Agit Kabayel mendapatkan sambutan gila dari publik Jerman, Frank Warren selaku promotor nya mengungkapkan bahwa penjualan tiket presale pertarungan melawan Nelson Hysa sudah mencapai 25.000 lembar hanya dalam waktu 24 jam.
Angka itu menjadi tanda kuat mengenai daya tarik Kabayel ketika tampil di negara nya sendiri, pertarungan yang akan berlangsung pada 28 November di Düsseldorf Jerman dalam rangkaian acara yang menempatkan nya sebagai pusat perhatian setelah menyandang status juara dunia kelas berat WBC.
Besar nya permintaan tiket tersebut muncul meski Hysa bukan nama yang selama ini di kenal luas di level elite kelas berat, petinju Albania itu memang datang dengan catatan 25 kemenangan tanpa kekalahan termasuk 23 kemenangan melalui KO, tetapi pengalaman menghadapi lawan papan atas belum bisa di bandingkan dengan perjalanan Kabayel dalam beberapa tahun terakhir.

Justru di sinilah nilai komersial Kabayel mulai terlihat, dia tidak lagi bergantung pada nama besar lawan untuk menarik penonton ketika tampil di Jerman, publik lokal sudah memiliki alasan sendiri untuk datang melihat sang juara dunia bertarung di depan mereka.
Kabayel sudah menghajar para petarung yang dulu di anggap calon penguasa sampai tak berdaya, sebut saja Arslanbek Makhmudov dan Frank Sanchez di Riyadh, dua petinju yang ketika itu sama-sama belum terkalahkan dan memiliki pukulan keras juga sebagai penantang berbahaya. Kemenangan tersebut membuat Kabayel tidak hanya dikenal sebagai petinju asal Jerman, tetapi orang pertama yang mengangkat gelar dunia dari keturunan kurdi.
Pertahanan melawan Hysa, Kabayel tidak perlu menghadirkan nama sebesar mereka untuk mendapatkan perhatian dari penonton di negara nya, presale sudah menunjukkan bahwa nama nya sudah mempunyai nilai jual yang cukup besar.
Dari sisi olahraga, pertarungan ini tetap memiliki tantangan tersendiri bagi Hysa, rekornya tetapi usia 42 tahun serta lonjakan level lawan menjadi faktor yang akan di perhatikan, Kabayel justru berada dalam posisi untuk mempertahankan gelar sambil membuktikan bahwa tetap mampu menjaga momentum setelah meraih status juara.
Kesuksesan penjualan tiket ini juga dapat memberikan keuntungan bagi langkah Kabayel berikut nya, bila pertarungan di Jerman mampu menghasilkan atmosfer dan pemasukan besar, dia memiliki modal komersial tambahan ketika membicarakan pertarungan unifikasi dengan juara dunia lain nya.
Sekarang Kabayel tidak harus bergantung pada tawaran dari promotor luar negeri ketika memasuki pembicaraan pertarungan besar, pasar di Jerman sendiri bisa menjadi kekuatan tawar dalam negosiasi termasuk jika kembali ada peluang bertarung di Arab Saudi.
Mungkin akan ada pertanyaan lain apabila Kabayel semakin nyaman membangun pertahanan gelar di depan publik Jerman, pertarungan seperti Hysa mungkin menguntungkan dari sisi bisnis, tetapi dia tetap membutuhkan lawan elite untuk mengetahui seberapa jauh bisa melangkah.
Kabayel sudah menunjukkan kemampuan nya ketika menghadapi petatung ganas seperti Zhilei Zhang juga Damian Knyba, maka dari itu tantangan selanjutnya tidak hanya bagaimana mempertahankan sabuk WBC, tetapi juga menentukan kapan harus kembali menghadapi lawan yang dapat membawa ke undisputed champion.








