O’Shaquie Foster tidak datang ke pertarungan melawan Emanuel Navarrete dengan niat hanya merebut sabuk, juara WBC kelas bulu super ini membawa ancaman membuat sang juara WBO dan IBF terkapar di dalam ring.
Duel ini memang terlalu besar hanya untuk di sebut sebagai perebutan gelar, pada 24 Oktober mendatang di Frost Bank Center San Antonio, Foster akan berhadapan dengan Navarrete dalam pertarungan unifikasi tiga sabuk dunia, sebelum bel berbunyi perang urat saraf sudah lebih dulu di tabuh pada konfrensi pers.
Foster melihat ada sesuatu yang berbeda dari cara Navarrete membicarakan pertarungan ini, petinju Meksiko sebelum nya mengisyaratkan bahwa Foster mungkin akan memilih bertarung dari jarak jauh dan berusaha memenangkan ronde demi ronde dengan tinju yang lebih aman.
Anggapan tersebut justru menjadi bahan pancingan semangat bagi Foster, dia menolak keras bahwa diri nya akan menghindari pertarungan karena dia yakin memiliki kemampuan untuk mengontrol jalan nya laga sejak awal, bila Navarrete meningkatkan tekanan membuat pertarungan berubah menjadi perang terbuka maka siap membayar nya dengan pelajaran jauh lebih berat.
“Dia sedang mencoba membuat saya berdiri di sana dan bertukar pukulan dengan nya, itu tidak akan terjadi, saya akan mengontrol pertarungan dan mendominasi dia, kalau dia mulai terlalu gila, saya akan membuatnya tertidur, sia sudah terbiasa menjadi petinju yang membully lawan-lawan nya yang lebih kecil, anak-anak kecil itu, saya bukan seperti mereka.”
Ancaman ini bukan bualan menjelang pertarungan besar, Foster datang dengan modal epick setelah meraih kemenangan atas Raymond Ford dalam pertarungan terakhir, sebelum nya dia juga berhasil melewati nama besar seperti Stephen Fulton, sekarang kesempatan menghadapi Navarrete memberikan peluang bagi nya untuk membuktikan bahwa kemenangan itu tidak bisa di remehkan.
Kemudian kamera menyorot Navarrete yang terlihat sama sekali tidak menunjukkan tanda takut, petinju berjuluk Vaquero ini menyambut tantangan dengan cara nya sendiri, dia memahami bahwa gaya bertarung Foster dapat membuat lawan bosan terutama jika berubah menjadi duel taktis dengan tempo yang di kendalikan dari jarak jauh, sebab itu dia tidak akan membiarkan Foster menentukan sendiri bentuk pertarungan.
Kalau Foster memilih bertinju dengan aman, Navarrete akan menyeret nya ke dalam pertarungan yang lebih keras di tengah ring bahkan dia menyampaikan pernyataan ekstrem dengan bersedia memberikan kesempatan kepada nya untuk mendaratkan pukulan demi memancing agar mau terlibat dalam pertukaran serangan.
“Kalau dia tidak datang untuk bertarung dan hanya ingin menang angka, kami akan membuat dia bertarung, kalau memang harus, saya akan menaruh wajah saya di depan nya agar dia bisa memukul saya, pertarungan ini membutuhkan dua orang, Saya akan terus maju, menerima pukulan kalau memang itu yang diperlukan lalu memaksakan gaya saya kepada nya, balas Navarrete.”
Kedua nya memiliki persepsi berbeda mengenai apa yang akan terjadi ketika strategi masing masing mulai berbenturan.
Foster yakin Navarrete sedang berusaha memancing nya untuk berdiri dan saling bertukar pukulan tapi tidak berniat masuk ke perangkap tersebut, dia ingin menjadi pihak yang menentukan kapan pertarungan berlangsung dalam jarak dekat dan kapan harus kembali ke permainan teknis.
Navarrete melihat dari sudut lain, menurut nya, pertarungan tidak akan mudah apabila salah satu petinju menolak terlibat, karena itu dia siap mengambil resiko untuk memastikan Foster tidak bisa menjalankan pertandingan sesuai skenario yang biasa dia pakai selama ini.
Navarrete datang dengan rekor 40-2-1 dan 33 kemenangan KO, baru saja menghentikan Eduardo Nunez pada ronde ke-11 untuk menyatukan sabuk WBO dan IBF, Foster memiliki catatan 25-3 dengan 12 KO dan terakhir mengalahkan Ford lewat keputusan juri.
Kemenangan akan membawa nya semakin dekat dengan status penguasa tunggal kelas 130 pound sekaligus menambah gelar dunia ketiga nya untuk Navarrete dan Foster memiliki misi yang sama besar ingin menjatuhkan salah satu nama paling berbahaya dan membuktikan bahwa dia bukan petinju yang bisa di paksa mengikuti permainan lawan.









