Shakur Stevenson meraih kemenangan terbesar dalam karir nya dan perang mulut paling panas di sesi wawancara usai laga, Teofimo Lopez tumbang lewat pertunjukan tinju tingkat tinggi, namun sorotan membesar saat satu nama di sebut nya dengan lantang yaitu Conor Benn.
Melawan Teofimo Lopez Shakur Stevenson hadir seperti petinju yang sudah memegang kendali bahkan sebelum bel pertama berbunyi.
Dia memecah pertahanan Teofimo dengan jab presisi, footwork dan kontrol yang nyaris sempurna, hasil nya mutlak di kartu ketiga juri, Shakur hanya kehilangan satu ronde, statistik yang menggambarkan betapa timpang nya pertarungan ini.
“Saya membedah dia dan melakukan apa yang memang harus saya lakukan kata Shakur.”
Tidak ada selebrasi berlebihan atau euforia palsu, sejak sebelum pertarungan Shakur sudah menyebut satu senjata utama nya adalah jab, dia melihat kelemahan Teofimo di rekaman dan mengeksekusi nya tanpa ragu.
“Saya tahu jab ini akan membunuh nya, saya bilang setelah laga ini, orang orang akan mengatakan saya punya jab terbaik di dunia”
Melihat bagaimana Teofimo terus gagal masuk klaim itu terasa sulit di bantah, setelah ronde ke-10 Shakur sempat menoleh ke ringside dan berkata saya sudah bilang ini akan terjadi.
Dia menyebut sudah menghadapi petinju dengan gaya seperti ini sepanjang karir nya.
“Ini seni tinju, pukul tanpa kena pukul dan membongkar lawan sedikit demi sedikit.”
Shakur menyebut pertarungan ini sebagai yang terpenting dalam hidup nya, dia mengaitkan nya dengan jejak Bud Crawford petinju yang berani naik kelas, mendominasi dan membuktikan diri sebagai elite sejati mengalahkan Canelo Alvarez merebut semua gelar nya.
“Saya membawa semua nya di punggung saya dan berhasil kata Shakur.”
Kini Shakur resmi menjadi juara status nya berubah target nya membesar, saat di tanya soal masa depan tiba tiba menghentikan pembicaraan lalu memanggil satu orang Conor Benn.
“Kita bisa bikin perang.. teriak Shakur, saya mau klausul rehidrasi yang sama dan saya mau bertarung!”
Conor Benn membalas dengan cepat, dia menyebut Shakur terlalu kecil terlalu ringan tidak selevel secara fisik.
“Kamu nggak bisa jaga jarak dari saya,” bentak Shakur, saya bakal tekan dan jatuhkan kamu…tanda tangani kontrak nya!”
Benn menyebut diri nya anjing dan Shakur menyebut Benn makanan, kedua nya saling memotong pembicaraan juga menantang dan meremehkan bahkan Shakur berteriak langsung ke arah promotor, buat pertarungan ini terjadi.
Kalo penulis bilang ini bukan hanya panas sesaat, Shakur Stevenson sedang mengarahkan karir nya sendiri, menantang Conor Benn di depan kamera adalah keinginan berikut nya, ini tentang panggung besar dan pembuktian, jika pertarungan ini benar terwujud maka di pastikan akan tiket ludes terjual.
Malam itu seharus nya menjadi penutup sempurna atas kemenangan Shakur Stevenson atas Teofimo Lopez tapi menjadi awal babak baru, satu gelar di pertahankan, satu nama di tumbangkan dan tantangan di lempar ke publik, api sudah di nyalakan sekarang tinggal siapa yang berani menyambut nya.
#Stevenson #Lopez #Conorbenn









