Rencana Jaime Munguia menghadapi Nikita Zon pada 31 Oktober kini menghadapi masalah serius, WBA memgonfirmasi bahwa pertarungan tersebut belum mendapat persetujuan, sementara Bektemir Melikuziev tetap berstatus penantang resmi yang harus di hadapi untuk mempertahankan gelar kelas menengah super.
Pernyataan itu disampaikan langsung melalui akun X resmi WBA pada 8 Oktober waktu setempat, badan tinju juga menyatakan akan meninjau situasi nya dulu, berarti pertarungan itu tidak mendapatkan restu sebagai pertahanan gelar.

Masalah nya bukan semata-mata siapa lawan yang di pilih Munguia, karena pada 21 September WBA telah memerintahkan sang juara untuk bernegosiasi dengan Melikuziev, pemegang peringkat pertama yang di tetapkan sebagai penantang wajib. Kedua kubu di beri waktu hingga 21 Oktober untuk mencapai kesepakatan.
WBA menyebut masa 120 hari bagi Munguia untuk menjalani pertahanan wajib telah berakhir pada 30 Agustus, peraturan mewajibkan nya, jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan, Komite Kejuaraan dapat membawa pertarungan ke tahap purse bid atau proses lelang hak promosi pertandingan.
Jadwal menjadi masalah tersendiri, duel melawan Zon itu hanya 10 hari setelah batas negosiasi Munguia dan Melikuziev berakhir, tanpa persetujuan khusus dari WBA, rencana tersebut berhadapan langsung dengan kewajiban yang sudah lebih dulu di tetapkan, awal nya dia memilih Gonzalez entah kenapa tiba tiba muncul dengan petinju Rusia itu.
Seharusnya bila Munguia ingin menjalani pertarungan lain, harus ada keputusan yang memungkinkan rencana tersebut berjalan tanpa memberontak dari perintah yang sudah di terbitkan, namun belum ada mengumumkan pencabutan gelar, pernyataan terbaru ini hanya menegaskan bahwa duel belum di setujui, intinya belum bisa menyimpulkan bahwa sang juara sudah kehilangan sabuk atau melawan Zon pasti batal.
Tim Munguia kini membutuhkan kepastian dari WBA sebelum rencana melawan Zon bisa di anggap sebagai pertahanan gelar yang sah, sementara itu tenggat negosiasi dengan Melikuziev terus mendekat, bila kedua kubu gagal mencapai kesepakatan, langkah nya dapat berupa purse bid dan masa depan gelar nya akan semakin bergantung pada keputusan badan tinju.
Bagi penggemar yang belum paham masalah seperti ini mungkin terlihat biasa, kenapa badan tinju bisa menghalangi juara nya sendiri untuk memilih lawan?
Jawaban nya ada pada status Bektemir Melikuziev, dia bukan petinju yang ingin mendapatkan kesempatan merebut gelar tapi WBA telah menetapkan nya sebagai penantang wajib dan secara resmi memerintahkan Munguia untuk menjalani pertahanan gelar nya.
Munguia memang juara dunia WBA, tetapi tidak bisa bebas memilih siapa yang akan di hadapi ketika sudah ada kewajiban pertahanan wajib yang harus di selesaikan, dalam sistem organisasi status juara datang bersama kewajiban mempertahankan gelar sesuai aturan yang berlaku.
Apa resiko nya bila Munguia tetap maju menghadapi Zon?
Aturan resmi WBA memberikan dasar bagi badan tersebut untuk mengambil tindakan, dalam Rule C.9, juara atau penantang resmi yang bertarung tanpa persetujuan atau pengesahan Komite Kejuaraan dapat kehilangan gelar maupun status resmi nya, sementara itu Rule C.13 menyatakan bahwa kegagalan juara mematuhi aturan dapat menjadi alasan bagi ketua komite untuk menyatakan gelar nya.
Dari sini sudah jelas, kehilangan sabuk bukan ancaman yang di buat penggemar atau media, dasar aturan nya memang ada, namun kita perlu membedakan antara resiko pencabutan dan keputusan yang sudah di jatuhkan, sampai pernyataan terbaru yang dibahas ini, WBA belum mengumumkan bahwa gelar Munguia telah dicabut.
Ada pula jalur yang bisa di tempuh sebelum masalah berkembang lebih jauh, peraturan WBA memungkinkan Komite Kejuaraan memberikan special permit dalam keadaan khusus termasuk untuk mengubah atau menangguhkan penerapan aturan tertentu, bila Munguia dan promotor nya ingin tetap melawan Zon, mereka membutuhkan keputusan resmi yang memungkinkan rencana itu berjalan tanpa melanggar kewajiban yang sedang berlaku. Izin seperti itu bukan sesuatu yang otomatis di dapat hanya karena pertandingan sudah di umumkan.
Apakah ini berarti Munguia tidak berkoordinasi dengan WBA?
Belum tentu, mita tidak bisa memastikan bahwa tidak pernah ada komunikasi antara tim Munguia, promotor, dan WBA, yang dapat di pastikan dari pernyataan badan tinju tersebut adalah pertarungan melawan Zon belum memperoleh persetujuan WBA pada saat pengumuman itu dibuat.
Perbedaan ini penting, mengumumkan pertandingan, mendapatkan kesepakatan promotor dan memperoleh pengesahan untuk mempertaruhkan gelar WBA merupakan hal yang tidak sama, pertarungan bisa di rencanakan secara komersial, tetapi statusnnya sebagai pertahanan gelar tetap bergantung pada keputusan badan yang mengesahkan sabuk.
Kalau tim Munguia memang sudah mengajukan permohonan izin, WBA masih bisa memberikan keputusan setelah meninjau situasi nya, namun bila mereka melanggar perintah yang sudah di keluarkan tanpa mendapatkan pengecualian, resiko nya menjadi jauh lebih serius, kita tidak boleh menuduh Munguia sengaja membangkang cukup melihat bahwa hingga saat ini, izin yang di butuhkan belum diberikan.
Kalau memang tidak ingin melawan Melikuziev, kenapa Munguia tidak melepaskan gelar nya saja?
Pertanyaan seperti ini sah saja meskipun kita tidak mengetahui alasan pribadi Munguia atau keputusan yang sedang di pertimbangkan tim nya, gelar juara dunia punya nilai olahraga juga komersial, melepaskan nya berarti kehilangan status sementara mempertahankan nya membuka kemungkinan untuk menjalani pertahanan gelar lain pada masa mendatang. tentu dengan tetap mematuhi aturan.
Bisa jadi tim Munguia masih berharap WBA menyetujui pertarungan melawan Zon atau mereka sedang mencari jalan keluar yang memungkinkan duel tetap berlangsung, tapi itu hanya kemungkinan bukan fakta yang sudah di konfirmasi, kita juga belum memiliki dasar untuk menyimpulkan bahwa Munguia pasti menolak bertarung melawan Melikuziev.
Apabila ending nya dia tidak ingin memenuhi kewajiban pertahanan wajib, melepaskan sabuk merupakan salah satu pilihan yang bagus dari pada terus berada dalam kebuntuan, gelar nya pun belum bisa berpindah kepada Melikuziev, WBA tetap harus menetapkan langkah resmi mengenai status gelar dan proses perebutan nya.









