Nelson Asofa Solomona mengakhiri perlawanan Paul Gallen hanya 4 detik sebelum ronde pertama berakhir, mantan pemain rugby Melbourne Storm itu menjatuhkan Gallen dengan rentetan 4 uppercut beruntun dalam duel tinju kelas berat di TikTok Entertainment Centre Sydney Australia Jumat malam 6 November 2026.
Gallen yang berusia 45 tahun tidak mampu menahan serangan nya, di awali dengan straight kanan ke wajah memaksa nya mundur ke tali, setelah itu empat uppercut menerobos di sela sela dobel cover nya hingga bersandar pada tali ring dalam kondisi tak berdaya, wasit segera menghentikan pertandingan ketika ronde pertama hanya menyisakan sekitar 4 detik.
Kemenangan ini menambah catatan profesional Asofa-Solomona menjadi 4 kemenangan tanpa kekalahan semua nya melalui KO, Gallen harus menerima kekalahan ketiga nya dalam karir tinju profesional nya.
Kejadian di Sydney tidak berhenti setelah wasit mengangkat tangan Asofa-Solomona sebagai pemenang.
Usai menjatuhkan Gallen, petinju bertinggi badan 201 cm itu merayakan kemenangan dengan naik ke sudut ring, tidak lama kemudian, dia turun dan menghampiri seorang penonton di area tribun, Asofa-Solomona langsung melayangkan pukulan yang membuat penonton tersebut terjungkal ke belakang.
Rekaman pertandingan memperlihatkan insiden itu berlangsung di tengah area penonton yang pencahayaan nya cukup redup sehingga wajah orang yang menjadi sasaran pukulan tidak terlihat jelas, setelah kejadian tersebut Asofa-Solomona kembali naik ke atas ring.
Asofa Solomona kemudian mengaku bereaksi setelah melihat gestur mengejek menyerupai kera dan bernuansa rasis dari penonton tersebut, dia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan nya, sembari mengecam dugaan penghinaan rasial yang di alami nya.
Sementara itu, Gallen harus mendapatkan penanganan tim medis setelah KO, mantan kapten Cronulla Sharks tersebut bahkan mengaku tidak mengingat secara jelas apa yang terjadi selama pertandingan dan perlu melihat rekaman untuk mengetahui bagaimana dirinya di kalahkan.
Duel ini sebelum nya sudah di panaskan oleh perseteruan lama kedua nya di dunia rugby league Australia, Gallen adalah mantan kapten Cronulla Sharks, sedangkan Asofa Solomona pernah memperkuat Melbourne Storm, rivalitas kedua klub turut terbawa ke dalam persiapan pertandingan dengan saling sindir yang semakin memanaskan suasana menjelang pertarungan.
Sejak debut nya pada awal Januari 2026, Solomona menghancurkan Jeremy Latimore dengan KO ronde pertama, 3 bula berikut nya Jarrod Wallace bertahan selama sebelum wasit menghentikan di ronde ke 3.
Usai pengumuman selesai, Solomona berulang kali meminta maaf atas kejadian pemukulan itu, merupakan kehormatan besar baginya melawan Gallen meski ada kata yang menyakiti perasaannya sebelum pertandingan ini, dia juga siap melawan Tommy Fury di Inggris bila duel bisa di wujudkan.
“Saya ingin meminta maaf atas apa yang saya lakukan, saya bertindak seperti orang bodoh dan ingin meminta maaf kepada semua orang, saya terbawa suasana pada momen ini, sya harap kalian bisa memahami, persiapan menuju pertandingan ini sangat panjang dan penuh tekanan, tetapi saya seharus nya tidak bertindak seperti itu…saya minta maaf, saya juga ingin mengatakan sesuatu kepada Gallen, sepanjang persiapan pertandingan meskipun ada kata-kata yang terlontar dan perasaan yang tersakiti, merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya bisa naik ke ring menghadapi raja tinju crossover kelas berat, sungguh sebuah kehormatan, terima kasih, Paul.”









