Sebelum dunia mengenal Thomas Hearns sebagai the Hitman yang memenggal karir lawan lawan nya ada seorang raja yang menjaga gerbang kelas welter pria bertulang baja, bertangan besi dan bertahan dari dua perang melelahkan melawan Angel Espada, tiga kali Espada datang tiga kali dia di kubur di bawah reruntuhan yang sama.
Raja itu bernama Pipino Cuevas sang penguasa kejam yang tak pernah tersenyum di atas ring namun untuk membuat seorang pembunuh lahir terkadang harus ada raja yang jatuh.
Sebelum Pipino Cuevas datang membawa kekacauan sabuk WBA Welter berada di tangan seorang pria Puerto Rico yang di kenal kalem dan penuh disiplin nama nya Angel Espada.
Espada ini terlupakan jarang pecinta tinju menyebut nama nya mereka hanya tahu hector camacho atau miguel cotto padahal espada ini sudah lebih dulu juara dunia.
Baca juga: Caroline dubois masuk ke MVP perusahaan milik jake paul.
Pada 28 Juni 1975 Espada berdiri sebagai raja baru kelas welter dia mengalahkan petinju kanada clyde gray dalam perebutan sabuk WBA yang kosong, espada menang angka mutlak setelah 15 ronde bertarung dengan penuh keringat, dia bukan raja yang bising atau penguasa yang brutal tapi membangun tahta nya lewat ketekunan yang tidak di lihat sorotan kamera.
Espada percaya bahwa masa pemerintahan nya akan panjang bahwa sabuk itu akan tetap melekat di pinggang nya selama bertahun tahun.
Tubuh nya yang kokoh akan cukup untuk membungkam generasi muda yang datang, yang tidak dia tahu ada perusak yang sedang membusuk di kejauhan, perusak itu masih berusia 19 tahun ganas dan liar tapi membawa kekuatan yang tidak biasa nama nya Pipino Cuevas.
PERTEMUAN PERTAMA — 17 JULI 1976.
Satu tahun Espada menjaga sabuk nya sampai malam itu Cuevas datang bukan untuk mencuri gelar dengan pelan. dia hadir seperti bom nuklir, sejak bel pertama seperti ada perbedaan umur energi dan perbedaan kelincahan.
Cuevas maju seperti mesin yang tidak peduli apa pun yang ada di depan, ketika ronde kedua baru saja masuk beberapa menit Cuevas membuka tirai era baru nya.
Rentetan pukulan menghantam wajah Espada membuat nya jatuh, dia berdiri sambil memegang tali espada tak sempat memasang kuda2 sudah di hajar lagi oleh cuevas dengan kombinasi brutal, sang juara masih bangkit bersandar di pojok di sini terlihat dia sebetul nya sudah kurang merespon hitungan wasit tapi tangan nya di raih untuk lanjut.
Tak lama cuevas membabi buta lagi sampai espada meringkuk tak berdaya, sabuk WBA Welter pun jatuh ke tangan si pemuda Meksiko lewat TKO ronde 2, dunia kaget Espada terpaku dengan wajah penuh darah, sejak saat itu Cuevas menjadi ancaman nyata di kelas ini.
Baca juga:
PERTEMUAN KEDUA 19 NOVEMBER 1977.
Satu tahun berlalu Espada kembali datang kali ini dengan dendam, duel ini seperti bukan pertarungan tapi penyiksaan mental, kedua nya bertarung seperti dua orang yang tidak tahu kata menyerah.
Darah, keringat dan benturan di antara kedua nya membuat penonton merasa seolah sedang menonton dua manusia yang mencoba menghabiskan sisa energi hidup, ketika bel akan memasuki ronde ke-12 Espada tidak lagi punya tenaga.
Kakinya gemetar, wajah nya pucat dan sebelum tinju Cuevas menyentuh nya lagi dia jatuh sendiri, ambruk, lemas karena kelelahan.
Pipino Cuevas menang TKO lagi kali, duel kedua ini patut di kasih jempol 10 karena mereka bertarung habis2 san tanpa ampun, espada sudah menyiapkan seluruh tenaga nya untuk merebut kembali gelar namun usia cuevas masih unggul maka nya dia tetap beringas walaupun sudah di ronde ke 11.
PERTEMUAN KETIGA 8 DESEMBER 1979.
Empat tahun setelah Espada pertama kali berdiri sebagai raja dia mencoba satu usaha terakhir, satu kesempatan lagi untuk merebut kembali sesuatu yang pernah jadi milik nya.
Lagi lagi dia bertarung seperti orang yang lupa jalan pulang, dia menghantam cuevas sejak ronde pertama, namun di ronde ke-10 setelah bertahan dan menyerang sejauh yang dia mampu Espada kembali di hentikan, keputusan wasit sangat tepat karena dia sudah kecapean dan tak bisa mengimbangi serangan dari cuevas.
Cuevas memperkasa dengan TKO ronde 10, trilogi ini menjadi satu alasan Cuevas bukan pencuri tahta dia adalah perobek sang raja tua.
PERTAHANAN KE 12 GERBANG UNTUK HITMAN.
