Arturo Cardenas akhir nya mendapatkan jawaban yang dia cari sejak hasil imbang kontroversial melawan Jordan Martinez beberapa bulan lalu.
Petinju asal Meksiko itu tampil lebih siap saat kembali berhadapan dengan Martinez dalam duel ulang yang berlangsung di Desert Diamond Arena Arizona.
Kali ini tidak ada bantahan di kartu juri, Cardenas sukses mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 100-90, 98-92, dan 97-93, hasil ini menjadi penebusan bagi Cardenas setelah pertemuan pertama mereka pada Februari lalu berakhir di luar perkiraan banyak pihak.
Saat itu Martinez mampu mengejutkan publik dengan memaksa petinju yang belum terkalahkan tersebut berbagi hasil imbang, penampilan impresif itu bahkan membuka jalan baginya untuk mendapatkan kontrak dengan Matchroom Boxing milik Eddie Hearn.
Datang ke pertandingan kedua Martinez yakin bisa membuktikan bahwa hasil imbang pertama bukanlah kebetulan, petinju berusia 23 tahun itu bahkan memasuki arena dengan penuh gaya, bernyanyi mengikuti musik pengiring sambil menari menuju ring.
Suasana panas sudah terasa bahkan sebelum bel pertama di bunyikan, saat wasit Rajul Caiz Jr memberikan instruksi terakhir kedua petinju memilih tidak saling menyentuhkan sarung tangan.
Begitu laga di mulai Cardenas langsung menunjukkan bahwa kali ini ia datang dengan rencana yang berbeda, dia tidak lagi memberikan banyak kesempatan bagi Martinez untuk mengembangkan permainan.
Jab terus di lepaskan sejak awal untuk mengontrol dan memutus ritme lawannya yang di kenal memiliki kecepatan tangan cukup baik.
Martinez tetap berusaha memainkan senjata nya, dia mampu masuk dengan kombinasi cepat tetapi Cardenas terlihat jauh lebih tenang di banding pertemuan pertama mereka.
Momen menarik terjadi pada ronde ke 3 ketika Martinez terlalu berani masuk menyerang Cardenas menghadang nya dengan uppercut kanan keras yang membuat lawan nya harus mundur sejenak, Martinez juga membalas dengan pukulan kanan yang cukup telak dan membuat duel tetap berlangsung kompetitif.
Di sudut ring pelatih kawakan Robert Garcia terus memberikan arahan kepada anak didik nya, pesan yang paling sering terdengar adalah menjaga kedua tangan tetap tinggi dan tidak memberi peluang bagi Martinez untuk mencuri angka, instruksi itu berjalan bagus.
Memasuki ronde ke 4 Martinez mulai mengubah serangan dengan lebih banyak menyerang ke tubuh, dia membuka pertahanan Cardenas lewat jab sebelum melepaskan pukulan kanan andalan nya, perlahan pertandingan mulai bergerak ke arah Cardenas.
Ronde ke 5 dan ke 6 menghadirkan pertukaran pukulan yang seru, kedua nya tidak ragu berdiri di depan lawan dan saling membalas serangan namun pukulan Cardenas lebih menarik perhatian juri.
Saat laga memasuki ronde ke 7 tanda tanda kelelahan mulai terlihat dari kubu Martinez, dia terlihat bernafas melalui mulut nya dan Cardenas masih menjaga tempo dengan cukup baik.
Cardenas berhasil menciptakan perolehan poin sedangkan Martinez kesulitan menemukan cara untuk membalikkan keadaan, upaya yang dia lakukan tidak lagi se baik ronde awal.
Tempo pertandingan memang sedikit menurun pada ronde ke 8 tetapi Cardenas tidak membiarkan lawan nya mendapatkan momentum baru.
Kemudian pada ronde ke 9 petinju Meksiko itu keluar dengan liar di banding sebelum nya, dia terus menekan dan mengumpulkan angka penting yang membuat posisi nya semakin aman di kartu penilaian dan Martinez mendapat teguran setelah mengenai bagian belakang kepala lawan nya.
Menjelang ronde terakhir Martinez mengerahkan semua tenaga yang masih tersisa, dia sadar membutuhkan penampilan besar untuk membalikkan jalan nya laga, pukulan berhasil mendarat tetapi Cardenas tidak tinggal diam dia membalas dengan serangan dan menutup ronde dengan tiga pukulan kanan beruntun yang menjadi penegas siapa petinju terbaik malam itu.
Begitu bel akhir berbunyi ketegangan yang selama beberapa ronde memenuhi ring langsung mencair, kedua petinju saling menghampiri dan berpelukan sebagai bentuk penghormatan setelah pertarungan keras selama 10 ronde.
Saat skor di umumkan Cardenas berhasil menunjukkan bahwa hasil imbang pada pertemuan pertama benar telah menjadi pelajaran berharga.
Dengan penampilan yang disiplin dia berhasil merebut kembali momentum dalam karir nya sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan menjadi 18 kemenangan dan 2 hasil imbang.
Duel ini partai tambahan Jesse Rodriguez vs Antonio Vargas dalam perebutan gelar WBA kelas bantam yang sebelum nya di partai pembuka sesama tak terkalahkan Elias Montoya Terazza melawan Adrian Rodriguez berakhir TKO ronde ke 2 setelah perang habis habisan.
Baca juga:
#JordanMartinez #ArturoCardenas









