Kabar pertarungan antara Devin Haney dan Keyshawn Davis kini memasuki babak baru, setelah proses negosiasi tidak membuahkan kesepakatan, World Boxing Organization (WBO) akhir nya mengambil langkah resmi dengan memerintahkan pelaksanaan purse bid atau lelang hak promosi untuk duel perebutan gelar dunia kelas welter.
Keputusan tersebut menandai berakhir nya upaya kedua kubu mencari kesepakatan secara langsung, mulai saat ini promotor yang ingin menggelar laga itu harus bersaing dalam proses lelang yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026 di Markas Besar WBO di San Juan Puerto Rico.
Dalam surat resmi nya, WBO menetapkan nilai penawaran minimum sebesar 200.000 dolar AS, dana yang diajukan promotor pemenang nantinya akan menjadi dasar pembagian bayaran petinju dengan komposisi 75 persen untuk juara bertahan Devin Haney dan 25 persen untuk penantang wajib Keyshawn Davis.

Berbeda dengan anggapan sebagian penggemar, angka 200.000 dolar AS bukanlah hadiah untuk WBO maupun biaya pendaftaran pertandingan, nilai ini merupakan batas minimal yang harus diajukan promotor untuk memperoleh hak menyelenggarakan duel.
Promotor dengan penawaran tertinggi akan menguasai hak promosi sekaligus menentukan lokasi, tanggal serta berbagai aspek penyelenggaraan pertandingan sesuai regulasi organisasi.
Perlu di ketahui lngkah purse bid sendiri bukan sesuatu yang asing, mekanisme ini di gunakan ketika negosiasi antara kubu juara dan penantang menemui jalan buntu.
Dengan sistem lelang, organisasi berusaha memastikan pertarungan wajib tetap terlaksana sehingga status gelar dunia tidak tertunda terlalu lama akibat persoalan bisnis.
Keputusan ini membuka jalan Devin Haney menuju pertahanan gelar wajib pertama nya sejak menyandang status juara dunia WBO kelas welter, tekanan tentu berada di pihak nya karena sebagai pemegang sabuk dia wajib mempertahankan melawan penantang resmi yang telah ditetapkan organisasi.
Sang lawan Keyshawn Davis memperoleh kesempatan terbesar dalam perjalanan karir profesional nya, petinju asal Amerika Serikat tersebut memang di kenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dan sudah menjadi juara WBO di kelas ringan, terakhir mempertahankan nya melawan Nahir Albright pada mei 2026 lalu.
Pertarungan melawan Haney akan menjadi ujian berat, selain menghadapi juara dunia yang memiliki pengalaman di laga laga elite, Davis juga berpeluang membuktikan bahwa layak berada di level tertinggi divisi welter.
Pandangan penulis, keputusan WBO ini juga memunculkan persaingan di belakaang, sejumlah promotor ikut bersaing memenangkan hak promosi karena duel Haney melawan Davis memiliki nilai komersial yang tinggi, semakin besar angka penawaran yang diajukan maka besar pula jaminan bayaran yang di terima kedua petinju.
Tapi purse bid tidak berarti kedua petinju pasti akan bertarung, dalam sejumlah kasus sebelum nya, proses lelang kadang mendorong kedua kubu kembali ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan sebelum hari pelaksanaan.
Bila itu terjadi, WBO dapat membatalkan lelang karena kedua pihak telah berhasil menyepakati kontrak secara mandiri, apabila hingga hari pelaksanaan tidak ada kesepakatan baru, maka hasil purse bid akan menjadi penentu siapa promotor resmi yang menggelar laga tersebut.
Dengan demikian, proses menuju pertarungan Haney kontra Keyshawn Davis kini hanya tinggal menunggu satu tahapan penting sebelum jadwal pertandingan dapat di umumkan kepada publik.
Perkembangan ini menjadi tanda kuat bahwa salah satu duel paling di tunggu semakin mendekati kenyataan, pada 27 Juli mendatang, saat WBO membuka amplop penawaran dan menentukan siapa yang akan membawa pertarungan perebutan gelar dunia tersebut ke atas ring.
Baca juga:
#DevinHaney #KeyshawnDavis #WBO









