Zuffa Boxing berpeluang melakukan langkah besar di pasar petinju bebas, setelah beberapa bulan sebelum nya berhasil membawa Jai Opetaia ke dalam proyek mereka, kini David Benavidez bisa menjadi nama berikut nya yang masuk incaran perusahaan ini.
Benavidez hanya menyisakan satu pertarungan dalam kesepakatann nya bersama PBC dan promotor nya, pertarungan tersebut kemungkinan digelar pada Desember 2026 yang kabar nya melawan Michal Cieslak.
Setelah kewajiban itu selesai, Benavidez berada dalam posisi untuk memilih arah baru untuk menentukan kemanan akan di bawa karir nya, kondisi ini membuka peluang terjadi nya persaingan di antara sejumlah perusahaan promosi untuk mendapatkan tanda tangan nya.
Benavidez sendiri sudah lama menginginkan pertarungan melawan petinju Australia tersebut, keinginan itu tambah kuat setelah dia masuk ke ring dan menyerukan duel melawan Opetaia usai kemenangan sang petinju atas Noel Mikaelian.
Kalau Zuffa berhasil mendapatkan Benavidez, pertarungan melawan Opetaia otomatis menjadi salah satu proyek terbesar yang bisa mereka tawarkan.
Situasi Benavidez mengingatkan pada langkah Zuffa ketika merekrut Opetaia, perusahaan ini tidak hanya membutuhkan nama besar, tetapi jugu pertarungan yang bisa langsung dijual kepada penggemar.
Opetaia sudah menjadi bagian dari rencana tersebut sehingga Benavidez akan datang dengan lawan elite yang sudah tersedia di dalam ekosistem mereka, jadi tidak akan ada lagi perdebatan siapa yang menghindar di antara mereka.
Posisi Benavidez sekarang juga lebih kuat dibanding sebelum nya, kemenangan atas Gilberto Ramirez membuat nya memiliki kredibilitas tambahan di kelas penjelajah, dengan status juara dunia dua divisi dia pun tidak lagi harus menggantungkan masa depan nya pada rencana menghadapi Canelo Alvarez.
Pilihan Benavidez terbuka lebar, dia bisa tetap berada di cruiserweight atau naik ke kelas berat, tapi kemungkinan nya setelah dia menyatukan semua gelar baru memikirkan untuk mencari tantangan lain di divisi para raksasa.
Zuffa memiliki sesuatu yang sangat konkret untuk ditawarkan yaitu pertarungan melawan Opetaia.
Penulis punya pandangan sendiri bila benar bertemu di tahun 2027 sesuai ucapan mereka di atas ring, setelah melihat performa Opetaia melawan Mikaelian, Benavidez layak di tempatkan sebagai favorit, tidak bermaksud meremehkan namun pertahanan nya masih bisa ditembus, terkena pukulan telak, wajah nya bengkak dan harus melakukan clinch sebelum kembali menguasai pertarungan dan menghentikan pada ronde ke 9.
Dari bisnis, pertarungan seperti inilah yang dapat digunakan Zuffa dalam negosiasi, tapi untuk mendapatkan Benavidez tentu tidak akan gampang, setelah kontraknya bersama PBC berakhir, tidak hanya Zuffa yang kemungkinan tertarik, perusahaan lain dapat ikut dalam persaingan dengan menawarkan bayaran lebih tinggi atau pertarungan besar yang berbeda.
Zuffa sendiri juga harus berhati-hati, mendatangkan Benavidez dengan bayaran kelas superstar berarti mereka harus mampu menghasilkan pertarungan yang sepadan secara komersial.
Bila perusahaan ini kelak masuk dalam persaingan mendapatkan tanda tangan Benavidez, langkah nya kemungkinan tiak hanya membeli seorang juara dunia dua divisi, Zuffa akan menjual sebuah paket, Benavidez datang lalu Opetaia menjadi lawan besar pertama nya.









