Jack Catterall sukses mendapatkan malam yang selama ini dia tunggu, petinju asal Inggris itu bertarung sangat bagus saat menghadapi Shakhram Giyasov dan sukses membawa pulang gelar reguler kelas welter WBA lewat kemenangan angka mutlak di kartu pendukung Oleksandr Usyk melawan Rico Verhoeven di mesir.
Sejak awal pertarungan Catterall memang terlihat datang dengan persiapan yang sangat serius, dia langsung memberi kejutan di ronde 1 ketika straight kiri nya dengan keras masuk membuat Giyasov terjatuh, situasi itu langsung mengubah arah pertandingan.
Bukan cuma knockdown Catterall juga beberapa kali kembali memasukkan pukulan kiri lurus nya dengan telak sebelum ronde pembuka selesai dan Giyasov kesulitan menghadapi ritme lawan nya.
Memasuki ronde 2 pertarungan sedikit menurun tetapi Catterall masih terlihat mengendalikan situasi, kombinasi one two milik nya berulang kali berhasil menembus pertahanan petinju Uzbekistan tersebut, tim di sudut nya bahkan beberapa kali terlihat sangat puas melihat strategi mereka berjalan sesuai rencana.
Giyasov mulai menemukan sedikit harapan di ronde ke 4, petinju berjuluk Wonder Boy itu lebih aktif menyerang sesekali memaksa Catterall mundur.
Di akhir ronde ke 5 dia sempat membuat Catterall bertahan di sudut ring sambil melontarkan beberapa pukulan kanan keras tetapi tekanan itu ternyata belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Catterall tetap tenang dan terus bertinju cerdas, dia mulai menyerang ke bagian tubuh lawan untuk memperlambat pergerakan Giyasov, perlahan efek nya mulai terlihat hidung Giyasov berdarah dan ekspresi nya berubah semakin bingung karena sulit menemukan peluang melepaskan serang yang tepat sasaran.
Giyasov tak mampu membaca permainan Catterall beberapa kali dia membuka ruang lewat feint dan jab tetapi pukulan nya di lepas dari jarak yang terlalu jauh.
Sementara itu Catterall terus memainkan kontrol pertarungan, kombinasi straight kiri cukup menghasilkan poin, strategi yang dis usun bersama pelatih baru nya Stephen Smith berjalan mulus sepanjang laga.
Memasuki ronde akhir Giyasov sebetul nya sedikit memliki peluang dengan mengubah arah duel mengajak Catterall bertukar pukulan dan memperoleh beberapa momen bagus ketika lebih terbuka namun lawan nya tetap efektif dalam memilih pukulan.
Sampai bel terakhir berbunyi keunggulan petinju Inggris itu tak bisa di tutupi, ke 3 juri memberikan kemenangan untuk Jack Catterall dengan skor 118-109, 119-108, dan 116-111 hasil itu memastikan diri nya resmi merebut sabuk reguler WBA di kelas welter.
Usai pertarungan Catterall mengaku sangat emosional dengan kemenangan tersebut menurut nya malam itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam karir nya.
Kemenangan ini juga bisa membuka jalan menuju pertarungan besar yang selama ini sulit dia dapatkan, dengan rekor baru 33 kemenangan dan 2 kekalahan nama nya kini naik di persaingan kelas welter dunia.
Sedangkan kekalahan ini menjadi coretan pertama dalam karir profesional Shakhram Giyasov, sebelum nya dia datang dengan reputasi cukup tinggi tapi kini rekor nya berubah menjadi 17-1.
Meski kalah Giyasov tetap menunjukkan mental kuat dan keberanian untuk terus menekan sampai akhir laga, hanya saja Jack Catterall lebih siap dan terlalu berat untuk di pecahkan, ini juga memutus harapan nya menjadi juara setelah lama menjadi mandatory melawan Romero tapi tak kunjung datang.
Baca juga:
#JackCatterall #ShakhramGiyasov #WBA









