Headline

Mampukan Conor Benn Hancurkan Ryan Garcia? Ini Prediksinya

Prediksi Conor Benn lawan Ryan Garcia

Ryan Garcia dan Conor Benn sama sama punya daya tarik besar, tetapi pertarungan mereka tidak hanya mempertemukan dua nama populer lalu menunggu siapa yang lebih keras memukul.

Pada 12 September di T-Mobile Arena Las Vegas, Garcia akan mempertahankan gelar WBC welterweight menjadi pertahanan gelar dunia pertama baginya sejak merampas dari Mario Barrios, sedangkan Benn mendapatkan kesempatan pertama untuk merebut sabuk juara dunia.

Menjelang pertarungan, sejumlah nama besar sudah memberikan prediksi, ada yang melihat Garcia terlalu cepat dan tajam untuk Benn, ada pula yang menganggap pertarungan ini 50/50 karena gaya The Destroyer bisa menjadi masalah serius bagi King Ry.

Josh Taylor menjadi salah satu yang lebih menjagokan Garcia karena kemampuan tinjunya berada satu tingkat di atas Benn, lebih cepat dan memiliki pengalaman yang lebih banyak.

“Menurut saya Ryan Garcia memang petinju yang lebih baik, di lebih cepat, lebih tajam, punya pengalaman lebih banyak, saya pikir Ryan Garcia mungkin akan menghentikannya dengan KO, kecuali semua nya berjalan baik.”

Berbeda dengan Taylor, Manny Robles pelatih yang sudah memiliki pengalaman menangani petinju kelas dunia melihat pertarungan ini tak bisa ditebak, dia menyebut duel 50/50 dan jika dipaksa memilih memberikan pilihan nya kepada Benn.

“Ini pertarungan 50/50, saya benar-benar percaya kedua petinju sedang berada di level terbaik mereka dan apa pun bisa terjadi dalam tinju, kalau saya harus memilih satu, mungkin saya akan memilih Conor Benn.”

Robles juga menyoroti keberanian dan volume pukulan nya, Benn adalah petarung yang mampu melepaskan banyak pukulan dan tidak takut terlibat dalam pertarungan.

Canelo Alvarez tidak memilih Conor Benn atau Ryan Garcia hanya mengatakan kalau ini adalah pertarungan yang bagus, dia memuji kedua petarung memilik kemampuan masing masing untuk menyelesaikan duel dengan baik.

Kemudian ada Timothy Bradley yang memang suka memberikan penilaian bila ada duel apalagi sebesar ini, mantan juara dunia itu tidak hanya melihat hasil pertarungan terakhir kedua petinju tapi mengingatkan bahwa gaya bertarung sangat menentukan hasil sebuah pertandingan.

Menurut Bradley Garcia pernah mengalami masalah ketika menghadapi petinju dengan gaya yang tidak biasa seperti Rolly Romero, menghadapi Benn yang memiliki pusat gravitasi rendah, agresif, punya kekuatan pukulan dan tetap mampu bertinju ketika diperlukan bisa menjadi tantangan tersendiri.

Dia menilai kekuatan Benn dapat membuat Garcia berfikir dua kali sebelum melepaskan serangan.

“Kekuatan pukulan itu saja, menurut saya, akan membuat Ryan Garcia agak ragu dan terus berpikir dua kali, haruskah saya melakukan gerakan itu? mungkin dia akan membuat saya membayar kalau saya melakukan gerakan itu.”

Eddie Hearn tidak menjagokan Benn 100%, masih ada kekhawatiran dari pemangkasan berarti badan nya tapi dia yakin karena sifat kerja keras nya memang tak di ragukan lagi, di paham sebab mereka pernah bersama walaupun sekarang ada perbedaan pendapat.

“Saya pikir Conor akan menemukan nya, Conor berlatih sangat keras, kan? Saya tahu kami pernah punya perbedaan tapi etos kerja nya luar biasa, Ketika Conor melawan Eubank dalam pertarungan pertama, itulah mengapa dia menerima begitu banyak pukulan dalam sebuah pertarungan keras, karena dia tidak mungkin menerima pukulan sebanyak itu saat melawan Ryan Garcia, kalau dia terkena pukulan telak tepat di dagu pada 147 pound melawan Ryan Garcia pertarungan selesai, jadi dia harus mengandalkan kemampuan nya tapi dia suka terlibat dalam pertarungan, dia suka masuk menyerang, Ryan sangat reaktif ,dia adalah counter puncher yang hebat tapi Ryan juga bisa terluka.”

