Headline

Tak Berkutik, Shakur Stevenson Wajib Negosiasi Dengan Muratalla

Stevenson akan melawan penantang wajib Muratalla

Shakur Stevenson sekarang tak bisa lagi menghindar dari Raymond Muratalla begitu saja, WBO telah resmi memerintahkan kedua kubu untuk memulai negosiasi pertarungan wajib milik nya, kabar tersebut di sampaikan langsung oleh presiden Gustavo Olivieri melalui akun X pribadi nya.

Olivieri menyatakan kedua pihak memiliki waktu 20 hari untuk mencapai kesepakatan, pemberitahuan resmi mengenai perintah tersebut juga akan segera di terbitkan.

“Komite Kejuaraan Dunia WBO telah secara bulat memutuskan untuk memerintahkan dimulainya negosiasi antara juara dunia kelas welter junior WBO Shakur Stevenson dan penantang peringkat pertama WBO Raymond Muratalla, guna memenuhi kewajiban pertarungan wajib yang belum terlaksana,” tulis Olivieri di X.

Keputusan ini keberhasilan Top Rank promotor Muratalla yang mengajukan permohonan kepada WBO agar petinju mereka mendapatkan kesempatan menantang Stevenson, sekarang permintaan tersebut berujung pada perintah resmi dari badan tinju.

Muratalla sendiri sudah lama mengincar pertarungan melawan Stevenson bahkan sebelum keluar dari Zuffa Boxing, waktu itu sang juara menyatakan bahwa penantang itu meminta 3 juta dolar bila nantinya bertemu meskipun tidak ada klarifikasi resmi dari pihak mereka.

Keinginan nya untuk menghadapi Shakur sudah ada sebelum Stevenson mengalahkan Teofimo Lopez pada Januari untuk merebut gelar kelas welter junior.

Mungkin perintah ini bisa mengganggu rencana nya mengejar pertarungan dengan nilai komersial lebih besar, sebelum nya dia sudah santer di kabarkan akan bertemu melawan Devin Haney bahkan sudah sepakat tapi berujung kandas usai mereka saling tuduh mengenai berat badan.

Gagal nya dengan Shakur, Devin Haney tak lama langsung mendapatkan lawan lain yakni Liam Paro juara IBF dari Australia, rencana mereka lebih dulu ada sebelum penantang wajib nya Keyshawn Davis mundur padahal purse bid sudah selesai tinggal menentukan tanggal pertarungan.

Saat ini status sebagai juara juga membawa kewajiban, bila Stevenson ingin mempertahankan sabuk WBO, dia harus menghadapi proses negosiasi dengan penantang wajib yang sudah di tetapkan, tim nya tidak bisa terus membiarkan ini menggantung tanpa keputusan.

Muratalla baru saja mempertahankan gelar IBF kelas ringan nya melawan Robson Conceicao pada Agustus lalu lewat kemenangan angka, tanpa berlama-lama dia menyatakan naik kelas melepas sabuk nya untuk menjadi juara dunia 2 divisi.

Rekor nya masih tak terkalahkan dengan 24 pertarungan 17 kali di raih dengan KO, bila pertemuan nanti dengan Stevenson terjadi maka tidak hanya gelar yang di perebutkan tapi juga siapa yang akan pecah telur di kolom profesional mereka.

Stevenson jelas lebih di unggulkan dari kecepatan dan pertahanan, itu terlihat ketika merampas gelar Lopez fimana sang juara seperti di sekolahin tak bisa menemukan cara untuk mendekat.

Muratalla harus bisa memotong pergerakan Stevenson tanpa terus masuk ke perangkap serangan balik, tekanan saja tidak cukup untuk mengatasi petinju dengan kecerdasan tinggi dan membaca permainan nya.

Jika pembicaraan ini menemui jalan buntu, proses nya dapat berlanjut ke lelang tawaran atau purse bid sesuai prosedur WBO, yang pasti Muratalla kini memiliki jalur resmi untuk menantang gelar Stevenson.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top