Ben Whittaker kembali membabi buta tidak membuang buang waktu di echo arena Liverpool, petinju Inggris itu menghentikan Braian Suarez hanya dalam 1 ronde.
Status nya sebagai peraih perak Olimpiade tahun 2020 di tambah peringkat 3 WBC di kelas light heavyweight membuat banyak mata tertuju pada nya, tapi yang dia tampilkan kali ini memberi pesan bahwa level nya sudah mulai naik.
Whittaker terlihat begitu santai duduk di tali ring sebelum laga di mulai begitu bel di tabuh dia langsung mengontrol lewat Jab nya beberapa kali mendarat ke wajah Suarez seolah menguji reaksi lawan.
Braian Suarez dari argentina datang dengan reputasi sebagai pemukul keras, rekor nya penuh KO tapi di laga ini dia kesulitan total.
Dia lebih banyak maju dengan guard tinggi tanpa bisa melepas serangan ke sasaran.
Setiap kali mencoba masuk Whittaker tinggal mundur setengah langkah dengan gesit bahkan dia sempat melambaikan tangan ke penonton tanda seakan tidak sedang bertarung hanya latihan ringan.
Baca juga:
Tempo memang tidak terlalu tinggi Whittaker hanya menunggu momen di akhir ronde itulah kesempatan nya datang.
Sebuah pukulan kiri ke body lebih dulu mendarat membuat suarez menurunkan guard, peluang itu tak di sia siakan pukulan lanjutan lewat kanan dari atas langsung di lepaskan menghantam bagian kepala dengan telak Suarez langsung jatuh miring miring.
Suarez terlihat kehilangan orientasi tubuh nya bergerak tapi tidak sinkron, dia mencoba bangkit namun Steve Grey tidak punya pilihan selain menyelesaikan hitungan sampai sepuluh di detik 2:24 ronde pertama.
Sempat ada protes dari kubu Suarez yang menganggap pukulan itu mengenai belakang kepala tapi tayangan ulang menunjukkan pukulan tersebut sah.
Hasil nya Whittaker kini mencatat rekor 11-0-1 dengan 8 KO sementara Suarez menjadi 21-5 20 KO tetap di kenal sebagai petinju dengan daya pukul berbahaya.
Baca juga:
Kemenangan ini juga jadi semacam pelepas dahaga untuk Whittaker dia terakhir bertarung pada November lalu saat menghentikan Benjamin Gavazi, setelah itu dia sempat menunggu cukup lama untuk debut di Amerika Serikat yang tak kunjung terjadi.
Sekarang akhir nya jelas promotor Eddie Hearn sudah memastikan langkah berikut nya.
Whittaker akan tampil di New York pada 27 Juni dalam undercard pertarungan besar antara Jaron Ennis melawan Xander Zayas di Barclays Center.
Itu akan jadi panggung berat lawan juga hampir pasti naik level, Whittaker sendiri sempat bilang sebelum laga ini bahwa dia sedang mencari keseimbangan antara jadi entertainer dan finisher, dia ingin menghibur tapi juga akan mengakhiri pertarungan dengan tegas.
Setelah laga whittaker langsung bicara soal ambisi besar nya dia mau di kenang sebagai salah satu petinju terbaik Inggris sepanjang masa.
Sekarang tantangan nya di new york jelas tekanan nya lebih besar panggung lebih luas dan lawan nya kemungkinan jauh lebih berbahaya, tapi jika performa seperti ini bisa dia ulang kemungkinan besar akan berubah jadi sesuatu yang lebih nyata.
Di partai tambahan kelas bantam super Joe McGrail ikut mencuri perhatian, tanpa banyak drama dia menyelesaikan tugas nya dengan menghentikan Aaron Hayden di ronde ke 5 sekaligus merebut sabuk Central Area kelas junior featherweight.
Joe McGrail tidak langsung nyaman di awal, Hayden datang dengan gaya yang menyulitkan banyak bergerak sudut pukulan nya sulit di baca beberapa kali mencoba memancing emosi.
Di ronde ini Aaron Hayden terlihat lebih aktif meski pukulan nya tidak terlalu berbahaya.
McGrail tidak terpancing perlahan mulai membaca pola lawan, memang sempat terlihat kaku di awal tapi itu berubah saat dia mulai berani masuk ke jarak dekat.
Momen perubahan di akhir ronde kedua, pukulan kanan nya mendarat membuat Hayden tidak lagi hanya bergerak menghindar, dia dipaksa berhenti dan bertukar pukulan dan wasit Mark Lyson harus turun tangan saat bel berbunyi.
Masuk ronde ke 3 McGrail mulai fokus ke satu target, serangan ke perut dan rusuk terus di lepaskan perlahan efek nya mulai terasa itu bisa di lihat pergerakan Hayden tidak lagi selincah di awal.
Masuk ronde ke 4 kondisi nya makin jelas menurun, wajah nya mulai menunjukkan kerusakan juga pukulan nya berantakan, McGrail terus menekan tanpa memaksa mundur ke tali.
Baca juga:
Ronde ke 5 tekanan yang terus datang akhir nya tidak bisa di tahan lagi, kombinasi ke kepala dan badan membuat Hayden kehilangan kontrol.
Sampai akhir nya satu pukulan kiri ke bagian perut membuat nya jatuh berlutut membuat nya tidak bangkit lagi.
Wasit menyelesaikan hitungan di detik 2:22 laga resmi berakhir tidak ada kontroversi hanya kemenangan yang datang dari tekanan bertahap yang akhir nya membuahkan hasil.
Dengan hasil ini McGrail memperpanjang rekor nya menjadi 13-0 (6 KO) dan membawa pulang sabuk sedangkan Hayden harus menerima kekalahan pertama dalam karir nya 10-1-2 KO.
#Benwhittaker #Joemcgrail