Dalton Smith juara WBC walaupun sesama dari Inggris dia tidak menjagokan Benn, dari penilaian nya Garcia lebih unggul dari kecepatan dan usia nya.

“Anda tahu sebagai orang Inggris tentu ingin dia melakukan nya, pertarungan itu juga akan menjadi pertarungan yang bagus bagi saya untuk menjadi bagian dari nya, tapi saya hanya berpikir Ryan memiliki kecepatan, usia muda dan kekuatan, saya hanya lebih menjagokan Ryan dalam pertarungan ini”

Pelatih Mark Tibbs juga mengakui kualitas Benn, kerja keras memang bisa mengalahkan bakat tetapi masalah berat badan tetap membuat nya ragu, Garcia merupakan petarung berpengalaman dengan kemampuan counter punch serta akurasi yang tajam.

“Garcia adalah petarung yang sangat berpengalaman, seorang counter puncher dan juga penembak yang tajam, jadi dia punya tugas yang sangat berat.”»

Tibbs tetap berharap Benn mampu membuat kejutan sebagai petarung Inggris, tetapi dia melihat tugas yang menanti Benn sangat berat.

Sementara itu, Johnny Nelson tidak memberikan prediksi ngawur, dia mengakui bahwa secara logika Garcia memang favorit, tetapi dia mengingatkan bahwa dalam tinju sudah prediksi bisa berubah ketika bel berbunyi.

“Akal sehat akan mengatakan Ryan Garcia adalah favorit memperkirakan dia menang, tapi akal sehat tidak memberi tahu Anda bahwa segala sesuatu bisa berubah, anda ingat ketika Lloyd Honeyghan pergi dan bertinju melawan Donald Curry? sekarang ketika anda melihat Conor Benn dia tidak terlihat seperti orang yang berpura-pura, dia punya keyakinan dan saya akan mengatakan sekitar 65 banding 35, kalau hitungan saya benar untuk Garcia, tapi dia punya peluang, jadi sekarang tinggal menunggu apakah kita akan benar-benar terkesan dengan performa yang dihasilkan Conor untuk menumbangkan Ryan Garcia, atau kita berpikir…bagus untuknya, dia memberikan penampilan yang luar biasa.”

Nelson tetap memberi ruang bagi Benn adalah keyakinan yang di tunjukkan sang petinju, tidak ada kesan bahwa dia sedang berbicara kosong ketika mengatakan bisa memenangkan pertarungan.

Terakhir, Frank Smith mengangkat masalah yang sama dengan Dalton Smith, Mark Tibbs dan Hearn yaitu berat badan.

Smith mengingatkan bagaimana Benn tampil ketika mencapai 150 pound dan menilai kembali ke 147 pound akan menjadi tantangan yang sangat berat, dia tetap memberikan pujian kepada nya karena memiliki tim yang bagus dan selalu memberikan 100 persen di dalam ring.

“Satu hal yang selalu akan saya berikan kepada Conor Benn adalah dia punya tim yang bagus di sekelilingnya, tapi ini akan menjadi tantangan yang sangat berat, berat badan akan menjadi masalah besar, kemudian dia harus masuk ke sana menghadapi seseorang seperti Ryan Garcia yang merupakan petarung luar biasa, tapi dia akan masuk ke sana dan memberikan 100 persen karena dia selalu melakukan nya terlepas dari bagaimana hubungan saya dengan nya sekarang, saya selalu bisa memberikan penghargaan kepada nya untuk hal itu, jadi kita lihat saja nanti.”

Dari sini prediksi di atas mulai menarik untuk diuji dengan matchup kedua petinju secara langsung dan di situlah pertarungan ini sebenarnya akan di tentukan.

Kalau hanya melihat kemampuan dasar, Garcia memang memiliki sejumlah keunggulan, dia tidak membutuhkan kombinasi panjang untuk mengubah jalan nya pertarungan, satu peluang ketika lawan masuk terlalu jauh sudah cukup untuk menghasilkan left hook yang sangat berbahaya juga bisa melakukan counter ketika lawan sedang bergerak maju.

Itu penting menghadapi Benn karena bukan tipe petinju yang senang menunggu terlalu lama, ketika dia bisa maju, menekan lalu memaksa bertarung dengan kecepatan tinggi bisa membuat lawan nya tidak fokus, masalah nya masuk ke wilayah Garcia dengan cara yang terlalu agresif juga memberikan kesempatan kepada salah satu counter puncher di pertarungan ini untuk bekerja.

Conor Benn membutuhkan tekanan untuk mengurangi keunggulan Garcia, tetapi semakin sembrono maka besar pula peluang Garcia menghajar nya.

