Keputusan Hamzah Sheeraz meninggalkan gelar juara dunia WBO nya mendapat kritikan keras dari Timothy Bradley, berbicara di dalam mobil pribadi nya dia memberi contoh dari apa yang di anggap masalah besar dalam tinju generasi sekarang.
Sheeraz resmi menyerahkan ke organisasi setelah memilih tidak melanjutkan pertarungan wajib menghadapi Janibek Alimkhanuly hanya sehari setelah Queensberry Promotions memenangkan lelang pertarungan dengan tawaran sebesar sekitar 1,002 juta dolar AS.
Janibek sendiri adalah penantang wajib WBO yang di tugaskan untuk menantang Sheeraz setelah naik ke kelas 168 pound, keputusan itulah yang kemudian membuat Bradley geram, dia tidak hanya menyasar sang mantan juara Inggris itu menggunakan kasus tersebut untuk mengkritik mentalitas petinju generasi sekarang yang menurutnya terlalu berhati hati dalam memilih lawan.
Bradley menyebut banyak petinju saat ini ingin mendapatkan posisi sebagai penantang nomor satu atau memegang gelar tetapi mundur ketika pertarungan beresiko besar sudah berada di depan mata.
Dia mengulang kata “soft” berulang kali yang akan dikenang sebagai generasi paling lembek dalam sejarah tinju, dia juga mempertanyakan keputusan Sheeraz meninggalkan gelar ketika WBO sudah menetapkan Janibek sebagai lawan wajib.
“Ayo, Hamzah Sheeraz. Ayo, kawan. Kita sedang melakukan apa? Kamu mengosongkan gelar itu, Janibek….kamu tahu dia tidak bisa dihindari, kamu bahkan baru saja mendatangkan petinju kidal untuk mempersiapkan diri menghadapi dia. Kenapa sekarang berubah? Kita sedang melakukan apa? Kenapa sekarang berubah? Saya tidak mengerti. Saya kira kamu salah satu yang berani ternyata tidak, kita harus menambahkan satu nama lagi ke dalam daftar, generasi paling lembek dalam sejarah tinju menurut saya “
Selain Sheeraz Bradley menyebut sejumlah nama yang masih memiliki keberanian untuk mengambil pertarungan berat seperti Jesse Bam Rodriguez, David Benavidez, Devin Haney sampai Ryan Garcia sebagai contoh petinju yang bersedia masuk ring dan menghadapi lawan.
Nama-nama itu di gunakan Bradley untuk membandingkan mentalitas petinju zaman sekarang dengan generasi sebelum nya, menurut nya kekalahan tidak harus di takuti, seorang petinju bisa saja dihajar atau babak belur dalam pertarungan tapi pengalaman itu bisa menjadi bagian dari proses belajar.
“Kalau kamu dihajar, kamu akan belajar dari pengalaman itu, memang begitulah adanya, kamu akan belajar dari kekalahan itu, bukan berarti kamu petinju buruk, kamu masih punya pekerjaan yang harus di lkukan, itulah maksud nya.”
Pandangan tersebut menjadi dasar kritik nya, tapi harus dicatat bahwa dia sedang memberikan penilaian pribadi nya, bukan mengungkap alasan resmi dari pihak Sheeraz bahwa takut menghadapi Janibek.
Bradley menduga ada masalah lain di balik keputusan nya, dia mempertanyakan apakah langkah Sheeraz berkaitan dengan masa depannya bersama Queensberry, terlebih lagi memang sedang mendekati pertarungan terakhir dalam kontrak nya bersama promotor nya ini.
“Apakah ini ada hubungan nya dengan keinginan keluar dari kontrak? Apa sebenarnya ini? Keluar saja dan katakan terus terang. Katakan, ‘Saya sudah tidak mau lagi bersama Queensberry. Saya ingin bersama Zuffa.’ Katakan saja, supaya kami tahu, supaya kami tidak duduk di sini sambil menebak-nebak.”
Spekulasi soal masa depan promotor ini memang muncul karena Sheeraz sebelum nya mengatakan bahwa kontrak berikutnya akan menjadi salah satu keputusan paling penting dalam karir nya, dia juga membuka kemungkinan untuk mengeksplorasi opsi lain meski tidak menutup pintu untuk kembali bersama Queensberry.
Sheeraz masih belum kalah dari siapa pun, rekornya tetap 24 kemenangan dan satu hasil imbang dengan 19 kemenangan KO tetapi sabuk WBO yang baru di rebutnya pada Mei 2026 kini sudah dia lepaskan.
Keputusan itulah bagi Bradley yang layak di pertanyakan, tidak hanya tentang satu sabuk yang hilang tetapi apakah seorang juara seharus nya mempertahankan gelar dengan menghadapi penantang wajib yang di tentukan organisasi atau memilih jalur lain ketika duel dianggap tidak sepadan secara finansial maupun karir.









