Headline

Negosiasi Berjalan, Tim Tszyu Melawan Sang Juara Tua Ersilandy Lara Di Australia

Tim Tszyu akan lawan Erislandy Lara

Kemenangan atas Errol Spence Jr membuka jalan baru bagi Tim Tszyu, setelah sukses melewati mantan juara dunia dalam pertarungan kelas menengah di Sydney, anak Kotsya Tszyu ini berpeluang langsung memburu sabuk juara dunia di divisi baru nya, nama yang berada di depan nya adalah Erislandy Lara.

Pertarungan Tszyu melawan pemegang gelar WBA kelas menengah itu kini semakin dekat untuk di wujudkan, menurut laporan The Ring, negosiasi kedua kubu sudah memasuki tahap lanjutan dan disebut “close” untuk mencapai kesepakatan akhir, CEO No Limit Boxing, George Rose menjadi sumber utama kabar tersebut.

Unggahan The Ring negosiasi Lara vs Tim Tszyu
Sumber: The Ring via X

Bila seluruh proses berjalan sesuai rencana, duel ini kemungkinan besar berlangsung pada Desember di Australia, ini kesempatan bagus untuk Tszyu karena jika berhasil mengalahkan Lara akan menjadi juara dunia di dua kelas berbeda mengubah status nya dari mantan juara kelas welter junior menjadi salah satu nama utama di kelas menengah.

Sebelum kabar ini berhembus, Tszyu di rumorkan akan melawan Jermell Charlo dan Vergil Ortiz tapi belum ada tembusan yang pasti, ternyata perebutan gelar ini malah menjadi emas baginya bila tidak halangan.

Usia Lara yang sudah 43 tahun tentu menjadi salah satu alasan kenapa pertandingan ini tetap di untungkan oleh Tszyu, namun menganggap dia sudah habis hanya karena faktor usia jelas kesalahan besar.

Petinju Kuba ini masih memiliki salah satu senjata yang paling menyulitkan petinju agresif dengan kemampuan membaca serangan lawan dan pukulan balik yang ganas, sebagai southpaw dia mampu menunggu lawan masuk terlalu jauh, kemudian melepaskan straight left ketika pertahanan terbuka.

Tszyu memang sudah mempunyai pengalaman menghadapi kidal tapi Lara menawarkan masalah lain karena tidak mengandalkan tekanan ceroboh atau volume pukulan tinggi membabi buta, dia lebih senang membuat lawan nya terkuras kemudian mengambil keuntungan dari kesalahan yang tak di pikirkan.

Kunci pertandingan berada pada kemampuan Tszyu membuat Lara keluar dari kebiasaan nya, bila dia terlalu mengejar knockout Lara yang bisa mendapatkan keuntungan karena dia sangat berbahaya ketika lawan menyerang tanpa perhitungan, mengamdalkan gerakan maju bisa menjadi sasaran empuk untuk counter.

Tszyu harus harus waspada dan agresivitas nya perlu dikontrol, serangan ke tubuh bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi ruang gerak Lara agar tidak menyisipkan pukulan pendek nya.

Strategi seperti itu wajib dia pakai mengingat faktor usia sang juara, Lara mungkin masih mempunyai timing dan akurasi yang sangat baik tetapi mempertahankan pergerakan serta konsentrasi selama 12 ronde merupakan tantangan ketika seorang petinju sudah memasuki usia 40 lebih walaupun dia masih bisa menahan serangan dan mengamankan gelar nya saat melawan Gonzalez beberapa bulan lalu.

Tim Tszyu tidak harus memaksakan penyelesaian sejak ronde awal, bila pukulan ke body mulai mengurangi mobilitas Lara, pertarungan bisa dia menangkan.

Bagian Lara yang tak boleh Tszyu remehkan, dia tidak perlu memenangkan setiap pertukaran pukulan, cukup menghindari sebagian besar serangan lalu mencuri lewat kombinasi hook yang bisa menjadi sangat penting bagi penilaian juri.

Tszyu akan bertarung di depan publik Australia sehingga tekanan dari penonton tentu akan membuat setiap serangan nya mendapat respons besar, kalau Lara mampu membuat pukulan Tszyu banyak mengenai sarung tangan atau meleset maka bisa jadi nasib nya seperti Danny Garcia pada tahun 2024 silam.

Kita tunggu perkembangan terbaru nya, mudah mudahan kabar ini akan menjadi duel besar penutup tahun 2026.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top