Kawan Jadi Lawan: Zayas Rebut Gelar Baraou Lewat Angka Tipis

Zayas rebut gelar Baraou lewat angka tipis

Pertarungan antara Xander Zayas dan Abass Baraou di San Juan adalah pertemuan dua petinju yang saling mengenal dari jarak paling dekat bukan lewat rekaman video tapi lewat keringat yang sama di sasana latihan.

Mantan rekan sparring, dua jalan karir yang akhir nya saling libas lewat gelar juara dunia WBO dan WBA kelas 154 pon.

Sejak bel pembuka Baraou tidak membuang waktu da melangkah maju dengan gaya jadul petinju Eropa yang percaya pada tekanan dan disiplin jarak menengah.

Jab di lepas tubuh ke depan seolah ingin mengingatkan Zayas bahwa ini bukan lagi sesi latihan tapi malam penentu siapa yang pantas di labeli penguasa divisi ini, dia merespons dengan cara bergerak ringan memilih untuk tidak duel frontal membiarkan Baraou datang lalu memotong dengan counter yang tajam pukulan yang tepat waktu.

Zayas terlihat lebih sibuk, kaki nya aktif dan tangan nya hampir tak pernah diam, start cepat yang sering membuat petinju cepat yang kehabisan tenaga sebelum bel terakhir.

Baraou sendiri santai tetap pada rencana awal menekan dan menutup ruang, di ronde ke 3 upaya itu sempat membuahkan hasil ketika sebuah pukulan kanan mendarat saat Zayas bergerak mundur.

Pergerakan Zayas inilah yang menjadi kunci utama laga, Baraou di paksa terus mengatur ulang posisi, terus memulai dari nol itu sangat melelahkan.

Memasuki ronde berikut nya laga berubah menjadi ujian kecerdasan ring, Baraou menaikkan tekanan berharap bisa mengulang yang sering dia gunakan bertahan di awal lalu menyapu ronde akhir dengan agresi tapi Zayas tidak memberi peluang itu, dia tidak hanya bergerak tapi membaca langkah seakan sudah di tebak satu detik sebelum nya.

Di sinilah keuntungan bertarung di kandang sendiri, Zayas terlihat menikmati setiap sorakan penonton Puerto Rico membuat nya semakin enjoy.

Baraou tetap berusaha memaksakan kehendak tapi kali ini keberanian saja tidak cukup, kombinasi yang dia bangun sering berakhir dengan satu pukulan balasan yang lebih tajam dari Zayas.

Masuk di ronde ke-12, dia keluar dengan niat habiskan semua nya, pukulan di lepas tekanan di tingkatkan dan duel jarak dekat tak lagi di hindari, Zayas sudah siap dia tidak terkejut memilih berdiri dan membalas.

Dua petinju ini mengakhiri laga dengan jual beli pukulan untuk harga diri masing masing.

Ketika bel terakhir berbunyi kartu nilai membuktikan nya, satu juri memberi 116-112 untuk Baraou, dua lain nya memberi skor yang sama untuk Zayas, split decision gelar terpadu untuk Zayas.

Zayas kini bukan lagi prospek berbakat atau nama yang di jaga promotor, dia adalah juara unifikasi di kelas yang penuh monster dengan rekor nya mentereng 23-0.

Sikap setelah laga Zayas menunjukkan respek penuh kepada Baraou begitu juga sebalik nya, bahkan mengakui bahwa merasa tidak memenangkan pertarungan, pengakuan seperti itu tidak lahir dari kekecewaan tapi dari kesadaran dari dalam hati, ini kekalahan ke 2 yang di alami nya split descision yang sebelum nya melawan Jack Culcay tahun 2020.

Tak lama kemudian Zayas menyebut nama nama besar seperti Josh Kelly, Sebastian Fundora, Jaron Ennis, Vergil Ortiz.

Call out ini menunjukkan bahwa Zayas tidak ingin di remehkan tapi ingin di uji lebih dalam sampai mana dia mampu menjaga ke 2 gelar nya, Baraou mungkin kalah di angka namun dia tidak kalah martabat dan malam ini merampungkan identitas nya sebagai petinju elite.

#Xanderzayas #Abassbaraou

Scroll to Top