Mourad Aliev merebut gelar WBC Silver kelas berat setelah mengalahkan petinju tuan rumah Umut Camkiran melalui keputusan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde di Ülker Sports Arena Istanbul Turki Sabtu malam (7/11/2026) waktu setempat, tapi kemenangan petinju Prancis itu justru tertutup oleh keributan massal yang pecah sesaat setelah pertandingan berakhir.
Aliev datang ke Istanbul dengan rekor 15-1 dan 11 kemenangan KO, sibkidal berusia 31 tahun tersebut memiliki keunggulan postur dengan tinggi badan mencapai 201 cm, sedangkan Camkiran yang berusia 37 tahun memiliki tinggi sekitar 183 cm dan memasuki pertarungan dengan catatan sempurna 25 kemenangan termasuk 23 KO.
Aliev lebih banyak memanfaatkan jangkauan dan pukulan jab untuk menjaga Camkiran tak bisa masuk, 4 ronde pertama ketiga juri memberikan keunggulan untuk Aliev 40-36, posisi Camkiran semakin tak terkendali ketika dia kehilangan satu poin akibat melayangkan pukulan setelah bel ronde ke 5 berbunyi.
Camkiran mengaku tidak mendengar suara bel karena kebisingan penonton di arena namun pengurangan poin tetap di berlakukan dan pertandingan berlanjut.
Memasuki ronde 8 ke atas, Camkiran meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan, dia terus memaksa lawan nya bertarung dalam jarak dekat, sedangkan Aliev selalu menghindari pertukaran pukulan yang tidak perlu.
Dari sini duel sudah mulai membosankan, banyak clinch usai Camkiran memukul, Aliev hanya sesekali membalas lalu mundur berlari, saat mereka berpelukan Camkiran memukul rusuk dan wasit sudah berusaha melerai nya lalu Aliev membalas dengan pukulan tepat di bokong petinju tuan rumah tersebut.
Masuk di ronde ke 10 akan berakhir beberapa detik kembali lagi terjadi rabbit punch dengan sengaja yang di lakukan oleh Camkiran, Aliev mundur kesakitan menuju pojok ring tapi wasit memberikan pengurangan poin.
Kedua petinju akhirnya menyelesaikan seluruh 12 ronde tanpa KO,nAliev dinyatakan menang melalui keputusan angka mutlak dan membawa pulang sabuk WBC Silver kelas berat yang sebelum nya kosong, hasil ini memberikan kekalahan pertama dalam karir profesional Camkiran.
Suasana yang semula di penuhi ketegangan pertandingan berubah menjadi kekacauan setelah bel terakhir, mereka saling mengangkat tangan, kamera menangkap Aliev terlihat melakukan gestur provokatif ke arah penonton, posisi tangan nya mengarah ke area seksual.
Camkiran kemudian menghampiri Aliev dan melayangkan pukulan ke arah perut nya, dari sini anggota tim kedua petinju, ofisial, serta petugas keamanan langsung masuk ke dalam ring, dalam waktu singkat situasi berubah menjadi perkelahian massal yang melibatkan banyak orang.
Aliev menerima sejumlah pukulan, termasuk serangan ke bagian belakang kepala, beberapa orang terlihat saling mengejar di dalam ring, sementara benda benda di lemparkan dari berbagai arah.
Keributan tidak berhenti ketika Aliev berusaha meninggalkan arena, dia kembali menjadi sasaran lemparan kursi dan berbagai benda saat berjalan menuju ruang ganti, akhirnya berhasil keluar dari arena di tengah situasi yang masih kacau menurut laporan Le Parisian.
Hingga laporan ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi Aliev setelah insiden itu, penyelenggara juga belum mengeluarkan pernyataan khusus mengenai keributan yang terjadi.
Profil Mourad Aliev dan Umut Camkiran.
Aliev bukan nama baru di dunia tinju internasional, lahir di Moskow pada 31 Juli 1995, lalu pindah ke Prancis ketika berusia 6 tahun, kemudian memperoleh kewarganegaraan Prancis setelah berusia 18 tahun, dia mewakili Prancis dalam kompetisi internasional pada 2019.
Sebelum beralih ke tinju profesional, Aliev meraih medali perak kelas berat pada European Games 2019 di Minsk. Ia juga tampil di Olimpiade Tokyo 2020, meskipun perjalanan nya berakhir kontroversial setelah di diskualifikasi dalam pertandingan melawan Frazer Clarke, Aliev sempat menolak meninggalkan ring sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut.
Aliev menjalani debut profesional pada November 2021, kekalahan pertama nya terjadi pada Juni 2025 ketika ia kalah angka dari Labinot Xhoxhaj, setelah itu dia bangkit dengan dua kemenangan sebelum menghadapi Camkiran di Istanbul, catatan nya menjadi 16-1 dengan 11 KO.
Camkiran lahir di Saulgau Jerman pada 21 Februari 1989 dan kemudian membangun karir nya di Turki, di juluki Anatolian Lion, memulai karir pada September 2013 dan mengumpulkan 25 kemenangan tanpa kekalahan sebelum bertemu Aliev.
Camkiran juga pernah memegang sejumlah gelar regional, termasuk UBF European Heavyweight, WBC Mediterranean dan WBC Asia, tapi kesempatan untuk menambah gelar WBC Silver di hadapan pendukung nya sendiri berakhir dengan kekalahan pertama nya.

















