Ryan Garcia Ejek Richardson Hitchins, Tak Percaya Liam Paro Bisa Kuasai Kelas Welter

Ryan Garcia ejek Hitchins atas pujian untuk Paro

Australia baru saja bersorak karena petinju kebanggaan nya Liam Paro sukses merebut gelar IBF milik Lewis Crocker lewat angka setelah berdarah darah, tapi perdebatan tentang posisi di kelas welter sudah mulai memanas.

Semua nya bermula ketika Richardson Hitchins mengeluarkan pujian yang cukup berani di media sosial, menurut petinju asal New York itu Paro memiliki kemampuan untuk mengalahkan hampir seluruh juara dunia yang saat ini menguasai divisi 147 pon.

Pujian itu mendapat ejekan juga jempol dari penggemar, setelah melewati duel ketat melawan Crocker dan berhasil membawa pulang gelar sebagian pengamat merasa masih terlalu cepat untuk menempatkan nya di posisi teratas karena di divisi ini di penuhi nama besar.

Hitchins ternyata memiliki pandangan lain, dalam unggahan nya dia menyebut Paro mampu mengatasi semua pemegang sabuk yang ada saat ini termasuk bisa memberi masalah adalah Devin Haney dan mungkin bisa di kalahkan.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke telinga Ryan Garcia, juara WBC kelas welter itu langsung memberikan respons singkat yang membuat perdebatan semakin ramai.

Menurut Garcia pandangan Hitchins sudah jauh melampaui batas logika, balasan singkat itu langsung menyebar luas dan menjadi bahan diskusi baru di kalangan fans, ada yang menganggap Hitchins hanya berlebihan dalam memuji mantan lawan nya ada pula yang percaya kemenangan Paro atas Crocker memang menunjukkan bahwa diri nya layak di perhitungkan sebagai ancaman serius tanpa terkecuali.

Hubungan antara Hitchins dan Paro tak bisa di lepaskan dari kepentingan pribadi, pada Desember 2024 dia pernah berhadapan langsung dengan Paro dan berhasil keluar sebagai pemenang lewat angka tipis sekaligus merebut gelar IBF ringan super yang terus di pegang nya hingga saat ini.

Sampai sekarang hasil itu masih menjadi satu satu nya kekalahan yang pernah di alami Paro, bila nanti nya dia terus bertahan dengan gelar itu bisa menjadi salah satu petinju terbaik di divisi ini maka nama Hitchins akan selalu muncul sebagai orang yang pernah mengalahkan nya.

Memang posisi Paro sendiri memang sedang naik, sejak kekalahan itu Paro bertarung sekali di kelas ringan super melawan Jonathan Navarro yang di menangkan lewat RTD ronde ke 5, setelah itu dia naik ke Welter merusak rekor petinju tak terkalahkan David Papot dari Prancis lewat angka di tempat yang sama saat merampas sabuk Crocker.

Atas pencapaian ini otomatis meningkatkan status nya dalam persaingan yang sedang mengalami perubahan besar namun pekerjaan berat masih menunggu.

Meskipun sudah memegang sabuk Paro belum berbagi ring dengan para pemilik gelar lain nya, saat ini Ryan Garcia menguasai sabuk WBC yang merampas nya dari Mario Barrios pada februari lalu.

Kemudian Devin Haney memegang gelar WBO menyekolahkan Brian Norman jr di arab Saudi lewat angka mutlak dan Rolando Rolly Romero berstatus juara WBA bekas milik Jaron Ennis yang di tinggalkan karena naik kelas ke menengah ringan.

Berarti masih ada banyak tantangan yang belum terjawab, apakah Paro mampu menghadapi kecepatan Haney atau bertukar pukulan dengan Garcia atau malah kekuatan fisik Rolly Romero yang akan menjadi masalah.

Ke depan nya bila para juara di kelas welter akhir nya mulai saling adu tabrak untuk menyatukan sabuk nama Liam Paro pasti akan ikut masuk dalam pembicaraan.

Perdebatan yang terjadi antara Ryan Garcia dan Richardson Hitchins ini hanya menjadi awal dari perang opini yang lebih besar karena di kelas welter semua orang punya pendapat sendiri tentang siapa yang terbaik tetapi hanya pertarungan di atas ring yang bisa memberikan jawaban nya.

#LiamParo #RichardsonHitchins #RyanGarcia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top