Headline

Paddy Donovan Tantang Juara IBF: “Liam Paro, Ayo Tanda Tangan!”

Paddy Donovan tantang Liam Paro

Paddy Donovan baru saja melewati ujian keras melawan Tyrone McKenna, tetapi pikiran nya sudah melompat jauh ke pertarungan lain, setelah menghentikan sesama petinju Irlandia tersebut dia tidak menikmati kemenangan terlalu lama langsung mengarahkan kepada satu nama yang kini berdiri di jalur menuju impian nya menjadi juara dunia yaitu Liam Paro.

Kemenangan atas McKenna bukanlah tujuan akhir, itu menjadi pembuktian bahwa sudah siap naik ke tingkat lebih tinggi menyebut Paro juara IBF sebagai target yang ingin direbut nya.

Dia siap menghadapi Paro di mana pu asalkan kontrak pertarungan segera disiapkan juga menyampaikan tantangan nya seolah tidak ingin memberikan jalan untuk menghindar.

“Liam Paro, ayo! Tanda tangani, saya akan melawanmu di mana saja, Eddie sudah siap, tinggal siapkan uang nya siapkan kontrak nya, tanda tangani dan saya akan bertarung, saya ingin menjadi juara dunia, saya ingin menantang para welterweight terbaik di dunia, di situlah pikiran saya yang sedang mengarah dan kerjakan selama bertahun-tahun yaitu menantang petarung-petarung terbaik, saya sudah merasakan masa masa sulit juga masa terbaik, sekarang waktu nya bagi saya untuk menjadi juara dunia, Liam Paro kalau kamu lihat ini tanda tangani kontrak nya baby! Sambil tersenyum pada iFL TV.

Seruan tersebut sangat jelas bahwa Donovan tidak sedang berbicara tentang pertarungan biasa, dia melihat Paro menuju kesempatan merebut gelar dunia IBF yang dulu pernah dia perebutkan melawan Lewis Crocker tapi sayang gagal lewat Split Decision di rematch.

Sebelum melayangkan tantangan kepada Paro, Donovan lebih dulu menjelaskan bagaimana dia menyelesaikan pertarungan melawan McKenna yang sejak awal lebih memilih bertahan tidak banyak membuka pertarungan sehingga dia menjalankan rencana bersama pelatih nya Andy dengan membangun tekanan perlahan, sampai klimaks nya wasit dan dokter memutuskan pertarungan tidak bisa di lanjutkan.

Donovan memberikan penghormatan kepada lawan nya menyebut sebagai legenda tinju Irlandia yang telah menghadapi banyak petarung kelas dunia.

Donovan kemudian berbicara lebih jauh mengenai divisi welterweight, bila pertarungan melawan Paro terealisasi dan Donovan berhasil merebut gelar IBF dia akan berada di tengah salah satu divisi paling bergengsi berjejer dengan nama seperti Devin Haney, Ryan Garcia, Conor Benn dan Jack Catterall, lingkungan seperti ini yang ingin di masuki nya.

Dia yakin mampu bersaing dengan siapa pun di antara mereka, target utama nya bahkan sudah di buat menjadi juara dunia dalam 6 hingga 12 bulan ke depan, kemudian menguji melawan petarung terbaik.

Ketika Devin Haney disebut sebagai salah satu petinju yang sedang mencari lawan, jawaban Donovan juga tidak berubah, dia siap tidak ada permintaan untuk menunggu atau memilih pertarungan yang mudah, dia hanya meminta kontrak di sodorkan kepadanya.

“Tunjukkan kontrak nya baby, tidak masalah mau melawan siapapun saya siap terjun ke dalam ring, tegasnya.”

Donovan juga menceritakan bahwa pembicaraan mengenai pertarungan melawan Paro sebenar nya sudah pernah dilakukan bersama Eddie Hearn ketika berada di Jerman, tapi kurang jelas karena sang juara itu juga di rumorkan akan berhadapan dengan Devin Haney.

Saat itu Paro memiliki alasan untuk memilih pertarungan yang lebih menguntungkan secara finansial, bila harus menghadapi diri nya waktu itu resiko yang di hadapi nya di pandang lebih besar sementara bayaran nya mungkin tidak sebesar ketika menghadapi sesama juara dunia.

Ambisi Donovan ternyata tidak berhenti pada gelar dunia, dia juga ingin menjadi salah satu wajah utama tinju Irlandia setelah era Katie Taylor.

Bersama Matchroom dan DAZN, Donovan memiliki platform untuk tampil dalam pertarungan besar, harus melanjutkan tradisi pertarungan stadion besar di Irlandia setelah Ratu tinju itu meninggalkan ring.

Nama Katie Taylor juga bukan orang jauh bagi Donovan, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dia pernah menjadi partner sparring Taylor ketika masih berusia 12, 13, dan 14 tahun saat dia berada di tim nasional Irlandia.

Pengalaman tersebut membuat rasa hormat Donovan kepada Taylor lebih dalam di bandingkan hanya melihat pencapaian nya dari luar ring, dia menilai memiliki kombinasi langka dari pencapaian sebagai petarung sekaligus karakter luar biasa sebagai manusia.

Ketika wawancara hampir berakhir, Donovan kembali memberikan pesan nya kepada Paro.

“Saya siap kapanpun Liam Paro, tanda tangani kontrak nya, saya akan datang melawanmu, saya menginginkan sabuk saya, jadi tanda tangani kontrak nya jangan terlalu lama berfikir mencari lawan lain, saya disini untuk mu.”

Sekarang tinggal menunggu apakah Liam Paro akan menjawab tantangan tersebut sesuai cita cita nya akan segera menjadi juara dunia, bila terjadi maka itu pertahanan pertama bagi sang juara IBF setelah merebut nya dari Crocker di kandang sendiri pada Juni lalu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top