Liverpool Membeku: Brandon Figueroa Hancurkan Nick Ball dengan KO Brutal di Kandang Sendiri

Figueroa KO brutal nick ball

Di M&S Bank Arena Liverpool ada satu momen yang mematikan semua sorak sorai karena Nick Ball tergeletak telungkup di kanvas, wajah nya menghadap lantai ring sementara ribuan penonton yang sebelum nya berisik mendadak membisu dan Brandon Figueroa datang ke kandang lawan tidak menunggu takdir tapi menjemput nya.

Pukulan kiri yang di lepaskan nya di ronde terakhir menghantam dagu Ball yang tidak perlu pengulangan untuk menjelaskan efek nya.

Ball jatuh bangkit dengan keberanian lalu jatuh lagi wasit sempat memberi kesempatan, tapi hanya untuk di eksekusi.

Saat Ball terhuyung ke tali ring, Figueroa menyerbu tanpa ragu melepaskanserangan ke kepala, tubuh Ball terlempar keluar ring mencoba berdiri untuk kedua kali nya namun wasit akhir nya menghentikan semua penderitaan itu gelar WBA featherweight berpindah tangan dengan cara paling keras.

Euforia di sudut Figueroa pecah, tim nya naik ring merayakan kemenangan yang mereka raih di kandang lawan tapi di sisi lain emosi Liverpool ikut terbakar, sudut Ball bereaksi beberapa petinju lokal melompat ke ring sebelum di amankan petugas.

Dari tribun minuman beterbangan ke arah ring seolah tak terima Nick Ball baru saja kehilangan lebih dari sabuk tapi juga kehilangan kontrol atas panggung yang selama ini milik nya.

Saat Ball akhir nya berdiri dia mendapat sambutan tanda hormat dari publik nya namun malam itu sudah tercatat dengan tinta tebal ini adalah malam Brandon Figueroa.

Yang membuat kemenangan ini semakin kejam adalah kenyataan bahwa laga ini bukan duel sepihak, hingga ronde ronde akhir ini adalah pertarungan yang membuat banyak orang mengerutkan dahi saat menilai skor.

Figueroa memang lebih aktif, Ball meski lebih kecil mendaratkan pukulan yang lebih banyak masuk dan mudah di lihat mata juri bahkan di ronde tengah da masa di mana Ball tanpak mulai menemukan timing terhadap tekanan tanpa henti Figueroa.

Masuk ke ronde ke 12 kesan dari ringside jelas, siapa pun yang unggul di ronde ini kemungkinan besar akan memenangkan pertarungan tidak ada keunggulan mutlak.

Disinilah Figueroa menunjukkan mengapa dia tidak mau menyerahkan nasib nya kepada juri Inggris, kerusakan pada tubuh Ball tidak datang sekaligus itu terakumulasi dan sejak ronde ke empat tanda tanda nya sudah terlihat.

Hidung Ball patah darah mengalir mata kiri nya mulai membengkak akibat tempo gila yang di paksakan Figueroa.

Pukulan ke tubuh terus di tanamkan membuat Ball harus menahan sakit setiap kali berdiri terlalu lama di tali ring, di ronde ke enam Ball sempat menunjukkan kilas balik kualitas nya, dua hook kiri mendarat tapi respons Figueroa langsung mematikan empat pukulan balasan tanpa jeda apalgi mundur.

Secara fisik Figueroa jelas lebih besar tapi yang menarik, dia tidak memanfaatkan keunggulan itu dengan bertinju jarak jauh dia malah memilih bertarung di dalam wilayah yang selama ini menjadi zona yang di kuasai oleh Ball.

Ini terlihat seperti kesalahan tapi dalam praktik Figueroa menggunakan keunggulan stamina dan volume untuk menenggelamkan Ball sedikit demi sedikit, pukulan Ball memantul punya Figueroa menempel.

Jika kita kembali ke awal Nick Ball yang terlihat lebih siap perang.

Ronde itu adalah gambaran sempurna tentang laga ini, Figueroa membuka dengan jab kidal sedangkan Ball menolak bermain aman dia melepaskan uppercut kiri yang membuat kaki Figueroa sedikit oleng tangan kanan Ball juga beberapa kali mendarat di atas jab.

Ball mendorong Figueroa menolak di rapatkan bahkan melambaikan tangan menantang saat bel berbunyi dan publik Liverpool bersorak dengan bangga karena itu juara mereka.

Sebelum laga Figueroa sudah mengatakan dia tidak mau pertarungan ini di tentukan juri karena bertarung di Inggris melawan juara lokal dengan atmosfer yang jelas tidak bersahabat itu bukan tempat untuk berharap keadilan skor dia bertarung seolah sadar betul akan resiko itu.

Figueroa tidak menunggu keajaiban namun menciptakan penutup yang tidak bisa di perdebatkan.

Brandon Figueroa kini mencatat rekor 27-2-1 dengan 20 KO, dia datang ke kandang lawan bertarung dalam duel ketat menolak menyerahkan nasib ke juri dan dia mengakhiri semua nya dengan kekerasan yang tak bisa di ganggu gugat.

Nick Ball boleh bangkit lagi, karir nya belum selesai tapi malam ini sabuk itu di cabut dari pinggang nya oleh seseorang yang tidak hanya lebih keras tapi juga lebih siap menderita karena sebelum nya dia kehilangan 2 gelar WBC bantam super dan WBC bulu di tangan Stephen Fulton semua lewat angka.

Sebelum duel brutal ini di partai pendukung juga tak kalah menegangkan karena ada 4 pertarungan yang juga berakhir dengan KO menambah suasana mendidih di dalam arena.

#Brandonfigueroa #Nickball

Scroll to Top