Headline

17 Bulan Menepi, Kameda Dapat Perebutan Gelar Milik Brandon Figueroa

Pertahanan gelar pertama Figueroa lawan Kameda

Pertahanan pertama Brandon Figueroa sebagai juara duniabkelas bulu WBA mempertemukan nya dengan seorang petinju yang sudah lama tidak merasakan kemenangan di panggung perebutan gelar.

Tomoki Kameda akan menjadi lawan Figueroa pada 17 Oktober di The Chelsea, The Cosmopolitan of Las Vegas yang di tempatkan co-main event Sebastian Fundora akan menghadapi Ermal Hadribeaj dalam laga utama untuk mempertahankan gelar WBC super welterweight.

Pertarungan ini sekaligus membawa Figueroa kembali ke ring setelah kemenangan paling ganas yang memporak porandakan kandang lawan.

Pada Februari lalu, Figueroa merebut sabuk WBA dengan menghentikan Nick Ball pada ronde terakhir, pertarungan berjalan dalam tempo tinggi hingga penghujung laga, sang penantang akhir nya membuat Ball dua kali terjatuh sebelum wasit menghentikan pertandingan.

Kemenangan ini seharus nya menjadi pintu menuju pertarungan besar di divisi 126 pound, namun untuk pertahanan pertama nya, Figueroa malah berhadapan dengan Kameda yang memiliki pengalaman panjang tetapi datang dengan tanda tanya besar mengenai kondisi terkini.

Kenapa Kameda Mendapat Kesempatan Apa Tidak Ada Lawan Lain?

Ada alasan kenapa nama Kameda tetap memiliki daya tarik meskipun situasi nya tidak bagus, dia pernah menjadi juara dunia WBO kelas bantam pada 2013 dan tiga kali mempertahankan sabuk sebelum kehilangan gelar nya, rekam jejak itu membuat nya bukan sosok asing dalam pertarungan perebutan gelar.

Tapi masa tersebut sudah cukup jauh berlalu, Kameda kini berusia 35 tahun dan belum bertanding sejak Mei 2025, dalam laga terakhir nya dia berusaha merebut gelar IBF milik Angelo Leo namun sayang harus kalah menerima keputusan mayoritas setelah 12 ronde.

Pertarungan melawan Figueroa ini bukanlah comeback setelah kemenangan, Kameda justru melompat dari kekalahan langsung menuju kesempatan merebut gelar dunia lain nya, inilah yang membuat pertahanan gelar di pandang relatif aman dari sisi matchmaking meskipun tetap memiliki resiko.

Kameda setidaknya memiliki pengalaman untuk membuat seorang juara berfikir selama 12 ronde, dia juga belum pernah di hentikan sepanjang 47 pertarungan profesional nya.

Menurut penulis, keunggulan terbesar Figueroa tidak hanya kekuatan pukulan, dia bisa membuat pertarungan menjadi melelahkan bagi lawan karena gemar menekan dari jarak dekat, melepaskan kombinasi dalam jumlah besar dan tidak ragu mengarahkan serangan ke body, strategi seperti ini membuat lawan harus terus bergerak atau menerima pertukaran pukulan yang panjang.

Kameda mungkin akan berusaha menghindari nya, pengalaman menghadapi Leo memberikan tanda bahwa masih mampu bertahan dalam pertarungan 12 ronde tetapi bertahan hidup tidak sama dengan mengendalikan pertandingan.

Melawan Figueroa, Kameda harus mampu mencuri ronde sebelum tekanan sang juara mulai menumpuk, pergerakan menyamping, pukulan lurus dan counter akan menjadi senjata untuk mencegah nya mendapatkan posisi terbaik, kalau dia terlalu sering mundur lurus atau berhenti di tali ring, dia akan memberikan ruang yang di butuhkan Figueroa untuk membangun serangan.

Agresivitas Figueroa juga menyisakan bahaya bila terlalu larut dalam kombinasi panjang dengan pertahanan nya bisa terbuka, Kameda harus mampu membuat serangan itu gagal mengenai sasaran dan segera membalas sebelum Figueroa kembali mengatur posisi, itu mungkin menjadi salah satu sedikit jalan untuk membuat pertarungan berjalan sesuai skenario nya.

Nama Kameda pernah sangat di perhitungkan tetapi perjalanan setelah era juara nya berakhir menunjukkan kenapa pertarungan ini menjadi tantangan berat, dia dua kali kalah dari Jamie McDonnell pada 2015, beberapa tahun kemudian Rey Vargas juga mengalahkan nya melalui keputusan pada 2019.

Kemudian menjalani dua pertarungan melawan Lerato Dlamini dengan hasil 1-1 semua nya lewat split decision, kekalahan dari Angelo leo lewat majoriti decision, meski mampu bertahan sampai bel terakhir, hasil nya tidak cukup untuk menempatkan nya kembali sebagai salah satu nama terdepan.

Laga melawan Figueroa lebih banyak menjadi pertaruhan terhadap reputasi dan ketahanan Kameda dari pada bukti bahwa dia masih berada di puncak divisi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top