Mantan juara 2 divisi Jermall Charlo lebih dari setahun menghilang dari hiruk pikuk di dalam arena, terakhir kali dia bertarung pada mei 2025 melawan Thomas Lamanna yang di menangkan nya lewat TKO ronde ke 7, sebelum itu tahun 2022 dan 2024 menepi tanpa ad kabar.
Harapan para fans akhir nya mulai terjawab, dia di pastikan kembali naik ring pada 25 Juli 2026 di Sydney Australia menghadapi petinju tuan rumah Koen Mazoudier menjadi bagian dari kartu pertandingan Errol Spence Jr melawan Tim Tszyu, kabar ini tentu di sambut gembira tapi tidak sedikit yang heran begitu melihat nama lawan nya.
Koen Mazoudier memang belum masuk dalam jajaran elite, rekor nya 15 kemenangan 4 kalah sekali imbang, sejak di tundukkan Nikita Tszyu pada agustus 2024, 3 pertarungan terakhir tangan nya di angkat oleh wasit.
Walaupun begitu belum cukup untuk di sejajarkan dengan para petinju papan atas di menengah super, itu ulah sebabnya banyak penggemar merasa Charlo seharus nya bisa mendapatkan lawan yang lebih berat bila memang ingin membuktikan diri di usia nya yang ke 36 tahun.
Reaksi seperti itu sebenar nya bisa di pahami karena Charlo masih menyandang status sebagai petinju yang belum pernah kalah dengan pengalaman dan nama sebesar yang di miliki nya, wajar jika publik berharap dia langsung bertemu lawan yang memiliki peringkat tinggi atau pemegang sabuk.
Karena minim nya aktifitas bertanding, Charlo perlahan tenggelam di tambah banyak nya persoalan di luar ring, padahal dia sedang di incar oleh musuh lama Caleb Plant untuk segera menyelasaikan urusan lama yang terjadi di luar ring.
Dia mengakui bahwa mengalami masa yang sangat berat, berbicara terbuka mengenai tekanan mental sampai membuat semangat untuk bertanding perlahan menghilang, kondisi itu membuat persiapan nya tidak maksimal, di saat petinju lain sibuk mengejar gelar Charlo berperang menyelesaikan masalah dalam kehidupan nya sendiri.
Masa vakum itu membawa dampak besar, sabuk juara yang pernah berada di tangan nya tidak lagi bisa di pertahankan dan kesempatan menghadapi lawan besar pun ikut menghilang sehingga dia naik kelas.
Di tengah usaha membangun kembali karir, persoalan lain ikut bergabung seperti tumpukan buku, hubungan dengan saudara kembar nya Jermell Charlo ternyata sudah tidak sehangat dulu, padahal selama ini menjadi contoh saudara kembar paling sukses, mereka tumbuh dan kemanapun pergi selalu bersama seperti upin dan ipin.
Ternyata saat ini sudah renggang, Jermall mengungkapkan bahwa sudah lama tidak berkomunikasi bahkan saat ulang tahun mereka yang jatuh di tanggal yang sama, tidak ada ucapan maupun percakapan di antara kedua nya, pengakuan itu membuat banyak orang terkejut karena hubungan mereka selama ini terlihat sangat dekat.
Jermall memang tidak membuka seluruh persoalan yang terjadi tapi memberi tanda urusan pribadi menjadi salah satu penyebab hubungan mereka tidak harmonis.
Sekarang fokus Jermall hanya satu mengembalikan nama nya ke jajaran petinju elite, dia sudah menyatakan ingin mengejar gelar di divisi yang baru, laga melawan Mazoudier ini bisa di bilang menjadi laga pemanasan sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar.
Menang angka saja kemungkinan belum cukup, publik ingin melihat bagaimana dia memporak porandakan ring seperti merebut gelar IBF melawan Cornelius Bundrage di menengah ringan dan versi WBC ketika meng KO Hugo Centeno jr di ronde ke 2.
Menurut penulis, keputusan memilih Koen Mazoudiertidak berarti Jermall menghindari lawan berat, setelah melewati berbagai persoalan pribadi, langkah paling bagus memang harus dari bawah, berbeda dengan Spence yang menolak itu semua langsung menerima tawaran dengan Tim Tszyu padahal di vakum total sejak kekalahan brutal dari Terence Crawford pada 2023.
Baca juga:
#JermallCharlo #KoenMazoudier









