Bertarung di kandang lawan selalu membawa tantangan tersendiri, tidak hanya harus mengatasi tekanan penonton, seorang petinju juga bisa menghadapi perdebatan panjang ketika pertarungan berakhir dengan keputusan angka, inilah yang menyelimuti duel Dalton Smith melawan Alberto Puello di Utilita Arena Sheffield Inggris sabtu malam 24 Oktober.
Smith berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas welter junior WBC setelah dua juri memberi nya kemenangan 115-113, tapi juri ketiga justru memenangkan Puello dengan skor 116-112, perbedaan penilaian itu membuat hasil pertandingan di pertanyakan, terutama karena Puello terlihat tampil lebih meyakinkan pada ronde-ronde akhir.
Dalam pertarungan yang berlangsung ketat, kemenangan angka memang bisa ditafsirkan berbeda, pendukung Smith dapat menunjuk tekanan dan pukulan kanan nya sebagai alasan untuk memberi nya sejumlah ronde, Puello punya dasar untuk mengklaim kemenangan lewat akurasi pukulan, pergerakan kaki juga kemampuan bertahan sambil melancarkan serangan balasan.
Petinju asal Republik Dominika itu berulang kali membuat Smith tidak bisa sesuka hati memainkan serangan kombinasi nya, dengan gaya kidal dan pergerakan yang susah di tebak, Puello mampu memutus momentum lawan nya walaupun sang juara beberapa kali berhasil mendekat dan mendaratkan pukulan kanan yetapi tekanan yang di lancarkan nya tidak selalu berujung pada serangan telak sampai penonton berdiri dari kursinya.
Ketika memasuki ronde akhir, Puello meningkatkan aktivitasnnya, dia terus mencari peluang dengan pukulan kiri, sementara Smith kesulitan menemukan ruang untuk menyerang secara leluasa, dalam situasi seperti ini, ronde penutup bisa menjadi akhir paling dramatis terutama jika skor sebelum nya masih berimbang.
Sayang nya untuk Smith, penampilan nya pada ronde ke-12 tidak banyak membantu memperkuat klaim kemenangan nya, dia memang terlihat memamerkan gaya sedangkan Puello tetap fokus mengejar kemenangan, dalam laga yang memiliki banyak ronde tipis sangat beresiko membuat petinju kehilangan kesempatan untuk meyakinkan juri.
Hasil ini juga menjadi ujian bagi Smith setelah dia menghentikan Subriel Matias pada Januari, saat itu kemenangan KO membuat perdebatan mengenai penilaian juri tidak menjadi masalah, melawan Puello dia berhadapan dengan petinju teknis yang tidak mudah di jangkau dan mampu menjaga efektivitas hingga akhir pertandingan.
Smith tetap membawa pulang sabuk WBC, namun kemenangan di kandang sendiri tanpa penyelesaian KO kadang meninggalkan kecurigaan dan perdebatan, ketika keputusan juri berpihak kepada petinju tuan rumah, sang penantang bisa merasa dirugikan, kemenangan petinju tuan rumah pun dapat di pertanyakan jika penampilan nya tidak cukup meyakinkan.
Hasil kontroversial tidak serta-merta membuktikan bahwa juri sengaja memihak, dalam duel ketat, perbedaan penilaian memang bisa terjadi, ketika skor terbelah cukup jauh dan penantang terlihat menutup laga dengan lebih baik, pertanyaan mengenai siapa yang sebenar nya layak menang memang tak bisa di hindari.
Peluang Puello untuk merebut kembali gelar nya yang dulu pernah dia pegang saat ini belum terwujud dan masih melingkar di pinggang Smith dengan aman, tetapi perdebatan atas kemenangan ini akan terus mengikuti nya.
Dari semua partia tambahan nya berlangsung lumayan seru, Leo Atang berhasil menghentikan Vergara ronde 1, sedangkan Visioli melanjutkan rekor tak terkalahkan nya melawan Maxi Hughes namun hanya lewat angka dan bagian putri Shannon Ryan hancurkan lawan nya Emma Dolan dengan menjatuhkan nya 2 kali ronde pertama sebelum wasit menghentikan pertarungan.












