Eddie Hearn memperkirakan Zuffa Boxing menghadapi masalah serius meski memiliki dukungan finansial besar karena DAZN telah membunuh nya sebelum mereka memulai kiprah nya di tinju.
Awal nya Hearn membahas persaingan platform penyiaran dan perekrutan petinju papan atas, DAZN telah melakukan langkah penting dengan mengamankan nama besar, sementara Zuffa kesulitan menunjukkan aktivitas yang konsisten.
“Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa karena DAZN telah membunuh Zuffa sebelum mereka memulai, kata Hearn pada Secound Out, Shakur adalah bagian terakhir, itulah satu-satu nya yang berhasil mereka dapatkan, sekarang mudah-mudahan mereka akan berusaha mengamankan nya, lalu semuanya benar-benar selesai karena semua bintang besar berada di platform tersebut,”.
Persoalan Zuffa bukan semata-mata persaingan merekrut petinju, aktivitas promosi mereka juga di ragukan, Hearn menanyakan bagaimana sebuah promotor dengan ambisi besar bisa tidak menggelar acara di Amerika Serikat selama berbulan bulan.
Zuffa terakhir kali menggelar acara di Amerika pada Juli, mereka memang sempat mengadakan satu pertunjukan di Inggris, tetapi acara itu juga tidak luput dari kritiknya, Hearn membandingkan nya dengan pertunjukan berskala kecil yang biasa digelar Ben Shalom.
“Hal yang bahkan tidak di tanyakan siapa pun dan ini sangat aneh, Zuffa belum menggelar satu acara pun di Amerika sejak Juli, baiklah…mereka menggelar satu acara di Inggris yang benar-benar buruk, maksud saya, acara itu terlihat seperti pertunjukan di gedung kecil yang biasa digelar Ben Shalom, mereka sudah menyingkirkan Ben Shalom sebagai penyiar, lalu mendatangkan seseorang yang pekerjaan nya jauh lebih buruk, sulit di percaya melihat nya, dari Juli sampai tahun depan, mereka tidak akan menggelar satu acara pun di Amerika, ini benar-benar luar biasa,”
Situasi itu kontras dengan target yang pernah di umumkan Dana White, dalam konferensi pers sekitar Juli, dia mengatakan bahwa Zuffa telah menggelar lebih banyak acara dari pada perkiraan awal dan kemungkinan penyelenggarakan 30 hingga 40 pertunjukan.
Jeda panjang tanpa acara di Amerika kembali di pertanyakan, keadaan nya sebagai bentuk kemunduran dan menilai Zuffa harus melakukan banyak perubahan untuk bisa bersaing secara efektif.
Kritik kemudian meluas ke cara White menangani bisnis tinju, Hearn merasa kasihan kepada nya, promotor harus siap menjawab pertanyaan dan menghadapi perdebatan terbuka, dia juga mempertanyakan pemahaman nya pada tinju.
Perbedaan itu terlihat pula dalam persoalan kontrak petarung, Hearn menyinggung Sean Strickland yang sedang mempermasalahkan bayaran di UFC, dia berpendapat bahwa ketika seorang petarung meraih kemenangan besar dan nilai komersial nya meningkat, promotor semesti nya bersedia meninjau kembali kontrak yang sudah di sepakati.
Matchroom pernah mengubah kontrak petarung setelah beberapa pertandingan ketika kesepakatan awal tak lagi sesuai nilai mereka, negosiasi ulang merupakan bagian dari hubungan bisnis yang masuk akal, bukan langsung ditolak hanya karena kontrak sudah di tandatangani.
Hearn juga mengkritik keputusan Carlos Adames dan Denzel Bentley bergabung dengan Zuffa, karena kedua nya meninggalkan gelar juara dunia demi tambahan bayaran beberapa ratus ribu dolar, keputusan semacam itu dapat menghambat peluang petinju membangun warisan di olahraga ini.
Efek nya para petinju dengan reputasi dan potensi besar akan semakin berhati-hati sebelum menandatangani kontrak dengan Zuffa jika situasi nya tidak berubah, berbeda dengan pandangan Rick Glaser yang begitu yakin mereka tidak akan tumbang sebab memang di rencanakan bukan jangka pendek tapi jangka panjang.
Kritikan Hearn ini lebih kepada jarak antara ambisi Zuffa Boxing dan pelaksanaan nya, dukungan finansial dan perekrutan petinju besar saja tidak cukup apabila aktivitas promosi tersendat dan hubungan dengan petarung menimbulkan masalah, kecuali mereka melakukan perubahan untuk mengejar ketertinggalan.












