Pelatih Ben Whittaker, Andy Lee tidak melihat pertarungan ulang melawan Conor Wallace ancaman besar bagi anak asuh nya, malah yakin akan tampil lebih dominan, itu di sampaikan saag wawancara usai laga.
Setelah Whittaker mengalahkan Wallace melalui keputusan mutlak 12 ronde, kemenangan memang tidak berjalan semulus yang di harapkan kubu nya terutama setelah lawan nya memberikan perlawanan keras di 2 akhir pertarungan.
Lee bereaksi pertarungan tidak boleh hanya dilihat dari dua ronde terakhir sebab Whittaker mengendalikan jalan nya laga selama 10 ronde pertama dan baru mengalami kesulitan ketika kondisi nya mulai kehilangan fokus.
“Kalau ada rematch dengan Wallace, pertarungan nya akan sangat berat sebelah, tapi saya terbuka untuk itu akan bagus untuk meluruskan catatan, ucap Lee.”
2 ronde terakhir memberikan kemenangan moral bagi Wallace membuat Whittaker bertarung dalam situasi sulit setelah sebelum nya banyak bermain-main dan berusaha menghibur penonton.
“12 ronde sangat menuntut tubuh, terutama ketika kamu melakukan sebagian besar pekerjaan dan mengeluarkan sebagian besar tenaga, ketika berada dalam situasi seperti itu, kamu bertahan dengan cara apa pun yang kamu bisa,”
Menurut Lee, Wallace kini bisa pulang dengan kepala tegak karena memiliki sesuatu untuk di banggakan dari penampilan nya.
“Itu akhir pertarungan yang bagus karena memberikan Connor kemenangan moral dalam beberapa hal, dia bisa berjalan dengan kepala tegak dan berkata, ‘Lihat ronde terakhir, tapi kalau kamu melihat 10 ronde pertama semua nya milik Ben itu pertarungan satu arah,” lanjutnya.
Masalah utama Whittaker bukan kemampuan teknis tapi konsentrasi, sang pelatih sebenar nya lebih senang melihat nya bertinju selama 12 ronde dari pada terus memberikan tontonan [hiburan] kepada penonton.
“Pertahankan kesederhanaan, jangan terburu-buru dengan kombinasi satu-dua, kamu menyakitinya dengan pukulan ke tubuh, Wallace punya dagu yang bagus, yang menjadi tantangan bagi Ben adalah fokus, dia tidak boleh terlalu larut bermain dengan penonton, ada tekanan besar kepada nya untuk selalu tampil, orang-orang mengharapkan pertunjukan seorang showman, saya sebena rnya akan sangat senang kalau Ben bertinju selama 12 ronde dengan membosankan dan tetap gunakan satu-dua jab.”
Andy Lee mantan juara dunia WBO ini memahami gaya Whittaker yang suka menghibur membawa resiko tersendiri, ketika mencari penyelesaian atau memberikan pertunjukan, sang petinju juga membuka peluang bagi lawan untuk membalas, tetapi pengalaman menghadapi Wallace akan sangat berguna ke depan nya, tidak ada cara untuk mengetahui selain mengalami nya sendiri.
“Satu-satunya cara mempersiapkan diri untuk situasi seperti itu adalah dengan mengalami nya, semakin sering kamu mengalami situasi tersebut, akan banyak pengalaman yang kamu dapatkan, kamu tidak akan tahu apa yang akan kamu lakukan sampai benar-benar berada dalam situasi itu, sekarang dia sudah tahu,”.
Dengan Wallace sendiri masih terbuka untuk rematch dan Lee juga tidak menolak, beda nya jika pertarungan terjadi kubu Whittaker merasa sudah mengetahui apa yang harus di perbaiki.









