu otot.
Sebalik nya yang terjadi adalah pertarungan kepala, mereka saling membaca, menebak sensor refleks masing masing.
Tenshin masih dengan ciri khas nya membiarkan lawan bergerak dulu lalu merespons dengan satu pukulan cepat, banyak momen awal dia membuat Takuma memukul tak tepat sasaran tapi sedikit demi sedikit takuma mulai menemukan ruang.
Dia tidak mengendorkan serangan, pukulan kanan yang awal nya sering tidak berhasil mulai menemukan tujuan nya, tenshin masih bisa kabur tapi tiap langkah nya semakin memakan energi.
Pertarungan berubah bentuk, kalau di awal Tenshin yang menunggu dan Takuma yang masuk terlalu tergesa.
Kini Takuma membuat Tenshin yang di paksa mengambil keputusan duluan, bukan karena pukulan besar atau drama tapi karena bahasa tubuh kedua nya mulai berubah.
Ketika Tenshin masih mencari sudut baru Takuma sudah mulai menghemat energi dan hanya mengeluarkan nya ketika peluang terbuka.
Pukulan Takuma tidak hanya hanya mengenai target tapi membuat Tenshin berfikir ulang sebelum masuk lagi.
Dari sudut ring Takuma sang ayah sekaligus pelatih memberi semangat yang jelas.
Bukan teriakan panik atau instruksi terburu buru tapi dorongan agar Takuma tidak puas terlalu cepat dan menjaga kendali sampai akhir.
Ketika duel mendekati detik detik penutup Tenshin sebenar nya masih berusaha membuka peluang.
Ada satu dua pukulan Tenshin yang masuk lumayan telak tetapi efek nya tidak membuat pertandingan kembali berubah.
Justru Takuma yang mampu mencuri momen terakhir dengan pukulan kanan, begitu bel terakhir berbunyi cara Takuma menepukkan tangan menunjukkan perasaan yang lebih besar dari kemenangan pertandingan.
Itu ekspresi seseorang yang baru saja menutup panjang dalam hidup nya.
Keputusan juri mengangkat tangan Takuma secara mutlak dan sabuk WBC kembali menjadi milik nya.
Sabuk yang sebelum nya kosong setelah Junto Nakatani naik kelas kini kembali ke keluarga Inoue, ini sejarah bagi Takuma dia kembali setelah cidera panjang kekalahan yang menyakitkan dan suara yang meragukan karir nya.
Sementara it Tenshin harus menerima sesuatu yang belum pernah dia alami di arena mana pun yaiitu ekalahan resmi.
Dari belasan tahun bertarung baru kali ini dia meninggalkan arena dengan hasil tidak sesuai harapan, namun kalau melihat perkembangan teknik dan mental nya selama pertandingan. jelas karir disini masih jauh dari titik akhir.
Baca juga:
Rasa nya tidak lengkap membahas gelaran tinju di Toyota Arena tanpa menyinggung partai pendukung utama nya.
Pada duel kali ini ada eliminator kelas bulu IBF yang mempertemukan Ra’eese Aleem dengan Mikito Nakano.
Bertarung jauh dari rumah bukan sesuatu baru bagi Ra’eese Aleem.
Namun kali ini dia datang ke Tokyo dengan beban besar membuktikan bahwa diri nya masih layak berada dalam peta perebutan gelar dunia, dia menjawab semua nya dengan performa yang sangat bagus.
Sejak ronde awal Mikito Nakano mencoba mengambil kendali dengan jab cepat dan tembakan lurus yang membuat nya tanpak rileks di depan publik sendiri.
Tetapi keunggulan itu tidak berlangsung lama, Aleem mulai membaca arah serangan dan mengubah strategi pada ronde kedua bergerak terus memaksa Nakano mengejar mencuri poin lewat pukulan hook nya.
Pengalaman Aleem terlihat, setelah kekalahan menyakitkan di Australia dia seperti menolak mengulang masa lalu.
Setiap kali menembak pukulan dari jarak aman aleem langsung menghilang dari posisi serangan Nakano sebelum balasan datang, ini berhasil meredam serangan tuan rumah sepanjang pertarungan tengah.
Nakano bukannya tidak punya momen, beberapa kali pukulan kiri andalan nya mendarat terutama ketika Aleem terlambat keluar dari sudut.
Tetapi mayoritas serangan nya datang satu satu tidak cukup untuk membalik jalan nya pertarungan, Aleem terlalu gesit tahu harus mematikan bahaya dengan clinch.
Ketegangan memuncak di ronde ke 10, Nakano mulai maju lebih berani demi mencari perubahan.
Tapi disitu Aleem memukul balik dengan tangan kanan yang menghantam telak dan membuat Nakano tersungkur satu satu nya knockdown dalam laga ini.
Nakano memulai ronde 12 dengan dukungan penuh arena, karena hanya KO yang bisa menyelamatkan nya, dia sempat mendaratkan pukulan yang membuat Aleem mundur.
Namun Aleem tetap santaiii merespons, bergerak dan mengunci pertarungan saat di perlukan.
Ketika bel berbunyi kemenangan berpihak pada sang penantang asal Amerika, skor resmi 115–112. 116–111. 118–109
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Nakano (14-1, 13 KO), performa malam itu menunjukkan bahwa untuk naik ke level atas dia masih membutuhkan peningkatan konsistensi dan pengalaman menghadapi lawan sekelas.
Aleem kini mencatat 23-1 (12 KO) mengubah nasib dalam karir nya setelah bergabung dengan tim baru dan mendapatkan dukungan Manny Pacquiao Promotions.
Tujuan nya menunggu pemenang dari pertarungan Angelo Leo vs Lerato Dlamini pada 21 Februari, kemenangan di Tokyo menunjukkan Ra’eese Aleem masih ada daya ke depan nya.
#TakumaInoue #TenshinNasukawa #TinjuDunia #WBC









