Perebutan Angka Bukan Pukulan: Drama di Balik Vergil Ortiz vs Jaron Ennis

Duel Ennis vs Ortiz dalam negosiasi

Pertarungan antara Vergil Ortiz Jr dan Jaron Ennis adalah duel dua petinju elite sama sama di usia emas dan haus pembuktian, namun semakin lama di bicarakan hambatan utama laga ini adalah siapa yang merasa lebih pantas mendapat porsi lebih besar dari kue bayaran.

Isu pembagian 60-40 yang kembali di tegaskan Oscar De La Hoya seperti tarik menarik kekuasaan dan strategi politik, dari kubu Jaron Ennis cerita mereka cukup jelas.

Eddie Hearn mengklaim bahwa sebelum nya sudah ada kesepakatan 50-50 antara Matchroom, Golden Boy dan DAZN dan Ennis sudah menandatangani bagian nya sementara Ortiz tidak, kesepakatan verbal kadang menjadi ladang kegagalan karena tidak jarang satu pihak merasa sudah deal yang lain menganggap pembicaraan masih terbuka.

Ketika negosiasi bocor ke publik, versi cerita berubah menjadi alat tekanan, Hearn memilih memainkan kartu konsistensi, kesepakatan sudah ada, angka di setujui dan perubahan mendadak di anggap tidak tidak profesional.

Ennis di gambarkan sebagai pihak yang sudah siap sementara kubu Ortiz terlihat menarik rem, namun Oscar De La Hoya menegaskan bahwa Ortiz hanya akan bertarung dengan pembagian 60 40 di tambah 5 persen untuk pemenang.

Bahkan dia mendorong tanggal cepat seperti bulan maret seolah ingin menunjukkan bahwa pihak nya tidak bermain main.

Masalah nya perubahan posisi tawar ini tidak datang tanpa kritik, pembagian 60 40 biasa nya di berikan kepada petinju yang memegang sabuk utama, basis penonton besar dan kekuatan komersial yang jelas, Ortiz meski berstatus petinju elite belum berada di posisi tersebut.

Sabuk terbesar Ortiz saat ini adalah gelar interim WBC kelas 154 pon, ini gelar sah tetapi bukan mahkota utama bahkan cara dia memenangkan sabuk itu masih menjadi perdebatan.

Kemenangan Ortiz atas Serhii Bohachuk pada 2024 menang lewat majority decision namun sempat menjatuhkan Ortiz dua kali, banyak penggemar dan pengamat merasa skor juri terlalu lebay kepada Ortiz.

Laga itu tidak mengukuhkan dominasi tapi membuka keraguan, Ortiz terbukti tangguh dan berani juga terlihat rapuh, ketika De La Hoya menuntut itu fans merasa kurang adil.

Bagaimana mungkin seorang petinju yang nyaris kalah dan hanya memegang sabuk interim menuntut porsi lebih besar dari petinju yang lebih oke seperti Ennis.

Petinju berjuluk Boots sendiri bukan tanpa kelemahan dalam argumen, meski pernah memegang gelar dunia penuh di kelas welter, popularitas nya belum ke level superstar dia di hormati oleh penggemar tetapi belum menjadi penarik PPV.

Namun secara teknis Ennis masih unggul, dia di kenal sebagai petinju minim luka dan terus berkembang, inilah sebabnya banyak pihak menilai pembagian 50 50 sebagai solusi paling fair karena resiko yang mereka ambil hampir seimbang.

Jika laga gagal terwujud Golden Boy bisa mengatakan bahwa mereka sudah menawarkan syarat.

Sedangkan Hearn bisa menunjukkan bahwa kesepakatan lama di ubah sepihak, mereka sedang menyiapkan alibi berjaga jaga jika pertarungan impian ini gagal terwujud.

Saya pribadi bertanya apakah tuntutan 60 40 ini serius atau hanya gertakan?? penilaian ini sebagai manuver, angka tinggi di pasang di awal untuk menciptakan ruang tawar, jika negosiasi berlanjut pembagian bisa saja turun mendekati 50-50.

Karena hampir semua laga besar berakhir di tengah tengah, sangat jarang satu pihak mendapatkan semua yang di minta kecuali dia adalah megabintang mutlak misal nya seperti Oleksandr Usyk.

Ortiz dan Ennis tidak berada di level itu, kedua nya membutuhkan satu sama lain untuk naik ke tahta berikut nya.

Yang sering terlupakan dalam debat pembagian bayaran adalah dampak nya pada karir, ini adalah laga yang bisa berada di posisi kuat untuk mendominasi kelas 154 atau bahkan lintas divisi.

Namun jika terlalu lama bermain angka yang akan terjadi penggemar bosan dan opsi lain muncul lewat petinju lain yang akan meredupkan hingar bingar ini.

Jika kita jujur membaca situasi, ujung cerita ini hampir pasti menuju kompromi, pembagian mungkin 55-45 atau 50-50 dengan insentif kemenangan yang lebih besar, semua pihak akan mengklaim kemenangan kecil dan laga tetap terjadi.

#Jarronennis #Vergilortiz #Tinjuterbaru

Scroll to Top