Suasana panas sudah terasa sejak sesi face off terakhir Moses Itauma dan Filip Hrgovic berujung ricuh di atas panggung, mereka awal nya hanya berdiri berhadapan dalam sesi tatap muka terakhir sebelum pertarungan, setelah terjadi cekcok singkat yang tak terdengar di mikrofon situasi berubah dalam hitungan detik.
Hrgovic membelakangi sambil mengangkat kedua tangan nya, pada saat itulah Itauma mendorong tubuh petinju Kroasia itu dari belakang yang membuat nya hampir terjerembap ke bawah panggung, beruntung masih mampu menjaga keseimbangan nya lalu melompat ke bawah dan kembali ke atas panggung.
Tanpa banyak bacot Hrgovic langsung menghampiri Itauma dan melayangkan tamparan sebagai balasan atas dorongan tersebut.
Orang orang yang berada di sekitar kedua petinju segera bergerak, beberapa anggota tim dan kru naik ke panggung untuk memisahkan Itauma dan Hrgovic agar situasi tidak berubah menjadi perkelahian massal.
Frank Warren, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian juga ikut masuk ke tengah kerumunan, sag promotor berusaha menghentikan kedua kubu sambil berteriak, “Stop! Stop!”
Momen ini seharus nya menjadi bagian dari rangkaian promosi pertarungan tapi malah berubah menjadi keributan singkat.
Setelah semua bubar Frank Warren kemudian memberikan komentar yang di wawancarai oleh Seconds Out, dia mengaku tidak menginginkan kejadian seperti itu terjadi menjelang pertarungan besar, dorongan Itauma bukan sesuatu yang di rencanakan untuk membuat Hrgovic jatuh dari panggung.
“Saya tidak menginginkan hal seperti itu, saya tidak suka semua hal semacam itu. Jelas, dia tidak bermaksud mendorong nya sampai jatuh dari panggung, itu adalah kejadian yang tidak menguntungkan, kedua orang ini sedang memanas, ini adalah momen besar bagi mereka berdua dalam karir nya.”
Dia juga menjelaskan bahwa ketegangan di antara mereka memang sudah ada sejak face off pertama, Hrgovic dan Itauma tidak hanya membawa tekanan dari pertarungan yang akan menentukan masa depan karir tetapi juga memperebutkan gelar dunia IBF yang sedang kosong.
“Ketegangan nya sudah meningkat sepanjang minggu dan akhir nya meledak ketika mereka berdua sedang berbicara, pada dasarnya [Moses] berkata, ‘Saya bukan anak kecil, jangan coba memperlakukan saya seperti orang tua,’ dan kemudian itulah yang terjadi, mereka adalah petarung yang mengatakan apa yang ingin mereka katakan dan itu menyebabkan sebuah momen yang sebenar nya saya lebih memilih tidak terjadi.”
Insiden ini menambah bumbu menjelang pertarungan yang sudah memiliki taruhan besar, setelah semua kembali terkendali, kedua tim harus mengesampingkan kejadian tersebut dan kembali fokus pada pertandingan.
Di atas ring, tidak akan ada lagi orang yang bisa memisahkan mereka jika kedua nya sudah mulai bertukar pukulan, Itauma datang dengan ambisi besar untuk membuktikan bahwa memang layak berada di level teratas kelas berat, Hrgovic tentu tidak ingin kesempatan merebut gelar dunia kembali lepas begitu saja.









