Duel kelas berat antara Fabio Wardley melawan Daniel Dubois ini tidak hanya perebutan sabuk tapi lebih ke harga diri dan siapa yang akan bertahan ketika rasa sakit mulai mengambil alih.
Mereka duduk berhadapan tidak ada meja yang di balik atau teriakan berlebihan namun penuh dengan ancaman.
Dua pria yang tahu persis apa yang akan terjadi beberapa minggu ke depan hanya tujuan menghancurkan satu sama lain.
Wardley datang sebagai juara rekor tak bernoda gaya bertarung nya brutal hampir selalu menyelesaikan pertarungan sebelum waktu nya, KO itu kebiasaan menghapus lawan dari pertandingan tapi di balik semua itu selalu ada suara sumbang yang mengikuti kata nya dia belum di uji.
Sekarang ujian itu duduk tepat di depan nya, Dubois bukan petinju lemah pernah duduk di singgasana yang sama juga merasakan bagaimana jadi yang di takuti, lalu dia jatuh di kalahkan dan di ragukan.
Namun Dubois tidak menyerah dia menjadi petarung yang sudah mencicipi rasa pahit dan ingin membalas semua nya.
Ketika Dubois menyebut Wardley beruntung itu sindiran yang tajam, dia melihat Wardley sebagai seseorang yang belum masuk ke neraka ring dan di hantam oleh lawan yang bisa menghancurkan mental.
Wardley tidak marah malah tersenyum karena dia tahu cerita yang di bangun orang tentang diri nya selama ini salah.
Dia bukan petinju yang di lindungi justru memilih jalan sulit mencari lawan tidak menghindari, ketika melawan Dubois dia melihat kesempatan bukan ancaman.
“Buat saya santai saja, saya tidak punya masalah apa apa sama Daniel tak ada sejarah buruk sebelum nya, kita cuma dua pria satu mau mempertahankan gelar satu mau mengambil nya…itu saja…ni kerjaan bukan personal kata Wardley.
Lanjut percakapan ini Wardley bilang tidak ada yang bisa bertahan 12 ronde dengan saya.
Itu bukan omong kosong untuk memancing perhatian tapi keyakinan yang dia bangun dari setiap ronde yang dia lalui dan pukulan yang dia lepaskan Wardley tidak peduli siapa lawan bagi nya semua akan berakhir KO.
Tetapi Dubois tidak hadir untuk jadi korban berikut nya, dia datang dengan cerita yang jauh lebih gelap, pernah di hancurkan dan orang bilang karir nya tamat setelah KO dari Usyk.
Dia melihat Wardley sebagai jalan tercepat untuk merebut kembali semua nya.
“Saya akan hancurkan dia perlahan lalu menutup dengan KO.”
Kata itu di ucapkan tanpa ragu bukan seperti ancaman kosong tapi rencana.
Kalau di lihat dari luar pertarungan dua dua nya yakin tidak akan melihat bel akhir tapi kenyataan nya jauh lebih ribet
Wardley adalah monster gaya maju tak peduli lawan besar pasti dia tabrak bahkan saat masuk ke zona berbahaya dia percaya kekuatan nya cukup untuk mengakhiri lebih cepat.
Dubois lain, dia lebih terencana tapi ketika dia menemukan peluang pukulan nya sama mematikan nya itu terjadi setelah memukul balik KO Anthony joshua, sekarang dia sudah tahu bagaimana bertahan.
Tidak ada kemungkinan duel ini berjalan tenang selama 12 ronde tanpa drama, gaya mereka terlalu berbahaya untuk itu, ini lebih seperti dua truk yang melaju kencang ke arah yang sama dan tidak ada yang mau menginjak rem.
Wardley percaya dia bisa memaksa Dubois masuk ke zona meragukan diri nya sendiri menghidupkan kembali iblis yang pernah membuat nya hancur di masa lalu.
Dubois juga yakin Wardley akan merasakan hati nya hancur setelah mengalami kekalahan pertama nya.
Baca juga:
Prediksi penulis jujur tanpa di bungkus aman arah paling berat bukan ke Fabio Wardley tapi ke Daniel Dubois, saya melihat Dubois bisa menyelesaikan ini cepat.
Masalah nya ada di cara Wardley bertarung, dia selalu datang dengan niat menyerang duluan membangun tekanan danmembuat lawan mundur, ini kelihatan keren saat lawan nya tidak punya daya hancur besar tapi melawan Dubois gaya seperti itu membuka pintu.
Wardley lebih suka langsung masuk, tukar pukulan di situ kelemahan nya karena Dubois tidak butuh banyak waktu untuk mengeksekusi.
Begitu dia lihat ruang sekecil apa pun dia langsung lepaskan pukulan lurus penuh tenaga untuk menjatuhkan.
Yang sering di lupakan orang Wardley belum merasakan power kelas atas seperti Dubois, dia sering terlihat kuat karena dia yang memegang kendali tapi kalau itu di rebut dalam satu detik kita belum tahu seperti apa reaksi nya.
Sebalik nya Dubois sudah pernah berada di situasi paling sulit, dia pernah di hajar namun bangkit bisa menyelesaikan semuan ya tanpa perlu menunggu lama.
Jadi kalau harus memilih Dubois yang menang di ronde ke 2 atau 3 paling lambat pertarungan ini selesai, bukan karena Wardley buruk tapi karena gaya bertarung nya memberi kesempatan terlalu besar dan Dubois adalah petinju yang tidak butuh undangan kedua untuk melakukan nya.
Baca juga:
#DanielDubois #FabioWardley #Kelasberat









