Headline

Sebastian Fundora Punya Celah Berbahaya Jelang Lawan Ermal Hadribeaj

Hadribeaj punya peluang atas Fundora

Sebastian Fundora memiliki keunggulan fisik dengan tinggi 198 sentimeter, juara dunia WBC itu bisa menggunakan jangkauan panjang nya untuk membuat lawan tak bisa mendekat, tapi ada kebiasaan yang membuat nya kadang tidak maksimal, dia sering bertukar pukulan dari jarak dekat.

Jelang pertarungan nya melawan Ermal Hadribeaj pada Sabtu 17 Oktober, penantang asal Albania jauh lebih pendek sekitar 178 sentimeter, tetapi jika Fundora kembali meninggalkan jarak aman dan mengaja bertarung di ruang sempit lawan nya bisa memperoleh kesempatan yang sebelum nya sulit dia dapatkan.

Fundora bukan petinju yang berusaha menjaga lawan di ujung jangkauan nya, kerap maju, menancapkan kaki lalu melancarkan hook dan uppercut dalam pertukaran cepat, gaya itu bisa berbahaya juga dapat membuka celah ketika pertahanan mulai longgar.

Riwayat pertarungan nya sudah memperlihatkan resiko itu, pada 2023 Brian Mendoza menjatuhkan Fundora dengan hook kiri keras dan menang KO, Erickson Lubin juga pernah membuat nya pontang pantong dalam pertarungan penuh benturan, sedangkan Tim Tszyu mampu mendaratkan sejumlah pukulan berat sebelum luka yang di alami nya, sehingga Fundora mengubah jalan nya pertandingan.

Hasil itu tidak berarti Hadribeaj memiliki peluang yang sama, Mendoza berhasil memanfaatkan kelengahan Fundora dengan serangan yang sangat cepat sementara Hadribeaj belum membuktikan bahwa dia mempunyai kekuatan dan ketepatan serupa ketika menghadapi lawan elite, tapi kebiasaan bertarung di jarak dekat tetap harus di perhatikan.

Selisih tinggi sekitar 20 sentimeter seharus nya Fundora bisa mengendalikan jarak, dia dapat memaksa Hadribeaj melewati pukulan panjang sebelum penantang itu bisa mencapai sasaran, jika mampu mempertahankan disiplin itu seperti melawan Keith Thurman maka akan menyulitkan lawan nya untuk mendikte serangan.

Terkadang Fundora tidak bertarung seperti petinju jangkung yang ingin memakai strategi itu ketika pertarungan berubah menjadi adu pukulan, lawan yang lebih pendek bisa memiliki sudut serang yang menguntungkan terutama jika berhasil masuk tanpa terkena pukulan lebih dulu.

Hadribeaj tentu akan berusaha mencari momen tersebut, namun memaksa mendekat bukan pekerjaan mudah, dia harus melewati jangkauan Fundora lalu menghindari serangan balasan sebelum bisa membalas, kesalahan saat masuk justru akan menjadi sasaran empuk.

Setelah berhasil mendekat pun Hadribeaj tidak boleh merasabsudah menguasai situasi karena Fundora memiliki uppercut tajam dan kombinasi hook yang berbahaya ketika lawan berada di depan nya, bila terlalu bernafsu mencari satu pukulan bisa kewalahan menghadapi jumlah serangan yang di lepaskan sang juara.

Peluang terbaik Hadribeaj bukan hanya mengajak Fundora bertarung rapat, dia perlu memilih waktu masuk dan menghindari balasan dengan gesit, tanpa disiplin itu kebiasaan Fundora yang seperti kelemahan justru bisa menjadi keuntungan.

Ketegangan sempat terlihat dalam konferensi pers terakhir di The Cosmopolitan Las Vegas, Hadribeaj mengarahkan tangan seperti orang sedang menembak, Fundora tak membalas hanya menatap nya dengan tajam dan tidak menepis tangan atau mendorong lawan nya.

Aksi itu menambah nilai untuk penonton bersorak tetapi tidak banyak mengubah masalah teknis yang akan menentukan hasil nya, Fundora sudah menjalani pertarungan keras tanpa harus kehilangan kendali hanya karena suasana di luar ring memanas.

Hadribeaj pun sebenar nya tidak perlu membuat Fundora marah agar mendapat kesempatan bertarung jarak dekat, kecenderungan sang juara untuk maju dan bertukar pukulan sudah menjadi bagian dari gaya bertarung nya, bila kebiasaan itu muncul lagi maka peluang untuk memanfaatkan nya sama seperti yang pernah di lakukan lawan sebelum nya masih terbuka.

Akan tetapi, Fundora juga memiliki pilihan untuk mengubah nya, dia bisa menggunakan jangkauan panjang nya lebih konsisten dan memaksa Hadribeaj mengambil resiko setiap kali berusaha mendekat, tantangan nya adalah mengetahui kapan harus maju, terlalu sering bertukar pukulan bisa memberi nya peluang untuk mengakhiri pertarungan namun juga membuka jalan bagi lawan untuk melancarkan serangan balasan.

Hadribeaj datang dengan kesempatan untuk menciptakan kejutan, sedangkan Fundora memiliki pengalaman menghadapi petinju yang mampu menghukum nya ketika pertahanan terbuka. 

Pertarungan ini akan memperlihatkan apakah sang juara tetap memilih adu pukulan atau lebih disiplin, jika dia kembali memberikan terlalu banyak kesempatan, Hadribeaj setidak nya memiliki harapan untuk dicoba meski memanfaatkan nya akan menjadi tantangan yang tak sama ketika melawan Bakary Samake pada Mei kemarin.

Dalam 1 panggung ini tidak hanya Fundora vs Hadribeaj yang memperebutkan gelar, Brandon Figueroa juga akan menjalani pertahanan WBA pertama nya melawan petinju jepang Tomoki Kameda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top