Keputusan Keyshawn Davis untuk tidak melanjutkan pertarungan melawan Devin Haney masih menyisakan tanda tanya, Timothy Bradley punya penjelasan sendiri mengenai apa yang mungkin berada di balik keputusan nya.
Menurut mantan juara dunia itu, persoalan nya tidak semata-mata soal Haney, Bradley melihat ada pertimbangan bisnis yang mungkin membuat Davis memilih menjaga nilai jual nya dari pada mengambil resiko menghadapi Haney dengan bayaran yang di anggap belum cukup besar.
Nama Zuffa Boxing kemudian masuk ke dalam teori Bradley, dia menduga Davis mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan mendapatkan bayaran yang lebih menggiurkan di luar Top Rank.
Bradley juga mengaitkan nya dengan sejumlah petinju yang belakangan disebut sebut memiliki hubungan dengan Zuffa.
“Kenapa mengambil pertarungan melawan Devin Haney dengan jumlah uang sebanyak itu, lalu mungkin kalah? Sekarang kamu kehilangan alat tawarmu karena kamu sudah kalah,” kata Bradley di kanal nya.
Ada alasan lain sebelum masuk terlalu jauh ke dugaan mengenai Zuffa, Top Rank memenangkan purse bid WBO untuk pertarungan tersebut dengan tawaran $8,55 juta, berdasarkan pembagian 75-25, bagian Davis di perkirakan sekitar $2,14 juta.
Angka itu berada cukup jauh dari sekitar $5 juta yang sebelum nya di kabarkan menjadi jumlah yang di inginkan kubu Davis, dengan selisih sebesar itu, keputusan untuk tidak mengambil pertarungan sebenar nya tidak harus rencana pindah promotor.
Kalau Davis memang meminta sekitar $5 juta, tim nya bisa saja menilai bayaran sekitar $2,14 juta tidak sebanding dengan resiko menghadapi Haney, tetapi Bradley melihat kemungkinan lain.
Davis mungkin sedang berusaha menjaga posisi tawar nya, kekalahan dari Haney dengan bayaran yang lebih rendah bisa membuat nilai jual nya ikut turun, sedangkan menunggu kesempatan lain berpotensi memberikan keuntungan finansial yang lebih besar.
Bradley menyinggung Richardson Hitchins yang mundur dari pertarungan melawan Oscar Duarte pada hari pertandingan sebagai contoh petinju yang memilih tidak mengambil laga berbahaya ketika ada peluang mendapatkan kesepakatan besar dari Zuffa.
Shakur Stevenson dan Conor Benn juga di sebut dalam pembicaraan mengenai bayaran besar dari Zuffa, sementara itu Hitchins dan Edgar Berlanga termasuk nama petinju mapan lain nya yang sudah bergabung dan menjalani duel masing masing.
Berlanga sukses mengalahkan Steven Butler dan Hitchins menang angka melawan Ricardo Salas biarpun dalam wawancara nya usai laga mengalami cidera tangan.
Dari sudut pandang Bradley, Davis melihat ada kemungkinan mendapatkan uang jauh lebih besar di tempat lain, menghadapi Haney dengan bayaran sekitar $2,14 juta memang menjadi pilihan yang berat, pada bagian akhir video nya terdengar semakin yakin dengan dugaan nya.
“Keyshawn, apa yang sedang dia coba lakukan? dia mencoba pergi ke Zuffa, bersama teman nya, dia mencoba pergi ke sana bersama Shakur dan Hitchins dan semua orang yang ada di sana.”
Bradley tidak berhenti pada dugaan soal uang tapi juga menyebut keputusan Davis melewatkan Haney sebagai duck istilah dalam tinju yang di gunakan untuk menuduh seorang petarung menghindari lawan.
Teori ini belum memiliki kepastian, belum ada informasi publik yang memastikan berapa lama kontrak Davis dengan Top Rank masih tersisa, tidak ada pula konfirmasi bahwa dia memang sedang mempersiapkan kepindahan ke Zuffa atau telah mencapai kesepakatan.
Menurut penulis, ada dua kemungkinan, Davis bisa saja benar sedang mempertimbangkan peluang finansial yang lebih besar di tempat lain tapi keputusan menolak Haney juga dapat di jelaskan hanya dengan perbedaan angka bayaran, sekitar $5 juta yang di kabarkan di inginkan di bandingkan sekitar $2,14 juta yang tersedia dari purse bid.
Baca juga:
#TimothyBradley #KeyshawnDavis #DevinHaney









