Juan Carlos Camacho kini merasakan dua pukulan telak sekaligus, satu datang dari tangan Anthony Olascuaga satu lagi dari meja sidang komisi atletik nevada, petinju asal Puerto Rico itu resmi di jatuhi skorsing sembilan bulan setelah di nyatakan gagal dalam tes doping, akhir dari laga terbesar nya sejauh ini di amerika serikat.
Kekalahan KO ronde kedua yang dia alami ternyata bukan satu satu nya konsekuensi dari duel tersebut tapi ada harga lain yang harus di bayar dan tidak kecil.
NSAC akhir nya menjatuhkan vonis setelah berbulan bulan kasus ini masuk dalam agenda sidang rutin mereka, Juan Carlos Camacho 19-2, 8 KO di nyatakan positif menggunakan hydrochlorothiazide zat di uretik yang masuk dalam daftar terlarang.
Meski belum ada indikasi penggunaan zat peningkat performa lain keberadaan hydrochlorothiazide saja sudah cukup untuk memicu sanksi, ini kerap menjadi sorotan karena kemampuan nya menyembunyikan zat lain dalam tes urine sehingga penggunaan nya di pandang serius oleh komisi atletik.
Tes tersebut di ambil setelah pertarungan Camacho melawan Anthony Olascuaga pada 11 September lalu di Fontainebleau Las Vegas, laga perebutan besar bagi sang penantangyang berubah menjadi mimpi buruk.
Di atas ring Camacho tak mampu meladeni Olascuaga yang saat itu menjalani laga perdana nya di USA sebagai pemegang sabuk mayor.
Pertarungan itu berakhir cepat, ronde ke 2 menjadi saksi ketika Olascuaga menemukan peluang dalam pergerakan Camacho, dia mendaratkan kombinasi tanpa balasan yang memaksa wasit menghentikan laga.
Beberapa waktu setelah laga hasil tes doping Camacho keluar, proses disipliner pun di mulai, dia memilih bekerja sama dengan komisi secara resmi mengakui pelanggaran tersebut yang kemudian membuka jalan bagi hukuman yang lebih ringan di banding potensi sanksi maksimal.
Hasil nya skorsing 9 bulan, berlaku sejak tanggal pertandingan, masa skorsing di jadwalkan berakhir 11 Juni dengan catatan dia mematuhi seluruh prosedur tes lanjutan denda 5.250 dolar AS dan biaya hukum 250,60 dolar AS.
Namun yang paling krusial syarat mutlak untuk kembali bertinju, Camacho harus menyerahkan hasil tes doping yang benar bersih sebelum lisensi nya di pulihkan, tanpa itu pintu ring akan tetap tertutup baik di Nevada, daratan utama AS maupun di Puerto Rico.
Bagi petinju level penantang reputasi adalah segala nya, sekali tercoreng jalan kembali selalu lebih terjal, sementara Camacho harus menepi Anthony Olascuaga melanjutkan tanpa hambatan.
Petinju berusia 27 tahun asal Los Angeles itu sebelum nya membangun perjalanan nya di Jepang, bertanding lima kali beruntun di Negeri Sakura sebelum akhir nya kembali pada September lalu.
Duel melawan Camacho menjadi semacam deklarasi dia siap tampil di panggung global, kemenangan KO tersebut tercatat sebagai pertahanan gelar ketiga bagi Olascuaga.
Setelah laga di Las Vegas, Olascuaga kembali ke Jepang tempat yang seolah menjadi rumah kedua nya, pada 17 desember dia menghentikan Taku Kuwahara lewat KO ronde ke 4 di Ryogoku Kokugikan Tokyo.
Arena legendaris itu punya makna khusus bagi nya, di tempat yang sama pada Juli 2024, Olascuaga merebut sabuk juara dunia WBO lewat KO ronde ke 3 atas Riku Kano.
Ketika masa skorsing berakhir Juni nanti, Camacho tidak otomatis kembali menjadi petinju aktif dia harus lulus tes doping lanjutan, meyakinkan komisi bahwa dia aman dan mencari promotor dan lawan yang mau mengambil resiko, dalam kasus ini pukulan paling keras bukan datang dari lawan tapi dari konsekuensi.
Baca juga:
#juancarloscamacho #anthonyolascuaga









