Malam di Copper Box arena promotor dapat apa yang mereka cari, platform siaran punya kesinambungan cerita, badan tinju bisa menambahkan satu nama baru ke daftar resmi.
Partai pendukung: Kraus vs crighton.
Gradus Kraus tidak datang untuk memberi ruang pada pertanyaan, sejak ronde pertama dia sudah memperjelas niat nya santai tapi juga tidak memberi Boris Crighton waktu untuk mengembangkan serangan, pukulan ke body jadi fondasi setiap kali Crighton mencoba berdiri dan membalas dia menutup lalu kembali menggali ke bawah.
Knockdown di ronde pertama adalah hasil akumulasi, ketika ronde kedua berjalan arah duel sudah jelas, Kraus menjatuhkan Crighton sekali lagi, lalu menyudahi laga pada menit 1:59 lewat satu pukulan terakhir ke tubuh yang membuat perlawanan habis.
Rekor Kraus kini 10-0 dengan 9 KO, sebalik nya bagi Crighton kenyataan semakin berat, tiga kali di hentikan dalam empat pertarungan terakhir bukan statistik yang bisa di lupakan, di level ini kekalahan seperti itu bukan hanya kalah itu tanda bahwa waktu dan peluang mulai menyempit.
Laga utama: Hennessy vs Bouttel.
Naik ke laga utama nuansa nya langsung berubah, Ellie Bouttell tahu betul peran nya sejak bel pembuka dia maju menekan memaksa Francesca Hennessy untuk terus bereaksi.
Sasaran utama nya tubuh, setiap langkah ke depan di ikuti hook membuat Hennessy tidak berdiri santai, dia tidak meladeni adu tenaga, jab aktif jadi senjata nya kombinasi pendek di lepaskan cepat sebelum kembali bergerak.
Sekilas itu strategi yang tepat tapi di dalam ring rencana kadang di pelintir oleh tekanan lawan.
Benturan kepala tak di sengaja di ronde 2 membuka luka di dahi Hennessy langsung mengubah atmosfer laga, ronde berikut nya Bouttell berdarah di bawah mata kanan, sejak momen itu pertarungan kehilangan potensi untuk jadi indah yang tersisa adalah adu kemauan.
Bouttell terus maju tidak peduli dia terkena jab atau kombinasi, tekanan tidak pernah berhenti namun di tengah kekacauan itu pukulan Hennessy tetap lebih mudah di lihat.
Itu yang menjadi pembeda di mata juri terutama dalam laga yang berjalan kasar, skor juri 95-95, 97-93 dan 96-94, ini bukan kemenangan yang menutup perdebatan tapi membuka diskusi, WBC Silver bantamweight yang di rebut Hennessy adalah sabuk perantara alat positioning bukan mahkota terakhir.
Dengan hasil ini Hennessy naik ke rekor 8-0 dengan satu kemenangan KO tapi angka itu tidak menceritakan sepenuh nya.
Dia masih muda dan berkembang dalam pertukaran jarak dekat kontrol nya belum konsisten, di ronde akhir otoritas belum sepenuh nya kerasa.
Bouttell meski kalah dan kini 7-1 memperlihatkan mengapa petinju tipe penekan selalu berbahaya, ini jarang terlihat dominan di highlight tapi sangat merepotkan di kartu penilaian, mereka memaksa lawan bekerja dan sering menyeret pertarungan ke wilayah bahaya.
Untuk Hennessy jalan nya masih panjang, Cherneka Johnson saat ini memegang gelar tak terbantahkan kelas bantam dan jarak menuju level itu masih jelas terlihat, satu atau dua laga lagi hampir pasti akan di siapkan sebelum pembicaraan serius soal gelar dunia benar benar dimulai.
Baca juga:
#Hennessy #Bouttell