Sampai tahun 1980 Pipino Cuevas sudah berubah menjadi monster resmi kelas welter, sebelas kali dia mempertahankan sabuk dengan tangan besi nya, semua lawan datang dengan gagah mereka di pulangkan dalam keadaan di hancurkan.
Maka ketika kalender bergeser ke 2 Agustus 1980 pertarungan melawan Thomas Hearns adalah pertahanan gelar ke-12 Cuevas. pusat dari perjalanan nya, pusat dari kekuasaan empat tahun yang seperti tidak mungkin hancurkan, tapi tak ada yang mengira bahwa malam itu akan mengubah sejarah.
Di depan Cuevas sedang berdiri seorang lelaki kurus tinggi dari Detroit dengan tangan panjang yang seperti di pahat khusus untuk membinasakan.
Malam itu seorang raja bertemu seorang algojo, bel berbunyi Cuevas seperti biasa mencoba mengambil posisi maju karena seluruh karir nya di bangun dari pertarungan jarak menengah ke dekat, tapi Hearns bukan petarung biasa sejak detik pertama dia sudah menguasai lapangan.
Hearns maju dengan kaki ringan, tubuh setinggi tiang dan jab yang seperti cambuk, setiap jab yang mendarat terdengar keras, tegas, memantul di ruangan seperti tembakan kecil.
Cuevas mencoba masuk tapi Hearns menahan nya dengan presisi yang menakutkan, ronde memasuki detik detik terakhir Hearns berubah seperti kesetanan dia melepaskan kombinasi brutal jab kanan kiri panjang yang membuat kepala Cuevas tersentak ke belakang.
Penonton sadar Cuevas yang selalu tampil sebagai monster sedang di paksa mundur, ini adalah pemandangan yang hampir tidak pernah terjadi saat cuevas melibas lawan sebelum nya.
Masuk ronde kedua Hearns tidak memberi jeda dia seolah tahu bahwa semakin lama duel berlangsung semakin besar peluang Cuevas untuk menyerang dari dekat.
Maka Hearns menutup semua kemungkinan itu, tekanan Hearns semakin liar bukan serangan barbar tapi tekanan seorang algojo profesional, semua pukulan di pilih dan di arahkan dengan sangat jeli, Cuevas mencoba bertahan tapi tangan nya selalu terlambat menahan nya.
Baca juga:
Kemudian masuk 50 detik terakhir ronde ini Hearns menunggu satu peluang merentangkan tangan Cuevas maju setengah langkah lalu BRAAAK satu straight kanan sempurna menghantam wajah Cuevas.
Tubuh nya goyang ke belakang seperti di tarik tali, kaki nya terseok seok, Hearns tidak memberi kesempatan dia melepaskan kanan panjang kedua lebih telak dan brutalll, Cuevas terjungkal, jatuh di kaki Hearns seperti bangunan yang merosot ke tanah.
Suasana di Arena bergelombang seperti ombak menyapu karang, Cuevas mencoba bangkit dengan posisi sempoyongan wasit melihat itu lalu pertarungan di hentikan.
Keputusan wasit sangat tepat sekalipun duel di lanjut hanya akan membuat cuevas mencium kanvas lagi bahkan lebih keras, Thomas The Hitman Hearns menang TKO ronde 2 merebut sabuk dunia pertama nya dan membuka jalan menuju era baru kelas welter.
Malam itu di joe louis Detroit tidak hanya sebuah gelar berpindah tangan namun melahirkan legenda, para penggemar di seluruh dunia menyaksikan kelahiran seorang algojo sejati dari kronx gym anak asuh emanuel steward.
Baca juga:
Malam itu juga menjadi penanda berakhir nya era Pipino Cuevas sang raja yang tidak tersentuh selama empat tahun akhir nya bertemu seseorang yang bisa menghancurkan nya.
Setiap raja pasti menemukan hari ketika tahta nya harus di lepas, bagi Angel Espada itu terjadi saat perusak bernama Pipino Cuevas menghantam hidup nya, sebalik nya bagi Pipino Cuevas itu terjadi ketika seorang penembak jitu dari Detroit melepaskan pukulan kanan paling mematikan dalam karir nya.
Cuevas datang sebagai monster memerintah sebagai penguasa yang menakutkan sebelas lawan dia pulangkan tanpa ampun.
Tiga kali dia mengubur harapan Angel Espada sampai sabuk itu melekat pada diri nya seperti bagian tubuh, namun sejarah tidak pernah berhenti di satu nama selalu ada jalan berikut nya pasti ada pewaris baru yang siap mengguncang dunia.
Pada malam 2 Agustus 1980 itu di tutup dengan suara tubuh yang jatuh dengan sabuk yang di angkat tinggi oleh seorang lelaki kurus panjang yang baru saja menciptakan era nya sendiri, Thomas Hearns tidak hanya merebut gelar dia merampas sebuah kerajaan, meruntuhkan mitos, mengakhiri masa kejayaan salah satu juara paling bengis yang pernah di miliki kelas welter.
Dari Espada ke Cuevas dari Cuevas ke Hearns inilah siklus kehidupan di dunia tinju, yang kuat bertahan, yang terkuat menggantikan, untuk menjadi legenda seseorang harus menghancurkan juara lain nya.
#Thomashearns #Pipinocuevas #angelespada #WBA #kelaswelter









