Canelo Alvarez tetap bertekad naik ring untuk menghadapi Christian Mbilli di Riyadh Arab Saudi pada 31 Oktober 2026, kepastian mengenai sikap petinju Meksiko itu di sampaikan Turki Alalshikh melalui unggahan di akun X milik nya di tengah situasi keamanan yang memburuk akibat serangkaian serangan.
Turki mengungkapkan bahwa Canelo telah menghubungi nya secara langsung dan menyatakan tidak akan mundur dari pertarungan yang sudah di jadwalkan, unggahan itu di tonton jutaan orang dan berbagai komentar karena serangan di wilayah Riyadh termasuk di sekitar bandara internasional ibu kota Arab Saudi, telah menimbulkan korban jiwa dan memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan penyelenggaraan acara besar di negara itu.
Dalam postingan nya Yurki menulis, “Canelo menghubungi saya dan mengatakan bahwa dia akan tetap bertarung di Riyadh pada Oktober ini, apa pun yang terjadi, dia tidak takut pada apa pun.”

Turki kemudian menyampaikan pesan yang lebih luas mengenai negaranya, dia menggambarkan Arab Saudi sebagai rumah bagi dua Masjid Suci, negeri yang menjunjung perdamaian dan keamanan, memiliki peradaban dan sejarah panjang dengan masyarakat yang berhati baik.
Tak lupa dia juga berterima kasih kepada orang-orang yang menghubungi dan memberikan dukungan di tengah situasi genting, Turki menutup pesan nya dengan ungkapan bahwa masa sulit akan memperlihatkan siapa teman yang sebenar nya.
Arab Saudi mengalami serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas penerbangan, laporan pada 10 Oktober di Bandara Internasional King Khalid Riyadh, menewaskan sedikit nya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lain nya, serangan lanjutan pada 11 Oktober kembali menimbulkan korban dengan satu orang tewas dan 11 terluka.
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan di dukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan sebelum nya, meningkat nya ketegangan keamanan yang di hadapi Arab Saudi, meskipun kondisi di seluruh wilayah negara itu tidak bisa di samakan dengan situasi di lokasi yang menjadi sasaran serangan.
Di tengah keadaan itu, pernyataan Turki sangat penting bagi penyelenggaraan Canelo melawan Mbilli, pertarungan itu bukan agenda tinju biasa tapi salah satu acara besar, meski sang superstar tetap bersedia bertarung harus di bedakan dari jaminan bahwa acara pasti berlangsung tanpa perubahan, komitmen sang petinju telah di sampaikan tetapi kondisi keamanan tetap menjadi perhatian serius bagi penyelenggara.
Duel melawan Mbilli juga akan menjadi kesempatan bagi Canelo untuk kembali ke ring setelah kekalahan dari Terence Crawford pada September 2025 dan kehilangan gelar tak terbantahkan nya.
Mbilli saat ini sudah memegang penuh WBC peninggalan Crawford usai pensiun yang waktu itu dia memegang interim, petinju Prancis-Kanada itu memiliki rekor 29 kemenangan dan satu hasil imbang melawan Lester Martinez dan 24 kemenangan melalui KO.









