Jake Paul membuat pernyataan besar menjelang pertarungan nya melawan Cedric Doumbe di Dubai pada malam Natal, sekarang bukan janji menang KO tapi bersedia mengakhiri karir tinju nya apabila petarung asal Prancis itu berhasil mengalahkan nya.
Kata itu di sampaikan ketika Paul mempromosikan duel kelas penjelajah yang akan berlangsung selama 8 ronde, dia ingin publik percaya bahwa benar mempertaruhkan masa depan di atas ring.
“Jika dia menang, saya akan menggantung sarung tinju dan mengakhiri semua nya,” kata Paul.
Kedengaran nya memang berani, tetapi rekam jejak Paul selama ini membuat janji pensiun seperti itu masih di ragukan, dia suka membangun pertarungan dengan pernyataan kontroversial demi menarik perhatian dan sekarang menggunakan masa depan karir nya sebagai taruhan.
Paul sendiri datang dengan kondisi baru saja pulih, pada Desember tahun lalu dia mengalami kekalahan KO dari Anthony Joshua dalam 6 ronde, pukulan sang mantan juara dunia itu membuat rahang nya patah yang memaksa nya menjalani istirahat total.
Petinju berjuluk problem child ini memang memiliki pengalaman tinju profesional yang lebih banyak, sudah menjalani 14 pertarungan sedangkan Doumbe baru memiliki satu penampilan di tinju profesional, tapi angka itu tidak bisa di jadikan patokan atau ukuran kemampuan petarung Prancis itu.
Doumbe memiliki latar belakang kickboxing lebih panjang, pernah meraih 2 gelar juara dunia Glory dan mengumpulkan 45 kemenangan melalui KO, berarti tidak bisa di anggap enteng, sekali terkena pukulan nya bisa terkapar tak berdaya.
Perbedaan hanya terletak pada aturan pertandingan, Doumbe tidak bisa menggunakan tendangan yang biasa nya menjadi senjata untuk melumpuhkan, Paul begitu yakin dengan membatasi lawan nya hanya pada teknik tinju, dia akan lebih mudah mengendalikan jalan nya pertarungan.
Strategi semacam ini memang sudah lebih dulu Paul lakukan dengan menghadapi atlet dari berbagai cabang olahraga tarung, mereka mungkin memiliki pengalaman dan reputasi besar, tetapi harus menyesuaikan diri ketika masuk ke ring dengan aturan tinju.
Paul berharap situasi serupa kembali menguntungkan nya, tapi Doumbe tahu lawan nya baru saja sembuh dari cidera, dia bisa memanfaatkan kondisi itu dengan tidak mencari kemenangan KO cepat.
Dia cukup menghindari serangan, mencari peluang untuk melancarkan pukulan balasan, lalu memaksa nya sampai ronde akhir, bila itu terjadi kondisi fisik dan kesiapan Paul setelah operasi rahang bisa menjadi kelemahan nya.
Kemenangan Doumbe tidak harus datang melalui satu pukulan telak, membuat Paul kesulitan sepanjang pertandingan saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa duel ini tidak akan berjalan sesuai rencana yang di incar nya.
Menurut penulis, tentang ancaman pensiun bila di kalahkan Doumbe hanya bagian dari bumbu promosi bagi penonton yang ingin melihat apakah Paul bisa mempertahankan ucapan nya.
Bila Doumbe menang, Paul mungkin akan mengambil waktu istirahat lebih lama untuk memulihkan diri juga meredakan sorotan publik dan meninggalkan tinju untuk selama nya merupakan cerita yang berbeda.
Kita sudah berulang kali menyaksikan petarung mengumumkan pensiun lalu kembali ketika kesempatan besar datang, seperti Vasyl Lomachenko yang sudah 2 tahun menepi tiba tiba di kabarkan comeback pada Februari mendatang, padahal dulu dia sendiri yang membuat video, berpamitan akan fokus mengurus anak dan istri nya.
Apalagi Jake Paul dengan bisnis [MVP] yang masih berjalan dan daya tarik komersial yang di miliki nya, dia punya banyak alasan untuk tetap naik ring kapan saja.

















