Perjalanan Masih Panjang, Nico Ali Walsh Menang Di Dubai

Nico ali walsh menang di dubai

Di Dubai Nico Ali Walsh kembali menang, secara resmi keluar sebagai pemenang angka setelah enam ronde keras melawan Jeremiah Sserwadda.

Nico selalu datang dengan beban bukan karena rekor nya tapi karena satu nama yang tidak bisa di lepaskan dari nya yaitu Muhammad Ali sang kakek, setiap kali dia naik ring publik tidak hanya menilai siapa yang dia lawan tapi juga membandingkan nya dengan sosok yang bahkan tak mungkin di saingi oleh siapa pun.

Skor juri memang berpihak kepada nya tapi kalau bicara soal cerita laga ini jauh lebih kompleks dari pada baris angka.

Baca juga: Murat gasssiev pukul KO brutal kubrat pulev ronde ke 6

Malam ini Nico Ali Walsh tidak di sambut sebagai cucu legenda tapi sebagai petinju yang harus membuktikan diri, sejak ronde pertama Jeremiah Sserwadda memastikan Walsh tidak akan melewati malam dengan santai.

Dua pukulan kanan langsung masuk, pukulan yang bikin sadar ini bukan sesi sparring juga bukan pertarungan showcase.

Walsh tersenyum iapi senyum itu lebih seperti respons alami ketimbang tanda dominasi, di situ kita mulai melihat kenyataan Walsh masih berada di masa belajar bukan pamer, ini adalah pertarungan ke 4 Walsh di tahun yang sama, dia bertarung di Filipina, Guinea, New York lalu Dubai.

Itu bukan jadwal enak untuk petinju muda apalagi yang masih mencari identitas di ring.

Dari tiga laga sebelum nya catatannya 1-1-1, Walsh tidak di bungkus kapas atau di selamatkan dari lawan lawan keras namun dia di biarkan merasakan dunia tinju apa ada nya.

Itu terlihat di ring kadang ragu juga tertangkap pukulan tapi tidak lari.

Beberapa kali Walsh terkena serangan balik saat masuk menyerang, pukulan kanan Sserwadda kembali menemukan sasaran, banyak petinju muda akan mulai kehilangan konsentrasi namun Walsh tidak dia tetap berdiri mencoba membaca gerak lawan tidak selalu berhasil tapi tidak menyerah.

Menurut saya pribadi ini kualitas mental yang sering luput dari sorotan, kita terlalu sering menilai petinju dari KO atau dominasi padahal kemampuan bertahan di laga sulit adalah fondasi karir panjang.

Ronde ke 4 Walsh mulai lebih sabar lalu Hook kiri mendarat cukup untuk membuat Sserwadda menurunkan serangan ke depan.

Kemudian di ronde ke 5 Walsh mendaratkan pukulan terbaik dalam laga ini right hand dari balik jab saat Sserwadda terpojok di tali pukulan itu tidak menjatuhkan tapi jelas mengancam.

Ini bukan lagi laga di mana Walsh cuma bertahan tapi mulai mengambil alih.

Ronde terakhir berjalan tanpa kejutan besar Sserwadda masih punya momen uppercut pendek nya sempat masuk tapi Walsh terlihat tidak merasa pasrah.

Saat bel berbunyi Walsh berputar merayakan kemenangan, Sserwadda mengangkat tangan ke arah pendukung nya, skor juri memang berpihak pada Walsh secara keseluruhan itu keputusan yang bisa di terima.

Secara angka rekor Walsh kini 12-2-1 (5 KO), itu bukan rekor yang bikin dunia gemetar.

Walsh sedang membangun fondasi dia tidak di posisikan sebagai calon juara instan, ini lebih nyata nama Ali bisa membuka pintu tapi tidak bisa memenangkan ronde.

Tidak adil membandingkan Nico Ali Walsh dengan Muhammad Ali namundunia tidak peduli soal keadilan perbandingan itu akan selalu ada.

Masalah nya Muhammad Ali adalah pengecualian sejarah, menuntut cucu nya berada di level yang sama bukan hanya mustahil tapi juga merusak, yang perlu di lihat adalah apakah Nico Ali Walsh bisa menjadi petinju yang sah bukan hanya turunan sang legenda.

Dari apa yang terlihat di Dubai jawaban nya mungkin iya tapi jalan itu masih sangat panjang.

Sserwadda pulang dengan rekor 12-5-1 tapi performa nya layak di beri tepuk tangan dia tidak hanya datang untuk jalan2 tapi memaksa Walsh berfikir juga bertahan.

Petinju seperti ini jarang dapat sorotan tapi mereka kadang yang membentuk prospek sejati.

Kartu ini juga memperlihatkan dubai semakin serius di tinju, tidak hanya venue mewah tapi tempat di mana prospek di uji dan karir nya di bentuk, kesalahan terbesar yang bisa terjadi pada Nico Ali Walsh adalah terlalu cepat memaksa nya naik kelas dia belum selesai belajar tapi itu tidak masalah.

Tinju bukan soal cepat terkenal tapi tentang bertahan, berkembang dan menemukan versi terbaik diri sendiri.

Di duel lain menghadirkan yang tak kalah seru dan patut kita masukkan juga di sini.

Dari kelas berat Stanley Wright akhir nya tumbang di ronde ke 6 setelah menerima hook kanan keras dari Artem Suslenkov, Wright 14-2-11 KO tampil berani namun kalah kualitas, Suslenkov petinju Rusia berusia 30 tahun mempertahankan rekor sempurna nya menjadi 14-0 (9 KO).

Lanjut Yoel Finol melawan Shakhobidin Zoirov bertarung sampai lemess selama 10 ronde, knockdown di ronde ke 10 menjadi penentu saat Zoirov kalah melalui split decision.

Laga berjalan cepat dengan Finol petinju kidal asal Venezuela ini tampil garang di beberapa momen baik bertahan maupun menyerang.

Yang mungkin kalian tidak ketahui ini merupakan pertemuan ke 4 mereka dalam sembilan tahun terakhir termasuk dua laga amatir dan satu pertarungan IBA awal tahun ini juga di Dubai.

Finol menang dengan skor 97-93 dan 98-95, sementara Zoirov unggul tipis 96-94 di satu kartu juri.

Petinju kelas welter asal India yang berbasis di Dubai Faizan Anwar memperpanjang rekor tak terkalahkan nya menjadi 21-0 (9 KO) setelah menang 10 ronde atas Khuseyn Baysangurov (25-2, 20 KO).

Di sini juga mencatat kemenangan Estelle Mossel petinju junior welter asal Prancis atas Ellen Simwaka, rekor Mossely kini menjadi 12-0-1 (1 KO) sementara petinju Malawi tersebut merosot menjadi 13-8-2 (8 KO).

kemudian di kelas welter ringan petinju southpaw dari georgia yang tinggal di rusia Khariton Argba membalas kekalahan sebelum nya dengan menang angka mutlak atas Ruben Nestor Neri Munoz lewat skor 117-111, 119-109 dan 120-108.

Kedua nya pernah bertemu di bulan juli lalu saat Munoz menang TKO ronde kedua, kali ini duel berlangsung penuh 12 ronde dan Argba tampil sebagai pemenang yang tak bisa di ganggu gugat.

#Nicoaliwalsh #hasiltinju #Dubai

Scroll to Top