Abass Baraou tidak punya banyak waktu terlalu lama untuk menentukan arah baru setelah kehilangan gelar dunia sejak Januari 2026 lalu, dia kembali menjalin kerja sama dengan Top Rank perusahaan milik Bob Arum yang sudah tidak asing bagi nya.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting bagi Baraou yang masih berada di jajaran atas kelas junior middleweight, dengan rekor 17-2 dan sembilan kemenangan KO, saat ini tercatat di peringkat WBA No. 4, WBO No. 6 dan WBC No. 12.
Pertarungan pertama nya di bawah kesepakatan baru ini juga sudah di tentukan, Baraou akan menghadapi Giovani Santillan dalam laga utama 10 ronde di Frontwave Arena Oceanside California pada 11 September 2026, venue itu sendiri sudah mencantumkan sebagai agenda resmi sementara ProBox menempatkan nya sebagai main event yang di sajikan bersama Top Rank.

Ini bukan lawan yang di pilih hanya untuk menjaga Baraou tetap aktif, Santillan memiliki rekor 35-1 dengan 18 KO dan sedang membangun kembali karir setelah satu satu nya kekalahan dalam catatan profesional nya datang dari Brian Norman Jr pada 2024.
Setelah kekalahan itu Santillan sudah mengumpulkan tiga kemenangan dan kini mendapatkan kesempatan untuk kembali masuk ke pembicaraan perebutan gelar.
Artinya Baraou dan Santillan memasuki pertarungan ini dengan tujuan yang hampir sama mendapatkan jalan kembali menuju perebutan gelar dunia.
Perjalanan Baraou menuju gelar WBA terjadi pada Agustus 2025, dia datang sebagai penantang ketika menghadapi Yoenis Tellez untuk gelar interim WBA junior middleweight yang saat itu masih belum terkalahkan dan jauh lebih di unggulkan.
Baraou membuat kejutan mampu menekan Tellez sepanjang 12 ronde dan menjatuhkan lawan nya pada detik-detik terakhir ronde ke-12, knockdown itu mempertegas kemenangan Baraou melalui unanimous decision sekaligus memberinya gelar interim WBA, skor juri tercatat 117-110, 116-111 dan 115-112.
Tidak lama kemudian Baraou naik menjadi juara penuh setelah Terence Crawford meninggalkan kelas 154 pound, dengan begitu dia mendapatkan status juara dunia tanpa harus bertarung lagi untuk merebut sabuk utama.
Kesempatan mempertahankan nya datang dalam bentuk pertarungan yang jauh lebih besar bertemu dengan teman lama nya, Januari 2026 Baraou kembali berada di panggung Top Rank untuk menghadapi Xander Zayas dalam pertarungan unifikasi WBA dan WBO di San Juan Puerto Rico.
Duel berakhir sangat ketat Zayas akhir nya memenangkan pertandingan melalui split decision, dengan dua juri memberikan skor 116-112 sementara satu juri memberikan angka yang sama untuk Baraou.
Hasil itu membuat Zayas merebut sabuk WBA milik Baraou dan menjadi juara terpadu di kelas junior middleweight dan dia pun harus menerima kekalahan keduanya sebagai petinju profesional.
Baraou tidak kehilangan status nya sebagai salah satu petinju papan atas meski gagal mempertahankan sabuk, dia keluar dari pertarungan dengan reputasi yang masih kuat, kekalahan nya bukan melalui penghentian dan salah satu dari tiga juri bahkan menilai Baraou sebagai pemenang itu menjadi alasan kenapa masih berada di peringkat tinggi beberapa badan tinju dunia.
Kenapa Top Rank Masih Percaya kepada Baraou?
Ada alasan yang cukup jelas, Baraou memiliki gaya yang cocok untuk pertandingan besar, dia bukan petinju yang hanya menunggu lawan melakukan kesalahan, dari volume pukulan dan kemampuan menjaga intensitas membuat pertarungan nya relatif mudah di jual kepada penonton.
Pertarungan melawan Tellez menjadi contoh terbaik, Baraou terus maju dan tetap mampu mempertahankan output hingga ronde terakhir, bahkan ketika menghadapi Zayas yang biasa nya bertinju dari jarak luar dia bisa memberikan perlawanan hingga keputusan akhir, itulah yang dilihat Top Rank.
Usia nya memang sudah memasuki 31 tetapi Baraou masih berada pada tahap karir yang memungkinkan nya menjadi penantang serius, satu kemenangan besar dapat kembali membawanya ke posisi yang sangat dekat dengan perebutan gelar.
Tetapi Lawan nya Santillan bukan batu loncatan, petinju asal San Diego tersebut memiliki pengalaman pernah menjadi penantang gelar interim WBO welterweight, kemudian naik ke 154 pound dan berhasil mengumpulkan 3 kemenangan untuk membangun kembali posisinya, alam penampilan terakhir nya Santillan mengalahkan Courtney Pennington melalui keputusan angka dalam 10 ronde.
Menurut penulis inilah bagian paling penting dari perekrutan Baraou oleh Top Rank, dia tidak sedang memulai kembali dari bawah, sudah pernah menjadi juara dunia sekarang tugas nya adalah apakah masih bisa kembali ke level atas setelah kehilangan gelar.
Pertarungan melawan Santillan akan menjadi menjadi bukti, bila memenangkan duel dengan performa epik posisi nya di peringkat dunia akan semakin kuat dan peluang mendapatkan pertarungan gelar berikut nya kembali tersedia.
Baca juga:
#AbassBaraou #TopRank #GiovaniSantillan