Penulis sendiri tidak setuju dengan prediksi yang terlalu mudah mengarah kepada Garcia, Benn sudah menunjukkan bahwa dia bukan hanya petinju yang mengandalkan keberanian dan tekanan.

Dalam pertarungan melawan Regis Prograis pada April 2026, Benn menang angka mutlak dalam duel 10 ronde di catchweight 150 pound, dia mampu menjaga tempo tinggi membuat Prograis terus bergerak mundur hampir sepanjang pertarungan.

Benn mempunyai kemampuan untuk menjalankan rencana pertandingan selama beberapa ronde, dia juga mempunyai pukulan yang cukup berbahaya sehingga Garcia tidak bisa berdiri di depan nya dengan santai.

Garcia biasa nya paling berbahaya ketika dia bisa membaca gerakan lawan kemudian melepaskan pukulan dengan timing yang tepat, kalau Benn berhasil membuat nya terlalu berhati hati karena ancaman pukulan nya maka tidak akan bekerja sebebas biasa nya.

Salah satu bagian paling serius dalam pertarungan ini adalah Benn turun kelas lagi, dia sudah sangat lama tidak melakukan nya, pertarungan terakhir Benn di batas welterweight terjadi pada April 2022 ketika dia menghentikan Chris van Heerden, setelah itu tubuh nya membesar, kemudian bertarung di 150 pound melawan Prograis dan sebelum nya menghadapi Chris Eubank Jr di kelas yang  lebih tinggi.

Ketika kita membahas apakah Benn lebih besar dan lebih kuat secara fisik, jawabannnya bisa saja iya tetapi ukuran tubuh setelah naik kelas tidak otomatis berarti keuntungan jika harus dipaksa kembali turun secara ekstrem.

Jika Benn mampu membuat bobot 147 pound tanpa kehilangan terlalu banyak tenaga, dia akan menjadi ancaman seriu namun bila proses itu membuat nya kehilangan sebagian daya tahan, kecepatan atau kemampuan menyerap pukulan, Garcia akan mendapatkan keuntungan yang banyak dari pada keunggulan teknik.

Kalau penulis berada di sudut Benn, tidak akan meminta dia bertukar pukulan liar dengan Garcia justru membuat pertarungan menjadi kotor secara teknis, tekan Garcia, jangan biarkan berdiri lama, serang rusuk kanan dan kiri nya, jangan mengejar ketika keluar dari jangkauan.

Benn harus membuat Garcia merasa bahwa setiap menit di dalam ring membutuhkan energi, bila dia berhasil melakukan itu, keunggulan petinju Amerika itu dalam kecepatan tidak akan terasa besar, tetapi kalau dia gagal melakukan itu lalu berjalan masuk ke arah pukulan kondisi nya bisa menjadi sangat buruk.

Siapa yang penulis pilih?

Setelah melihat seluruh faktor di atas, penulis mengambil keputusan berbeda dari mayoritas prediksi para pengamat, Conor Benn menang atas Ryan Garcia lewat keputusan angka.

Bukan karena Garcia tidak lebih cepat atau menganggap Benn memiliki kemampuan teknis yang lebih lengkap justru ada beberapa catatan yang bisa membuat keunggulan Garcia tidak bekerja maksimal seperti biasa nya.

Sebelum penulis akhiri, sedikit akan mengulas perjalanan Conor Benn setelah duel ini selesai.

Dia sudah menyatakan bahwa laga melawan Ryan Garcia akan menjadi pertarungan terakhir nya di 147 pound, setelah itu melanjutkan karir ke kelas yang lebih tinggi.

Bila berhasil merebut sabuk dunia, Benn tidak sedang membangun rencana jangka panjang untuk mempertahankan gelar nya, misinya ini seperti sebuah pembuktian bahwa setelah naik turun kelas dia masih mampu kembali ke 147 pound mengalahkan seorang juara.

Setelah itu, sabuk WBC nya harus kembali di perebutkan melalui mekanisme yang di tentukan organisasi, Benn sendiri sudah mengarahkan karir nya ke atas naik hingga 168 pound setelah pertarungan ini, andai saja kalah pun, ceritanya tidak akan berhenti, dia tetap pergi meninggalkan 147 dan melanjutkan perjalanan ke kelas yang lebih tinggi.

Pertarungan nya kali ini seolah memiliki dua jalan keluar yang sama-sama membawa nya out dari welterweight, menang pergi sebagai juara dunia, kalah pun tetap minggat setelah membuktikan bahwa dia berani kembali ke kelas yang sangat berat baginya demi satu kesempatan merebut sabuk.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top