Headline

Juara IBF Interim di Jepang, Sam Goodman Buru Naoya Inoue

Goodman juara IBF interim di jepang, buru Naoya Inoue

Toyota Arena Tokyo tidak hanya menjadi saksi duel ulang Tenshin Nasukawa vs Takuma Inoue, di panggung yang sama Sam Goodman hadir membawa misi yang tidak kalah penting yaitu merebut kembali posisi nya di jalur perebutan gelar dunia.

Petinju Australia itu berhasil dengan mengalahkan Ryosuke Nishida melalui keputusan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde dan merebut sabuk interim IBF kelas super bantam 122 pound yang sedang kosong.

Tiga juri memberikan skor 116-109, 115-110 dan 114-111 untuk Goodman, kemenangan itu menjadikan rekornya 23-1 dengan 8 KO dan Nishida harus menerima kekalahan kedua nya kini memiliki rekor 11-2.

Dari awal Goodman sudah menunjukkan bagaimana dia ingin menjalankan pertarungan, Nishida yang bergaya kidal dengan postur dan jangkauan lebih panjang bisa memberikan masalah tapi dia memutar otak agar tidak kehilangan cara untuk mengungguli nya.

Goodman terus maju memaksa Nishida tak bisa mundur, straight kanan juga hook kiri di gunakan untuk membuka jalan sebelum mulai menghantam rusuk, tak berhenti di situ uppercut nya beberapa kali di lepas dari jarak rapat.

Nishida mampu memberikan perlawanan, pukulan kiri keras nya mendarat dengan baik terutama pada ronde ke 4, namun Goodman terus mempertahankan tekanan membuat pertarungan berlangsung dalam tempo tinggi.

Di situ terlihat Nishida semakin sempit mendapatkan ruang untuk menggunakan kelebihan nya, duel kemudian berkembang menjadi duel yang sangat keras, Goodman mengalami luka robek di dahi dan lawan nya juga mengalami pendarahan dan pembengkakan di sekitar mata kanan.

Mereka semakin sering bertarung dalam jarak yang sangat dekat, bahu saling beradu, pukulan di lepaskan sampai tidak banyak kesempatan bagi salah satu petinju untuk beristirahat.

Ronde ke 8 membuat wasit Deon Dwarte harus turun tangan, Goodman kehilangan satu poin karena dibanggap masuk menggunakan kepala, Nishida juga dikurangi karena pelanggaran berulang termasuk pukulan rendah atau Lowblow.

Masalah Nishida belum selesai, di ronde ke-10 dia kembali kehilangan satu poin akibat pelanggaran yang sama, tak berhenti di sana eonde ke-11 pun di warnai peringatan tambahan dari wasit.

Pengurangan poin itu memang membuat jarak skor Goodman semakin lebar tetapi kemenangan petinju Australia itu tidak bisa hanya di jelaskan oleh hukuman tersebut, Nishida berusaha mencari jalan keluar pada ronde-ronde akhir, dia meningkatkan serangan ketika pertarungan memasuki fase penentuan.

Saat Nishida mencoba mengatur ulang posisi Goodman kembali mendekat, volume pukulan menjadi salah satu pembeda dalam pertarungan ini, sang pendatang terus bekerja sementara si tuan rumah kesusahan mempertahankan aktivitas yang sama.

Di ronde ke 12 selesai tanpa knockdown dan tiga juri memberikan kemenangan kepada Goodman, kemenangan ini sangat berarti karena sebelum nya dia sudah dua kali di rencanakan bertemu juara dunia tak terbantahkan Naoya Inoue, tapi cidera memaksa nya mundur.

Sekarang dia kembali dengan IBF interim modal untuk mengejar pertarungan itu, yang istimewa Goodman merebut nya di wilayah yang selama ini menjadi pusat kekuatan Inoue.

2. Malajika vs Tomoya.

Goodman bukan satu satunya petinju yang meninggalkan Toyota Arena dengan gelar dunia, pada partai lain nya, Ricardo Majic Malajika merebut sabuk WBC kelas super flyweight yang sedang kosong setelah mengalahkan Tomoya Tsuboi melalui split decision.

Petinju Afrika Selatan itu menang dengan skor 116-112 dan 115-113 sedangkan satu juri memberikan angka 115-113 untuk Tsuboi.

Pertarungan berlangsung sangat ketat, bahkan setelah delapan ronde, Tsuboi masih sedikit unggul dalam sistem penilaian sementara dengan angka 77-75 dari dua juri sementara satu juri memberi 76-76.

Malajika kemudian tampil lebih efektif pada ronde kejuaraan dan mengamankan kemenangan, Tsuboi sebenar nya memiliki kecepatan dan teknik yang sangat baik, gaya bertarung nya disebut menyerupai mantan juara dunia Jepang Miguel Canto, namun luka robek di dahi sejak ronde pertama dan kembali terbuka pada ronde ke 7 ikut mengganggu penampilan nya.

Malajika akhir nya membawa pulang gelar WBC dengan rekor 18-2 dan 12 KO.

3. Matsumoto vs Acosta.

Sabuk lain nya jatuh ke tangan petinju Jepang, Ryusei Matsumoto mempertahankan rekor nya setelah mengalahkan Russell Acosta melalui keputusan angka mutlak dalam 12 ronde.

Matsumoto menang dengan skor 115-113, 116-112 dan 118-110 sekaligus merebut gelar interim WBO kelas minimumweight 105 pound.

Pertarungan berlangsung cepat, Matsumoto yang bertarung dengan gaya kidal mengandalkan kecepatan tangan juga kombinasi pukulan, Acosta lebih sering berada dalam posisi statis hanya sesekali mampu melepaskan pukulan keras tapi kesulitan mengenai lawan yang terus bergerak maju-mundur.

Matsumoto secara perlahan mengumpulkan poin melalui kombinasi cepat ke wajah dan tubuh, Acosta hanya beberapa kali berhasil menangkap sasaran yang bergerak dengan pukulan itu terjadi pada ronde ke 4 dan ke 7, setelah 12 ronde berakhir dia tetap tak terkalahkan dengan rekor 9-0 dan 4 KO.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top