Nestor Bravo gagal merusak malam Isaac Cruz di San Diego, setelah pertarungan di penuhi clinch, pukulan rendah dan peringatan wasit, sang juara WBC interim akhirnya menemukan penyelesaian yang tak bisa di ganggu gugat di ronde ke 6.
Hook kiri menjadi penutup pertandingan di Pechanga Arena, pukulan tersebut mendarat telak di dagu Bravo hingga membuat petinju Puerto Rico itu jatuh dengan posisi duduk, sampai hitungan wasit Thomas Taylor berakhir dia tidak mampu kembali berdiri.
Cruz pun mempertahankan gelar rekor nya sekarang menjadi 29-3-2 dengan 19 kemenangan lewat knockout, dari awal Pitbull sudah berhasil membuat Bravo seperti punya firasat buruk.
Pada ronde pertama, hook kiri Cruz lebih dulu menjatuhkan lawan nya, setelah itu Bravo menemukan cara untuk memperlambat tekanan meski bukan melalui pertukaran pukulan, saat duel berlangsung tak jauh dia sering memegang tubuh, kebiasaan tersebut akhir nya membuat wasit turun tangan, peringatan berkali-kali tidak menghentikan nya melakukan clinch sampai satu poin di kurangi di ronde ke 2.
Tak lama Cruz melihat peluang bagus lalu kembali menyerang dan menghasilkan knockdown kedua di ronde yang sama, niat hati ingin segera menyelesaikan pertandingan tapi semakin sering terhenti karena ulah Bravo yang licik memeluk mencari aman.
Bravo juga mendaratkan pukulan rendah pada ronde ketiga, Taylor menghentikan aksi untuk memberikan kesempatan kepada Cruz memulihkan diri tetapi tidak ada pengurangan poin tambahan.
Ketika kedua nya saling bertukar pukulan, Cruz tetap lebih unggul, serangan nya lebih keras dan Bravo tak bisa membuat nya mundur, masalah belum berhenti, di ronde ke 4 dia kembali kehilangan satu poin setelah menjatuhkan Cruz ke kanvas, Taylor memberikan peringatan bahwa pelanggaran berikut nya bisa membawa konsekuensi berat termasuk diskualifikasi.
Setelah di lanjutkan Cruz berusaha mencari ruang untuk memukul sedangkan Bravo semakin sering menggunakan cara untuk menghentikan momentum lawan nya.
Ronde ke 5 pun berjalan hampir sama, Cruz terus maju, Bravo tidak punya jawaban untuk menghentikan tekanan, beda nya kali ini dia tidak perlu menjatuhkan dulu hanya membutuhkan satu pukulan telak agar tidak ada lagi drama peluk pelukan.
Yang di tunggu tunggu terjadi pada ronde ke 6, Cruz masuk ke depan melepaskan hook kiri tepat mengenai dagu Bravo sampai terjatuh ke belakang berakhir dalam posisi terpaku, tidak ada upaya serius untuk mengejar hitungan hingga selesai, Taylor menyelesaikan hitungan dan pertandingan pun berakhir.
KO ini tidak akan ada perdebatan panjang seperti Cruz melawan Lamont Roach yang berakhir imbang, kekecewaan itu terbayar lunas atas aksinya yang memukau membuat penonton tepuk tangan dengan keras.
Bravo meninggalkan ring dengan rekor 24-2 dan 17 KO sementara Cruz kembali membawa pulang sabuk nya, petinju Meksiko ini sudah tak tahan akan menuju ke perebutan gelar penuh yang saat ini di pegang oleh Ryan Garcia.
Cruz menyuarakan keinginan nya untuk mendapatkan pertarungan besar tersebut dalam wawancara seusai pertandingan, tetapi ada sedikit hambatan di karenakan perbedaan kelas.
Cruz berstatus pemegang gelar interim WBC di 140 pound dan Garcia menginginkan pertarungan besar berikut nya berlangsung di 147 pound, meskipun nama kedua nya dalam satu pembicaraan, yang harus di sepakati adalah di kelas berapa itu akan berlangsung.
Kalau Cruz memang berniat ingin menjajal kekuatan Garcia, tidak ada alasan untuk tidak naik kelas demi gelar dunia sama seperti Benn yang rela turun jauh sampai memangkas tubuh nya dengan ekstrem walaupun gagal merampas nya.
Garcia tidak akan turun kelas seperti yang sudah dia katakan saat berencana rematch dengan Gervonta Davis, syarat nya sudah jelas tetap di 147 pound, bila Cruz terlalu lama mengejar nya tidak menutup kemungkinan dia akan mencari unifikasi dengan petarung lain seperti Teofimo Lopez yang hampir ribut saat wawancara kemenangan nya atas Benn.








